Dewasa biasanya identik dengan kebebasan untuk melakukan banyak hal. Bebas membeli apapun dengan penghasilan sendiri, bebas memilih pekerjaan yang paling pas di hati, bebas berkata ‘Tidak‘ saat ada hal yang tidak ingin dilakoni.

Dewasa berarti ruang lapang untuk mengeliminasi apa yang tidak ingin kamu jalani. Menemukan hal yang benar-benar kamu nikmati.

Advertisement

Tapi ada sisi lain dari menjadi dewasa yang jarang dibicarakan orang. Tentang bersahabat dengan hati. Mencari cara untuk menyembuhkan patah hati. Jatuh cinta dengan orang yang sama, lagi dan lagi 🙂

Meninggalkan saat kecewa memang quick fix yang mudah. Tapi kamu tidak dididik untuk pergi hanya karena berdarah-darah

couple-cuteness-hug-love-Favim.com-407228

Ketika dihadapkan pada hal yang membuat lubang di hati, jalan termudah untuk menyelesaikannya kadang memang pergi. Toh pintu keluar sudah tersedia. Kita tinggal memanfaatkan dengan memutar kenopnya saja.

Sebut saja ketika dia tidak bisa memenuhi ekspektasi. Atau ketika dia melakukan sesuatu yang membuat kita menangis sambil memeluk diri sendiri. Berjalan ke pintu exit jadi pilihan paling simpel dan nampaknya menyenangkan. Namun bukankah kita tidak dididik untuk jadi manusia lemah yang langsung memilih pergi hanya karena sedikit berdarah?

Advertisement

Ada cadangan vitamin K dosis tinggi yang mampu menyelamatkan ketika darah mengucur tanpa henti. Semestinya kita tidak menyerah hanya karena ini.

Menjadi dewasa sepaket dengan satu konsekuensi: kita mesti terima jika hati berderak. Sesekali

hipwee-portland-wedding-photographer-0016

Life is not always love and butterfly. Sesekali kamu akan menemui keadaan yang membuatmu memaki dan bilang, “Iih begini amat ya? Kok kayaknya semesta sama sekali nggak mendukung semua usaha ini?” Mulai dari urusan pekerjaan sampai perkara perasaan — membuatmu harus meluaskan dada untuk menerima berbagai keadaan.

Di kali lain kamu harus menekan ego sendiri. Berusaha menerima jika tidak semua berjalan sesuai dengan yang kita kehendaki. Pasangan yang sudah membersamai sekian lama memilih menunda pernikahan demi mengejar mimpinya. Tuntutan pekerjaan membuat kalian harus tinggal di kota berbeda, sementara.

Patah hati sudah lebih dari hitungan jari. Berkali-kali kamu mesti kembali membangun keyakinan pada diri sendiri. Mantra, “Jalani saja. Nanti pasti ada jalannya” sudah jadi andalan ketika ingin memilih pergi.

Jadi dewasa memang sesederhana ini. Menerima bahwa hidup tidak selalu mulus, merayakan hati yang berderak dengan kepala tegak. Memahami kalau hati yang patah adalah bagian yang harus dicintai, bukan dicari potongan pelengkapnya tanpa henti.

Belajar jatuh cinta pada orang yang sama berkali-kali. Tidak ada yang bilang ini mudah. Tapi jelas berarti

shutterstock_190050413

Jadi dewasa seharusnya datang sepaket dengan kekuatan untuk tetap bertahan ketika hidup sedang ngehek-ngeheknya.  Bertahan dalam komitmen yang sudah disepakati, walau ada kesempatan untuk pergi.

Patah hati, jatuh cinta lagi, belajar jatuh cinta dengan orang yang sama berkali-kali. Kedewasaanmu akan diuji di sini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya