Kamu mungkin kerap mendengar ketika pacarmu mengatakan “Iya, Sayang aku janji bakalan berubah.” atau banyak janji-janji lain darinya. Dan kamu mengangguk saja tanda percaya.

Bila ditanya kenapa begitu percaya dengan janji-janjinya, kamu mungkin menganggap janji-janjinya adalah sebuah komitmen yang sudah semestinya kamu percaya. Tapi terlalu banyak bilang janji nyatanya juga tak baik untuk dirimu dan juga pacarmu sendiri yang sering bilang janji. 5 alasan ini akan meyakinkan kamu untuk berpikir ulang memiliki hubungan yang serius dengan cowok yang suka mengumbar janji. Bahayanya, bisa jadi, janji hanyalah sekadar mainan buatnya.

1. Cowok baik justru takut banyak bilang janji. Karena pada kenyataannya semua orang pun bisa menjanjikan hal yang sama

semua orang juga bisa berjanji

semua orang juga bisa berjanji via nouba.com.au

Advertisement

Kalau urusan janji, cowok memang juara. Jangankan untuk janji ajakan kencan di malam minggu, janji membangun masa depan berdua juga akan ia katakan untuk membuat pacarnya merasa tersanjung dan bahagia.

Namun yang perlu kamu tahu, cowok baik justru malah akan takut untuk mengucapkan kata janji pada kekasihnya, sekalipun hanya sekadarnya. Karena cowok baik paham betul bahwa janji justru akan melukai ketika tidak mampu dilunasi dengan baik. Itulah mengapa, kamu jangan bangga dengan pacarmu yang kerap menjanjikan banyak hal padamu, apalagi jika satu saja belum nampak bukti apa-apa.

Pikir-pikir lagi untuk meyakinkan hatimu, bahwa pacarmu kini adalah orang yang tepat. Karena siapa pun juga bisa menjanjikan hal yang sama bahkan lebih indah dari pacarmu. Waktumu terbuang sia-sia untuk menunggu pembuktian dari pacarmu, yang nyatanya tak ambil pusing dengan apa yang pernah dia ucapkan.

2. Buatnya janji adalah hal yang mudah dan tidak ada bedanya dengan kalimat biasa. Dengannya, janji kehilangan arti sebenarnya

kamu kehilangan makna janji

kamu kehilangan makna janji via nouba.com.au

Advertisement

Pahamilah, bahwa janji bukan sebuah kata biasa yang bisa diucapkan sembarangan. Janji bukan seperti kata kerja lain yang elastis dan bisa seenaknya dilakukan atau tidak. Maka dari itu, kamu justru patut mempertanyakan kesungguhan pacarmu kalau dia sering bilang janji padamu. Apakah dia mampu mewujudkan semuanya?

Jika dia menjanjikan banyak hal padamu, jangan menelannya mentah-mentah. Apalagi malah merasa beruntung dan kegirangan. Karena sesungguhnya, keseriusan akan ditunjukkan dengan tindakan nyata bukan janji semata. Toh hingga kini ia tak menampakkan tanda untuk segera merealisasikan janjinya tersebut. Dia menggampangkan apa yang pernah diucapkan padamu. Sementara kamu, banyak berharap pada ucapannya.

Tak ada salahnya untuk kembali menimbang keinginanmu untuk memiliki hubungan yang serius dengannya. Apalagi melihat sifatnya yang gampang berjanji dan tidak diikuti dengan perbuatan yang mendukung ucapannya. Dengannya, janji kehilangan makna, janji tak seserius apa yang kamu ingin ia wujudkan, karena buatnya janji adalah kata biasa yang, untuk menenangkan gelisahmu sesaat.

3.Tidak ada yang tahu perihal masa depan, semua hal bisa berubah. Masa depan baiknya diusahakan, bukan hanya jadi wacana

baiknya diusahakan bukan dijanjikan

baiknya diusahakan bukan dijanjikan

Menyenangkan memang mendengar janji demi janji yang diucapkan pacar. Rasanya beruntung menjadi satu-satunya orang yang kelak akan diberikannya tanggung jawab sebagai teman hidup. Kamu pastinya kerap terbuai dengan apa yang ia katakan, padahal itu masih sebatas awang-awang.

