Saat kamu mencintai seseorang, pasti akan berharap bahwa dia adalah yang terakhir dan selamanya. Tapi kadang, dalam sebuah hubungan ada kondisi-kondisi dimana kamu dan pasangan sama-sama merasa lelah dan bosan. Memilih mengakhiri hubungan daripada harus susah payah memperjuangkan.

Nah, kondisi-kondisi seperti apakah yang justru akan memantapkan langkahmu untuk putus dengan pasangan? Di artikel kali ini, Hipwee akan menguraikannya.

Hubungan cinta sepatutnya membuatmu bahagia. Tapi jika kamu lebih sering bersedih karenanya, buat apa bertahan dengan dia?

Tak ada bahagia yang lagi ku rasa

Tak ada bahagia yang lagi ku rasa via imgarcade.org

Advertisement

Yang dicari dari membangun sebuah hubungan adalah kebahagiaan. Tujuan sesederhana itu kadang sulit terwujud. Pada awal membangun sebuah hubungan tentu segala momen indah bersama pasangan sering dirasakan.

Tapi, seiring berjalannya waktu, tiba-tiba saja kamu tak lagi merasakan yang sama. Entah bosan atau memang sudah tak sepaham lagi. Yang jelas saat salah satu dari kalian merasa tidak bahagia lagi, hubungan itu akan sulit untuk dipertahankan dan entah sampai kapan kalian bisa bertahan. Kelanjutannya adalah pilihan setiap pasangan, apakah akan menyerah dengan keadaan ini atau melanjutkan tanpa kejelasan.

Kamu dan pasangan seharusnya tak saling menghakimi. Dia yang benar-benar mencintai tak akan memaksamu mengubah diri.

Biarkan aku menjadi diriku sendiri

Biarkan aku menjadi diriku sendiri via pixshark.com

Awal memulai sebuah hubungan adalah ketertarikanmu terhadap kepribadian pasangan. Tapi, ketika salah satu di antara kalian mencoba mengubah kepribadian, pikirkan lagi tentang kemungkinan untuk melanjutkan hubungan.

Advertisement

Jika dia ingin mengubahmu, tandanya ada rasa tak nyaman yang ia rasakan saat bersamamu. Secara tidak langsung artinya dia tidak bisa menerima apa adanya dirimu. Berubah demi kebaikan tentu wajar saja, tapi jika perubahan itu hanya menuruti inginnya tentu hal itu keliru. Percayalah keadaan seperti ini tidak akan berhasil, karena setiap orang harus menjadi diri sendiri dengan pasangan yang mau menerima dirimu apa adanya.

Ketika bersamanya membuatmu insecure dan takut kehilangan, bisa jadi hubungan itu memang tak layak dipertahankan.

Aku menjadi penakut dan tergantung padamu

Aku menjadi penakut dan tergantung padamu via www.playbuzz.com

Membina hubungan dengan seseorang bukan berarti kamu tergantung padanya. Hubungan juga tidak di bangun untuk menghalangimu untuk mengembangkan kemampuan dan minat masing-masing. Sepasang kekasih tentu harus saling memberi semangat dan saling memberi kekuatan untuk bisa mandiri dan mengerjakan apa yang diingini masing-masing. Jika kamu atau pasanganmu justru sibuk dengan perasaan insecure dan takut kehilangan, mungkin lebih baik jika kalian mengakhiri hubungan.

Perasaan cinta tak selayaknya dibiarkan begitu saja, tapi dijaga agar terus menyala. Namun apakah kamu dan pasanganmu mau sama-sama berusaha?

ketertarikan yang tak bisa lagi ku nikmati

ketertarikan yang tak bisa lagi ku nikmati via imgarcade.org

Dulu, banyak hal yang membuat kamu dan pasanganmu saling tertarik. Tak mau lama-lama berjauhan, hampir selalu berbagi kejutan, dan gigih menjaga agar hubungan cinta itu tetap hangat dan menyenangkan.

Namun apa yang terjadi setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun kalian lalui? Masihkan perasaan sayang dan cintamu sebesar dulu? Masihkah sikap pasangan sehangat yang dulu? Hubungan cinta itu bisa berhasil dan langgeng ketika kalian mau sama-sama berusaha. Bukan salah satu saja, tapi kedua-duanya punya niat yang sama besarnya.

Bahagiamu mungkin tak sebesar dulu. Ketika kamu mulai ragu dengan pasanganmu, lebih baik jujur dan memilih yang terbaik untuk dirimu.

Tak lagi merasa seberuntung dulu

Tak lagi merasa seberuntung dulu via imgsoup.com

Memilih seseorang untuk membangun sebuah hubungan bukan perkara mudah. Dulu, kamu mungkin merasa jadi orang paling bahagia di dunia karena berhasil mendapatkannya. Tapi, apakah sampai hari ini kamu masih merasakan hal yang sama? Ataukah kamu justru mulai ragu dengan dia yang jadi pendamping pilihanmu?

Perkara perasaan memang bukan ilmu pasti. Pernah begitu bahagia memilikinya bukan berarti selamanya akan sama. Setiap proses yang kalian lewati bersama justru akan membuatmu semakin dewasa dalam memilih. Apakah akan tetap bersamanya atau memilih putus dan mencari selainnya? Kamu berhak memutuskannya.

Kalian adalah sepasang individu mandiri. Jika pasangan membuatmu semakin terobsesi, pilihan terbaik justru segera pergi dari dia yang sangat kamu cintai.

Aku merasa biasa saja saat kau tak memberi kabar

Aku merasa biasa saja saat kau tak memberi kabar via www.chickensmoothie.com

Ketika kamu benar-benar mencintai seseorang, khawatir menjadi hal yang sangat wajar terjadi. Rasa khawatir menunjukan kalau kamu peduli dan takut jika terjadi apa-apa terhadap dirinya. Hal itu adalah bentuk rasa cinta yang kamu punya.

Tapi bukan berarti kamu boleh terobsesi pada pasanganmu sendiri. Merasa terlalu khawatir jika berjauhan dengannya. Mudah marah jika dia terlihat dekat dengan teman-temannya, bahkan merasakan sedih yang berlebihan ketika kalian sedang bertengkar. Tanda-tanda bahwa kamu mulai terobsesi dengan pasangan harus disadari. Dan ketika hal itu benar-benar terjadi, akan lebih baik jika kalian segera berpisah demi hidup yang lebih baik lagi.

Perasaan cinta tak pernah bisa dipaksakan. Jangan pernah memilih bertahan jika keputusan yang terbaik adalah perpisahan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya