Sadar atau nggak, insecure nggak hanya muncul saat lagi sama teman-teman atau di kantor. Karena ternyata insecure ada juga dalam hubunganmu sama pasangan. Berantem? Nggak usah ditanya. Padahal, kalian bisa saja harmonis terus tanpa perlu renggang gara-gara kamunya insecure.

Insecure itu bikin berlebihan terhadap suatu hal yang berkaitan sama pasangan. Misalnya, tiba-tiba membandingkan dirimu dengan mantan dia atau curigaan melulu kalau dia lagi terima telepon. Kalau sering kaya gitu lama-lama pasangan bete dong? Untuk itu, simak lima cara yang bisa kamu terapkan buat mengatasi insecure dalam hubungan. Biar adem-ayem terus sama kesayangan.  ~

1. Kamu merasa pasangan bete sama dirimu cuma karena melihat dia sibuk dengan ponselnya? Padahal prasangkamu belum tentu benar dan harusnya sikapmu biasa saja

Sibuk sama ponselnya via unsplash.com

Advertisement

Namanya juga hidup di era digital, pasanganmu pasti kerap main ponsel sekadar cek media sosial (medsos), baca berita, atau main games. Yah, mirip-mirip sama kamu ‘kan? Tapi karena insecure, kamu jadi berpikir kalau dia alihkan kebosanannya sama kamu dengan main ponsel. Cara untuk mengatasinya yang pertama yaitu jangan protes ke dia dengan bilang “dari tadi main ponsel terus sih, akunya dicuekin! Bete ya kamu sama aku?!”. Kedua, lebih baik cari cara lain semisal ajak dia pergi atau belikan dia camilan biar aktivitas main ponselnya berhenti. Dengan begitu, hubungan kalian jadi agak cair dan kamu pun bisa kepoin ke dia pelan-pelan soal kenapa dirinya yang sibuk terus sama ponsel. ‘Kan kamu jadi bisa tahu kalau dia beneran lagi bosan sama kamu atau nggak.

2. Saat kamu membandingkan dirimu sama mantannya, selain nggak ada manfaatnya, kamulah yang sekarang ada di kehidupannya

Membandingkan diri sendiri dengan mantannya via unsplash.com

Paling sering insecure muncul dalam hubungan itu kayak membandingkan dirimu sama mantannya pasangan. Nggak ada apa-apa, tiba-tiba saja kamu kepikiran masa lalu pasangan dan insecure sendiri karena jadi bandingkan diri sama si mantan. Duh, ada manfaatnya? Sama sekali nggak. Kamu hanya buang-buang waktu kalau begitu terus. Hal seperti itu pasti dilandasi dengan rasa cemburu juga. Pikirkan lagi deh kalau mau tetap begitu.

Lagi pula, apalah artinya mantan, toh dia sekadar orang di masa lalu pasangan. Dan yang sekarang diinginkan oleh pasanganmu kan ya kamu seorang, bukan mantannya.

3. Belum tentu, “terlalu ramahnya” dia ke orang lain berarti genit. Bisa saja ada tujuan lain seperti untuk jalin kerjasama bisnis, jadi harusnya kamu ikut mengenal siapa saja yang dekat dengannya

ramah belum tentu genit

Advertisement

Kalau insecure sudah mendarah daging, kayaknya apapun yang pasangan lakukan bakal kamu curigain terus. Contoh sederhananya yaitu dia yang menurut kamu “terlalu ramah” ke orang lain. Dia yang gampang senyum, humble, dan nggak segan membantu malah kamu anggap genit cari perhatian. Sebelum berprasangka seperti itu, ada baiknya kamu pikirkan lagi – sudah seberapa kenalnya kamu ke pasangan? Karena siapa tahu dia memang orangnya super baik sama siapapun. Atau bisa saja pasanganmu itu memang sengaja untuk memuluskan rencananya yang pengen ajak kerjasama lawan jenis. ‘Kan kalau sudah lebih akrab untuk jalin bisnis bareng bisa lebih selow.

Kalau memang masih yakin dia itu genit, kamu bisa ajak bicara baik-baik sambil lakukan aktivitas seru. Kamu juga bisa ungkapkan saat itu juga kalau kamu keberatan dengan sikapnya yang seperti itu ke lawan jenis biar dia lebih mengerti.

4. Inscure kadang muncul sama latar belakang pasangan yang keren, terus kamu merasa remah-remah. Padahal harusnya kamu percaya diri, kalau dia tahu keistimewaanmu ini

dia pilih kamu

Bukan hanya dari orang lain, insecure bisa muncul karena pribadi pasangan. Seperti latar belakang keluarga dan pendidikannya yang keren, atau kariernya yang membanggakan. Sedangkan kamu yang cuma karyawan biasa, freelancer, atau baru mulai bisnis kecil-kecilan merasa nggak ada apa-apa dibanding pacar sendiri. Coba dari sekarang belajar menerima keadaan pasanganmu yang begitu. Tapi di di sisi lain, kamu juga harus yakinkan diri kalau dia yang sehebat itu saja tetap milihnya kamu, bukan orang lain.

Mungkin, kamu merasa masih banyak orang lain yang lebih keren dari kamu. Tapi, balik lagi toh dia pilihnya kamu – yang berarti kamu punya keistimewaan yang nggak orang lain punya dong? Lebih baik kamu banyak bersyukur karena pasangan yang menurutmu sebegitu kerennya bisa mau sama kamu.

5. Pasangan punya pergaulan luas dan temannya ada di mana-mana, sedangkan temanmu itu-itu saja. Tak perlu berpikir macam-macam, tapi belajar lah dari caranya bersosialisasi

lingkungan pergaulannya luas

Lingkungan pergaulan pasangan yang luas kadang bisa jadi pemicu insecure dalam diri. Kayaknya pergi ke mana-mana kok ada saja yang menyapanya, sedangkan kamu beda. Terlebih, teman-teman pasangan tipe yang senang menjaga hubungan baik, jadi masih akrab deh sampai sekarang. Di sisi lain, kamu yang punya teman dekat hanya beberapa orang saja. Padahal, dengan lingkunganmu yang cuma itu-itu saja bisa kamu bikin momen yang memperkuat kalian.

Jumlah teman yang nggak banyak tentu lebih mudah mengkoordinirnya dong? Pertemanan kalian pasti adi lebih solid dan fokus karena hanya sedikit. Coba bayangkan pasanganmu yang lingkungan pertemanannya luas banget. Dia pasti sering ngeuh dengan keadaannya semisal nggak enak mau nolak ajakan kumpul atau cape karena sibuk nongkrong sama si A dan B. Kamu bisa jadikan yang pasanganmu lakukan itu sebagai contoh dan motivasi untuk mempererat hubunganmu dengan teman.

Kalau kamu masih merasa insecure, coba lakukan lima hal tadi ya. Karena siapa tahu membantu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya