Buat seorang cewek, memutuskan untuk menikah itu nggak mudah. Tak cuma bahagia, ada resiko yang harus ditanggung berdua setelah hidup berumah tangga. Menikah bukan akhir dalam perjalanan cinta, tapi justru permulaan dari sebuah hubungan yang nggak bisa lagi berhenti di tengah jalan karena alasan bosan.

Banyak hal yang perlu dijadikan pertimbangan sebelum menikah. Bukan karena nggak cinta, tapi pastikan kamu mengambil keputusan ini karena memang ada keyakinan disana. Keyakinan itu harus segera kamu dapatkan, karena menikah tanpa keyakinan akan membuat kamu menyesal kemudian. Tanyakan pada dirimu sendiri 10 pertanyaan ini, jika kamu sudah menemukan jawabannya, berarti kamu sudah siap melangkah.

1. Apa yang membuatmu jatuh cinta, dan kemudian memutuskan bertahan padanya hingga sekarang?

Apa yang membuatmu jatuh cinta via www.logancoleblog.com

Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tapi siapa sangka kalau ini bisa mengusikmu suatu saat nanti. Jika jawabannya adalah karena dia sosok yang tampan dan baik, bukankah setiap lelaki itu tampan dan juga mempunyai sisi baiknya tersendiri? Dia  tentulah memiliki ‘sesuatu’ yang tidak dimiliki pria lain, hingga kamu bersedia bertahan dengannya melewati masa pacaran yang nggak sebentar itu.

Pertanyaan ini penting karena alasan mencintai seseorang akan jadi alasan kenapa kamu enggan berpaling, lalu mencari yang lebih baik lagi. Kalau buat kamu dia telah cukup melengkapimu, itu adalah jawaban yang pantas membuatmu merasa puas.

2. Apakah kamu akan bahagia dengan menikah dengannya?

Advertisement

apa kamu bisa merasakan bahagia via www.logancoleblog.com

Menikah dan kemudian tinggal bersama tentu tidak akan selamanya bahagia. Ada masanya masalah datang dan kamu hanya memiliki dia sebagai tempatmu berbagi cerita.

Apakah kamu telah siap menahan egomu demi memikirkan hubungan kalian berdua yang mesti dijaga dan dipertahankan. Apa kamu juga telah bersedia mengalah suatu saat nanti?

3. Mungkin kamu pikir telah mengenal dia seutuhnya. Tapi, bersediakah kamu tetap tinggal kala sisi gelapnya tampak?

sekalipun sisi gelapnya datang via www.sincerelykinsey.com

Semasa pacaran memang sudah ada waktunya kalian saling mengenal sifat masing-masing. Namun, bukan berarti kamu dan dia telah saling mengenal seutuhnya. Mungkin banyak sifat darinya yang selama ini masih tersamarkan.

Bukan lagi perkara dia yang gemar menaruh handuk basah di tempat tidur atau malas mandi pagi. Tapi lebih seperti bagaimana cara dia melampiaskan emosinya dan bagaimana sikapnya saat menghadapi masalah. Cintamu diuji bukan saat pertama kali jatuh cinta, namun saat pasanganmu menampakkan kekurangannya.

4. Apa kamu sudah ikhlas meninggalkan semua kebebasanmu untuk tetap tinggal dan merawat keluargamu?

bersediakah nggak lagi bebas via dylandsara.com

Ketika memutuskan menikah, tentu ada beberapa hal yang dikorbankan. Entah pendidikan yang baru setengah jalan, atau mungkin cita-cita yang masih jadi angan-angan. Tapi itulah pilihan yang mesti kamu pilih salah satunya. Mungkin terdengar tidak adil untukmu karena kamu akan lebih banyak tinggal di rumah dan mengurus keperluan. Tapi memang itulah tugas dan kewajibanmu.

Sudah siapkah kamu melepaskan kebebasanmu untuk menetap pada dia selamanya?

5. Selamanya bukan waktu yang sebentar. Akankah kamu tetap padanya, bahkan saat rasa bosan datang?

Mampukah tetap bersama via www.sincerelykinsey.com

Menikah itu artinya kamu akan bersama satu orang yang sama, seumur hidup. Selamanya. Ah, selamanya itu bukan waktu yang sebentar. Bukan seperti masa pacaran yang tahunya hanya bahagia dan hura-hura. Saat memutuskan untuk menikah, kamu tidak lagi bisa mundur atau berhenti di tengah jalan. Setiap hari kalian akan bertemu, menjalani hari berdua hingga lanjut usia.

Rasa bosan itu lumrah dan akan dirasakan siapapun. Jika saat pacaran kalian bisa berhenti dan bilang putus, kamu dan pasanganmu tidak bisa melakukan itu saat menikah. Tanyakan pada dirimu sendiri, apa saat fase bosan itu datang, bersediakah kamu tetap di sampingnya?

6. Apakah kamu mau menjadikan keluarga kecil kalian sebagai rumah untukmu berlabuh?

Keluarga jadi prioritasmu via logancoleblog.com

Setelah menikah, rumah bukan lagi soal bangunan. Tetapi lebih dari itu, rumah adalah tentang sosok yang selalu membuatmu ingin pulang. Sepenat apapun masalah yang terjadi di rumah dan menimpa keluarga kecilmu, apakah kamu tetap menjadikannya sebagai tempat berlabuh. Kamu tidak siap menikah, jika setiap ada permasalahan selalu masih mencari pelarian.

7. Kamu akan jadi orangtua setelahnya. Bisakah kamu dan pasanganmu saling dukung demi masa depan buah hati kalian?

saling mendukung via www.logancoleblog.com

Setiap pasangan yang memutuskan untuk menikah, pasti ingin memiliki anak. Menjadi orangtua dengan segala suka dukanya. Akan jadi manusia seperti apa anakmu kelak, adalah hasil didikan orangtuanya. Kamu harus paham bahwa menjadi seorang ibu tidak mudah serta tingkat kesabaran yang mesti ditambah. Kamu dan pasanganmu kelak harus bisa saling bahu membahu untuk membesarkan anak-anak kalian, dan membangun keluarga yang penuh cinta.

8. Hidup nggak akan selalu diatas. Apakah kamu bisa menerima dan tetap mendukung pasanganmu kala masa sulit itu datang?

bersediakah selalu mendampingi via dylandsara.com

Setelah menikah, masalahmu dan pasanganmu bukan hanya tentang apa yang akan kamu suguhkan untuk makan malam nanti. Selama masih hidup di dunia, tidak akan terlepas dari yang namanya masalah. Pernikahan kalian juga seperti itu. Seperti masalah keuangan yang kerap jadi sumber perdebatan.

9. Bisakah kamu dan pasanganmu tetap berbahagia setelah menikah?

Bisakah bahagia setelah menikah? via www.logancoleblog.com

Bisakah kamu meyakinkan dirimu sendiri untuk tetap bahagia? Bahkan di saat pasanganmu menjadi pribadi yang paling menyebalkan sekali

10. Dan, apakah kamu bisa tetap mencintai pasanganmu dengan cara dan kadar yang sama?

selalu mencintai dengan cara yang sama via bridalmusings.com

Menikah dan melewati banyak masalah, merasa bosan, dan mungkin tak menyangka kalau pasanganmu memiliki sifat yang selama ini samar untukmu. Banyak kejutan yang mungkin akan mengubahmu menjadi seseorang yang berbeda untuknya. Tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu bisa tetap pada dia dan mencintainya dengan cara yang sama pula?

Kalau sudah menjawabnya dengan tenang, kamu bisa melangkah ke jenjang selanjutnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya