Setelah pernah membahas kenapa traveler dan pendaki gunung adalah pacar idaman, kali ini Hipwee akan menyajikan versi pacar idaman dari sudut pandang lain. Bukan lagi sekadar mengulas hobi, di artikel ini Hipwee akan mengupas kriteria pacar idaman dari jurusan kuliah yang kamu ambil.

Percayakah kamu, kalau mahasiswa yang kuliah di jurusan Teknik adalah dia yang harus kamu pertahankan? Apa memangnya yang membuat mereka punya nilai plus sebagai pasangan? Kenapa mereka layak diberi predikat sebagai pacar idaman?

1. Mahasiswa Fakultas Teknik Sudah Punya Visi yang Jelas Tentang Masa Depan

Anak Teknik sudah punya visi yang jelas soal masa depan via www.fti.itb.ac.id

Mahasiswa yang kuliah di Fakultas Teknik adalah mereka yang sudah tahu pasti kemana akan membawa arah hidupnya. Berbeda dengan jurusan lain yang bisa “berpindah jalur” di tempat kerja, mahasiswa yang kuliah di Fakultas Teknik cenderung berada di lintasan yang sama.

Anak Teknik Arsitektur kebanyakan akan bekerja di bidang yang sesuai pendidikannya. Mayoritas mahasiswa Teknik Sipil juga akan memilih untuk mengembangkan karirnya di perusahaan kontraktor atau instansi pemerintah yang berhubungan dengan konstruksi dan pembangunan. Seseorang yang berani masuk ke Fakultas Teknik sudah mengerti apa yang ia inginkan dalam hidup.

Advertisement

Saat ia akhirnya menginginkanmu untuk menjadi bagian hidupnya, bukankah kemungkinan besar ia juga akan memiliki visi yang sama jelasnya terhadap masa depan hubungan kalian berdua?

2. Pendidikan yang Keras Membuat Mereka Jadi Pribadi yang Pantang Menyerah

Pendidikan di FT itu keras! via citizenmagz.com

Di fakultas apa lagi kamu akan menemukan mahasiswanya berpanas-panasan duduk di pinggir jalan demi menghitung kendaraan bermotor yang lewat setiap jam-nya? Mahasiswa mana selain mereka yang rela kurang tidur demi memikirkan besaran tepat bagi beton dan baja?

Dunia akademik Fakultas Teknik terkenal ganas. Mendapatkan nilai B tidak semudah yang kamu kira. Mereka tak hanya harus duduk di kelas dan mendengarkan dosen bicara. Wajib halnya turun langsung ke lapangan demi mendapatkan data yang benar-benar nyata.

Kultur di Fakultas Teknik pun kebanyakan di-desain dengan “keras.” Di beberapa universitas, mahasiswa barunya bahkan harus melewati masa orientasi yang panjang sebelum bisa diterima di organisasi mahasiswa. Dihadapkan pada kultur sekeras itu, cuma orang yang gigih dan pantang menyerah yang bisa bertahan di Fakultas ini.

3. Anak Teknik Tidak Cuma Bisa Berwacana. Mereka Adalah Eksekutor yang Baik Pula.

Tidak hanya berencana, mereka juga mampu melakukan eksekusi via www.jsk-trainingcenter.com

Ngobrol dan merencanakan sesuatu sama anak Fakultas Teknik itu enak. Mereka tahu caranya mewujudkan sebuah wacana jadi kenyataan. Semisal kamu dan dia ingin pergi camping. Dia tidak akan berlama-lama membiarkan kalian berkutat pada pembicaraan, “Mau pergi ke mana?” atau “Duuuh, nanti naik apa ya?” 

Terbiasa berpikir taktis, bagi mereka bicara tanpa aksi adalah tindakan yang hanya buang waktu.

Saat kalian merasa bingung harus memilih camping site yang mana, ia akan dengan sigap menawarkan diri untuk survey tempat. Waktu kalian gak tahu harus sewa kendaraan apa buat mengangkut peralatan yang tidak sedikit jumlahnya, ia akan mencari persewaan pick-up atau bahkan menawarkan diri untuk menyetir sampai tempat tujuan.

Pendidikan Teknik tak hanya mengajarkan mereka piawai berencana. Mereka jugalah orang lapangan yang tak kalah handalnya.

4. Dengan Dia, Kamu Bisa Bicara Tentang Apa Saja. Bahkan Tentang Politik Ataupun Sastra.

Tangan dan otak sama-sama jalan via www.facebook.com

Jangan salah, walau lebih banyak berkutat pada rumus dan angka di bangku kuliah, para mahasiswa FT biasanya tak ketinggalan update soal berbagai berita menarik. Belum lagi kalau kamu dapat pacar anak Teknik yang juga aktif organisasi, beuh itu paket lengkap deh!

Bedanya, mereka tak hanya pandai bicara. Bukan hanya otak dan pengetahuannya yang bisa membuatmu terpukau, kelincahan tangannya dalam mengerjakan sesuatu juga dijamin mampu membuatmu luluh. Cuma anak Teknik yang bisa dengan percaya diri menawarkan untuk membetulkan komputer dan kendaraanmu. Pendidikan yang ditempuh di bangku kuliah memang memberikan mereka kemampuan untuk melakukan itu. Tapi, mereka juga tetap bisa nyambung saat kamu ajak ngobrol soal politik.

Paket lengkap banget ‘kan?

5. Pacaran Sama Anak Fakultas Teknik Bisa Memberimu Sudut Pandang Berbeda

Pacaran sama anak Teknik akan memberimu sudut pandang berbeda via www.facebook.com

Pacaran sama anak Teknik Industri atau Teknik Elektro? Bersiaplah kagum pada sudut pandangnya soal berbagai produk yang beredar di pasaran. Saat kalian sedang belanja camilan di supermarket, misalnya. Dari mulut anak Teknik Industri bisa terucap pendapat unik seperti,

“Iih harusnya krim muka itu kemasannya gak gini tau. Kalau bentuknya jar ‘kan jadi gak higienis.”

Pacaran sama anak Teknik Elektro juga bisa memperkenalkanmu pada berbagai turunan perkembangan teknologi. Kamu bisa kenal istilah dan seluk-beluk coding darinya. Dia bisa mengajakmu berkelana ke dunia game development. Dari dia juga kamu bisa belajar soal bagaimana caranya mengembangkan perusahaan start-up.

Kalau kamu anak jurusan Sosial-Humaniora yang cukup beruntung bisa dapat pacar mahasiswa FT, bersiaplah masuk ke dunia baru yang gak kalah menarik.

6. Mahasiswa Teknik Itu Seksi Kalau Lagi Serius

Saat sedang serius menggarap AUTO CAD, mereka seksi via forumjualbeli.com

Mau tahu apa itu seksi? Coba lihat anak Teknik Elektro yang sedang serius mengutak-atik bahasa pemrograman di komputernya. Mau versi seksi yang melibatkan gerakan tangan dan gambar 2 dimensi? Ada mahasiswa Teknik Sipil yang sibuk menggoreskan pensil di atas kertas A3 demi merampungkan tugas mata kuliah “Gambar Teknik.”

Anak Arsitektur yang lagi serius bikin maket juga jadi kelihatan lebih menggoda ‘kan? Berkutat dengan tugas-tugas yang mengandalkan otak dan kelihaian tangan memang membuat anak Teknik jadi lebih seksi.

7. Tapi Di Balik Keseriusannya, Mereka Bisa Jadi Orang yang Sangat Kocak dan Jenaka

Kalau udah kocak, parah! via www.facebook.com

Otak yang biasa disetel serius dari Senin sampai Jumat tidak membuat mereka sepi lelucon. Justru, saat mereka berkelakar akan muncul jokes tak terduga. Bahkan lelucon itu akan bikin kita bertanya, “Ini orang otaknya di mana ya?.”

Cuma anak Teknik yang bisa dengan elegannya mengejek temannya yang tetap jomblo sampai wisuda dengan kata-kata:

“Wisuda ditemenin orang tua? Itu wisuda apa ambil raport, Mblo?”

8. Anak Teknik Adalah Pribadi yang Gesit di Lapangan — Tangkas dan Bisa Diandalkan

Paket lengkap: orang lapangan plus pasangan yang bisa diandalkan via www.facebook.com

Anak FT itu nggak akan sempat buat manja. Gimana mau manja, coba? Hidupnya keras, Bung! Dari semester awal mereka sudah harus berjibaku dengan tugas dan praktikum yang tidak ringan. Mereka sampai harus kurang tidur, harus rela berkutat di lab lama-lama, bahkan gak tidak jarang mereka harus turun langsung ke lapangan untuk mengukur jalan.

Pendidikan FT menjadikan mereka orang yang punya otak, tapi tetap punya otot untuk jadi orang lapangan. Dari situ mereka belajar pentingnya kerja keras, ketepatan waktu, dan kemampuan komunikasi dengan berbagai orang dari berbagai latar belakang. Akhirnya mereka terbentuk jadi pribadi yang luwes dan bisa diandalkan.

Diajak nongkrong ke mall? Oke! Kalau tiba-tiba mobil macet dan harus ganti ban sendiri? Mereka juga bisa! Bersama anak FT kamu akan merasa aman dan tenang. Ada pasangan yang bisa mendampingimu dalam berbagai keadaan, dan mereka sungguh-sungguh bisa diandalkan.

9. Waktu Kuliah, Anak Teknik Boleh Kelihatan Kumal dan Kucel. Tapi Habis Lulus Nanti… Jaminan Mapan!

Habis lulus? Jaminan mapan! via limaapril.com

Iya sih, penampilan anak FT semasa kuliah itu kalah kece dibandingkan mahasiswa Komunikasi atau Akuntansi. Tapi jangan salah, setelah lulus kuliah, anak Fakultas Tekniklah punya kesempatan untuk lebih mudah dapat pekerjaan yang bergaji besar.

Kebutuhan kerja bagi lulusan Teknik memang selalu tinggi dari waktu ke waktu. Sudah bukan jadi hal yang asing buat mahasiwa FT untuk langsung bekerja setelah lulus. Kadang bukan mereka yang harus ribet cari kerja. Di universitas dengan Fakultas Teknik ternama, perusahaan bahkan membuat career day sendiri untuk menjaring para lulusan terbaik.

Sori bos, sarjana teknik emang gajinya besar via lifestyle.kompasiana.com

Bukan cuma di perusahaan dalam negeri lho, gak jarang mereka juga bisa diterima di perusahaan luar negeri yang dibayarnya pakai satuan dolar. Mau dapat pasangan yang bisa membangun kehidupan mapan tidak lama setelah lulus? Ya cuma sama anak teknik kamu bisa menggantungkan harapan!

“Walaupun anak Teknik kucel pas kuliah, percayalah begitu mereka lulus pekerjaan mereka akan “berkelas.” Gak jarang gajinya bisa 2 digit, bahkan untuk fresh graduates. Tentunya ini bisa memberikan kenyamanan bagi kamu yang memiliki pacar anak Teknik, hahahaha. “

GSW, Lulusan Teknik Pertambangan ITB

10. Mereka Adalah Pribadi yang Menjunjung Tinggi Perkawanan dan Persaudaraan

Bromance-nya kental via www.facebook.com

Kehidupan yang “keras” di fakultas membuat mahasiswa FT sangat dekat antara satu sama lain.  Teman senasib sepenanggungan saat praktikum, lembur tugas, dan nge-lab juga akan jadi kawan main di luar kuliah. Bolo dupak (teman yang tidak keberatan saling menendang – red), begitu ujar Eros Ainurahman, lulusan Teknik Sipil UGM.

Kentalnya ikatan perkawanan ini membuat hubungan antar anak Teknik sudah seperti saudara. Saat ada salah satu orang yang mendapat masalah, bolo dupak yang lain akan dengan sigap membantu. Ibaratnya nih, sesama anak Teknik akan siap pasang badan untuk saling menolong.

Dan bukankah ia yang bisa menghargai kawan-kawannya juga pasti akan lebih bisa menghargai pasangannya?

11. Pacaran Sama Anak Teknik Gak Perlu Khawatir Mereka Clingy. Anak Teknik Sejati Selalu Punya Bromance-nya Sendiri 

Mereka punya bromance sendiri via www.facebook.com

Seperti sudah diungkapkan di poin sebelumnya, anak Teknik itu biasanya identik dengan pertemanan yang kental. Pacaran sama salah satu dari mereka, gak perlu khawatir mendapat pasangan yang clingy dan selalu ingin bersama. Mereka punya dunia lain di luar dirimu dan hubungan yang kalian jalani.

Kadang justru kamu yang malah sering cemburu karena merasa dinomorduakan. Soal tugas kuliah dan kumpul-kumpul bersama teman, mereka tak boleh absen. Tapi bersama mereka, kamu tak akan merasa “terkurung”. Mereka pandai menjaga jarak, pintar mengatur spasi agar tak cepat merasa bosan.

12. Kalau Kamu Cewek, Punya Cowok Anak Teknik Akan Menghindarkanmu Dari Rasa Cemas Dan Cemburu

Ceweknya sedikit, gak perlu cemburu via www.facebook.com

Mayoritas mahasiswa Fakultas Teknik berjenis kelamin laki-laki. Di dunia kerja nanti pun, kebanyakan rekan mereka juga akan berjenis kelamin lelaki. Bagi para cewek, Fakultas Teknik adalah fakultas yang aman untuk mencari calon pacar. Masa depannya cerah, gak banyak saingan, dan minim rasa cemburu.

Minimnya populasi perempuan di Fakultas Teknik juga membuat cowok Teknik terlihat lebih cute saat sedang PDKT. Mereka yang dari luar kelihatan garang dan lakik bisa jadi lembut dan tampak benar-benar ingin mendapatkan perhatianmu. Walau canggung, tapi anak-anak Teknik akan bisa memperlakukan wanita dengan tulus dan menjaga mereka baik-baik.

Bukan hanya bebas dari rasa cemburu, pacaran sama anak Fakultas Teknik juga membuatmu bisa lebih merasa cantik. Karena di lingkungan sehari-hari jarang bertemu wanita, penampilanmu yang sebenarnya biasa saja juga akan tampak “wah” di matanya.

Satu lagi kelebihan yang akan kamu, para cewek, dapatkan kalau mau pacaran sama anak Teknik: NYARINYA GAMPANG! Paling juga hidupnya di kampus lagi, kampus lagi.

13. Anak-Anak Teknik Adalah Pekerja Keras yang Tetap Punya Waktu Menggiati Hobi: Ini Sikap Idealis yang LANGKA

Kuliah jalan, hobi juga jalan via www.facebook.com

Pendidikan di Fakultas Teknik yang padat dan keras tidak ayal membuat anak-anak Teknik kehilangan banyak waktu untuk bersenang-senang. Namun, inilah uniknya anak Teknik. Sesibuk dan sepadat apapun jadwal kuliah, mereka tetap punya waktu untuk menggiati hobi demi menjaga kewarasan diri.

Tengok saja band dangdut The Kandang yang ada di Teknik Sipil UGM. Atau lihatlah anak-anak Teknik yang tetap bisa mendaki gunung tiap akhir pekan. Dibalik stigma bahwa mereka hanya berkutat dengan rumus dan angka, sebenarnya anak-anak Teknik adalah pribadi idealis yang tahu cara menyeimbangkan hidup.

14. Belajar Di Fakultas Teknik Membentuk Mereka Jadi Orang Dengan Loyalitas Tinggi

Kalau sama fakultas aja loyal, gimana sama kamu? via fakhria.wordpress.com

Anak Teknik kerap identik dengan “Jiwa Korsa” (rasa cinta almamater – red) yang kuat. Kecintaan dalam pada fakultas, jurusan, dan almamater ini timbul dari proses orientasi yang tidak ringan. Maka tidak heran, jika hingga lulus dan bekerja pun ikatan sesama anak Teknik dari universitas yang sama akan terjalin dengan erat.

Loyalitas yang besar pada fakultas dan almamater ini juga ikut terbawa sampai dalam hubungan dengan teman yang sama-sama berjuang sebagai mahasiswa teknik. Jika pada almamater dan teman saja mereka loyal, bisa bayangkan betapa loyalnya mereka pada pasangan?

15. Kemampuan Membawa Diri Anak-Anak Teknik Pun Jawara

Punya kemampuan membawa diri yang jawara via wiryanto.wordpress.com

Anak Teknik biasa bergaul dengan banyak orang dari berbagai latar belakang. Mulai dari sesama mahasiswa, dosen, laboran, mandor proyek, hingga tukang di proyek. Mereka adalah manusia yang dibentuk dengan keras secara fisik dan logika, dengan kemampuan sosial yang tetap jawara.

Gak perlu khawatir dia kagok dibawa ke tengah keluargamu yang heboh. Di proyek tempatnya magang dulu, dia sudah pernah merasakan penyesuaian sosial yang lebih berat.

16. Di Balik Semua Kelebihan yang Dimiliki, Mereka Tetap Rendah Hati. Tak Jarang Mereka Merasa Belum Layak Dipacari.

Walau udah kerja di Harliburton, selooow via sirandinugraha.blogspot.com

Walau sudah bekerja dan mendapatkan nominal gaji yang WOW, anak-anak Teknik cenderung tetap rendah hati. Merasa dirinya masih biasa-biasa saja. Penampilannya pun tak banyak berubah. Masih tetap dengan pakaian kasual dan senyum ceria yang selalu ada di diri mereka sejak masih jadi mahasiswa.

“Ah, aku cuma pegawai swasta kok.”

Pram, alumni Teknik Elektro UGM, kini bekerja di perusahaan minyak internasional

Sifat tidak jumawa ini juga ditunjukkan oleh Eros, alumni Teknik UGM yang juga Hipwee ajak berkorespondensi demi pembuatan artikel ini. Dengan pencapaian dan pekerjaannya yang tergolong mapan, ia tetap merasa belum layak dipacari.

“Hahaha anak Teknik biasa aja kok. Gak usah pacaran sama anak Teknik, PLZ, hahahahhaha.”

Sifat rendah hati macam ini kini mulai langka dalam kehidupan kita sehari-hari ‘kan?

Apakah kamu sepakat bahwa mereka yang mahasiswa dan lulusan Fakultas Teknik memang layak dijadikan pasangan? Kalau memang iya, jangan sia-siakan pasanganmu yang anak Teknik ya! Pasangan seberkualitas mereka kini makin langka, lho!