Pacarmu mungkin sering berkata, “aku janji setelah lulus dan wisuda nanti, aku akan nikahin kamu.” Kamu pasti girang bukan kepalang, karena akhirnya ia memberikan kepastian. Namun, yakinkah kamu bahwa itu adalah kepastian? 5 tahun atau berapa lama yang ia janjikan bukanlah waktu yang sebentar. 5 menit mendatang saja kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi, lalu bagaimana dengan bertahun-tahun setelah janjinya diucapkan. Masihkah kamu dan dia, memiliki rasa yang sama?

Keseriusan seseorang tidak pernah bisa dinilai dari apa yang pernah ia ucapkan, karena ucapan bisa saja diingkari. Begitu juga soal masa depan yang hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui. Bila nyatanya mencintaimu, ia tidak akan membuatmu menunggu janji-janjinya saja, tapi dia akan mengusahakan untuk segera membuatmu bahagia tanpa banyak bicara.

4. Dengannya, kamu bukan diajarkan mencintai dengan ikhlas. Tapi kamu bertahan karena hanya menunggu dari janji-janjinya saja

kamu hanya terus menunggu pembuktiannya

kamu hanya terus menunggu pembuktiannya via elizabethwellsphoto.com

Kisah cinta yang indah, adalah ketika kamu bisa mencintai pacarmu tanpa beban. Kamu dan dia saling mengusahakan, saling mendoakan. Bukan malah satun menjanjikan kebahagiaan, sementara yang lain menunggu saja untuk sebuah pembuktikan.

Dengannya, kamu tak bisa mencintai dia apa adanya. Karena kamu terus menuntut dia menjadi seperti apa yang pernah dijanjikannya padamu. Cintamu tidak tulus seperti apa yang diinginkan, karena kamu hanya bertahan dari apa yang pernah dikatakannya padamu. Janji yang berlebihan menuntutnya menjadi seseorang yang tertekan. Kamu dengan segala tuntutan dan dia yang sudah terlanjur basah dengan segala kata-katanya.

Cinta memang butuh pengorbanan, tapi bukan hanya salah satu yang mesti membuktikannya. Cinta memang butuh bahagia, namun bukan dihibur dengan janji-janji saja. Akan lebih indah bila pengorbanan sama-sama dilakukan dalam diam dan doa, ‘kan?

5. Ia terlalu banyak janji, sementara kamu banyak menuntut. Cinta bukan seperti itu seharusnya

karena kamu terlalu banyak menuntut

karena kamu terlalu banyak menuntut via elizabethwellsphoto.com

Mungkin setelah membaca pengertian diatas, kamu akan merutuki kisah cintamu bersama dia yang nyatanya tak pernah ada wujud nyatanya. Namun kamu tak boleh lupa, lelakimu tidak akan berjanji macam-macam, bila kamu pun tak menuntutnya secara berlebih, yang di luar kapasitas pacarmu. Dia terpaksa menjanjikan sesuatu hanya untuk menyenangkan dan menenangkan hatimu. padahal, apa yang ia katakan belum jadi bayangannya.

Jangan hanya menyalahkan dia, tapi introspeksilah kenapa dia mulai banyak berjanji sampai akhirnya kewalahan sendiri. ya, bisa jadi itu semata-mata karena merasa terbebani denganmu.

Kamu pasti tahu kalau cinta bukanlah saling menuntut dan berjanji, tapi saling mengusahakan untuk tetap bersama tanpa harus melakukan suatu pemaksaan dan merasa dipaksa untuk mengiakan. Cinta adalah saling menerima dan saling jujur tentang kapasitas masing-masing.

Beberapa orang berpikiran bahwa janji adalah wujud komitmen dari sebuah hubungan. Tapi banyak hal yang tak bisa menjadikan janji-janji itu sendiri sebagai jaminan. Lagipula, cinta tak hanya puas dengan kata-kata, cinta akan merasa terbayar dengan sebuah tindakan tanpa banyak bicara.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya