Bagimu, waktu terasa terlalu cepat berlalu. Dunia berlari semakin cepat, namun kamu masih saja berjalan. Itu pun sesekali terseok sehingga kadang tak mampu mengimbangi perubahan yang terjadi. Rasanya dulu permasalahan yang paling berat kamu hadapi cuma tentang ulangan matematika atau ketika kamu terlambat pulang ke rumah. Yang kamu takuti cuma satu : dimarahi ayah dan ibu.

Namun semakin kesini, permasalahan beribu-ribu kali lebih pelik dari itu. Lulus kuliah tepat waktu dan pekerjaan idaman boleh saja sudah di genggaman. Namun tetap saja masih ada yang kurang. Kalau jodoh yang kamu rasa tepat belum juga dipertemukan oleh Tuhan. Kamu memang tak sempurna, tapi kamu bukan pribadi yang sama sekali tak punya kelebihan sehingga tak bisa membuat lawan jenis terpikat. Kamu tetap memiliki daya itu. Hanya saja seringkali kamu tak menyadarinya.

Atau karena kamu terlalu sering terlampau yakin bilang “Nggak mungkin”, untuk sesuatu yang kamu sendiri tak pernah tahu bagaimana muaranya.

Ketemu orang baru, kenalan saja dulu. Toh bagaimana masa depan nanti sudah ada yang mengatur

Kenalan aja dulu via www.logancoleblog.com

Tak ada salahnya dengan berkenalan dengan orang baru. Nggak melulu sebagai ajang mencari jodoh, menambah koneksi juga perlu sering-sering kamu lakukan. Siapa yang bisa sangka kalau orang yang tak sengaja bertemu denganmu saat kamu sedang menyelesaikan pekerjaan di cafe favoritmu menjadi jodohmu kelak. Atau siapa yang bisa menerka kalau dia yang tak pernah berada dalam satu lingkungan pertemanan denganmu, namun hanya karena punya satu mutual friend, kalian bisa berjodoh.

Advertisement

Jelas tak ada yang bisa menebak bagaimana Tuhan merencanakan jodoh untukmu. Kamu cuma bisa berupaya dan tak melupakan kekuatan doa.

Semua akhir yang indah soal pertemuan dengan jodoh selalu didukung dengan kenekatan membuka hati. Bahkan untuk orang yang sama sekali asing bagimu. Opsi “kenalan saja dulu” membuatmu untuk lebih terbuka sebagai pribadi. Namun tetap tanpa tendesi apapun. Jika cocok bisa lanjut, kalau tidak ya sudah lepaskan. Kamu cukup menanti hal tak terduga apa saja yang datang setelah ini.

Seringkali perlu kemantapan untuk bertemu jodoh. Dia yang sudah lama bersama tak selalu bisa sejalan, sedangkan yang baru saja bertemu belum tentu berbeda pandangan

Baru berkenalan belum tentu berbeda pandangan via www.logancoleblog.com

Berbicara soal jodoh sama dengan mempertanyakan kembali kemantapan hatimu sendiri. Artinya kamu harus berani berkata “Ya, memang dia orangnya,” tanpa perlu banyak berpikir. Semua pertanyaan yang diajukan sebelum menuju jenjang pernikahan sudah bisa kamu jawab dengan tenang. Dan paling penting, yakin dan mengenal dengan baik dia yang nantinya akan menghabiskan sisa hidup denganmu.

Kemantapan hati tak pernah bisa diukur dari seberapa lama kamu dan dia bersama. Ada faktor lain -yang kadang sulit dijelaskan- menjadi hal terpenting agar kemantapan itu hadir. Pun sudah banyak bukti yang makin menasbihkan bahwa kemantapan memang tak dihitung dari kuantitas waktu bersama. Mereka yang sudah bertahun-tahun bersama bisa begitu saja memilih pisah di tengah jalan bahkan sebelum rencana pernikahan dirancang.

Sementara yang kamu kira tak mungkin bakal berjodoh, malah bisa melenggang mulus ke pelaminan. Jadi masih bersikeras terburu-buru bilang nggak mungkin?

Terlalu cepat bilang “Nggak mungkin” membuatmu dijauhkan dari kemungkinan bertemu jodoh yang sebenarnya sudah dekat. Antara usaha dan pasrah tetap harus ada kadarnya

Yakin mau buru-buru bilang nggak mungkin? via pixabay.com

Bagaimana kamu bisa menjamin bahwa jodohmu sekarang masih jauh, sehingga sampai sekarang kamu masih sendiri? Kamu tak akan pernah bisa menjawabnya. Namun terburu-buru bilang “nggak mungkin” hanya akan membuatmu jauh dari segala kemungkinan itu.

Soal mencari jodoh, kamu tak perlu mengerahkan segala tenaga untuk terus berusaha. Perlu ada kepasrahan yang sesekali kamu sisipkan dalam setiap usaha yang kamu lakukan. Namun terlalu sering pasrah juga tak akan membawamu kemana-mana. Artinya antara usaha dan kepasrahan harus dalam kadar yang pas. Tidak kurang dan tidak lebih.

Gegabah bilang “Nggak mungkin” membuatmu terlihat sok tahu. Kalau benar dia yang jadi jodohmu, pernah berkata begitu cuma bisa bikin kamu malu

Yakin nggak malu kalau udah terlanjur bilang nggak mungkin? via www.logancoleblog.com

 Ah nggak mungkin aku sama dia. Orang nyebelin gitu…

Pernah punya pemikiran seperti itu? Atau sering? Ah, baiknya mulai sekarang coba dikurangi. Apa yang terjadi di bawah langit, rasanya tak ada yang tidak mungkin. Apalagi saat tangan Dia Yang Maha Kuasa sudah bekerja. Kamu tak bisa mendahului apa yang menjadi kehendak-Nya.

Gegabah bilang “nggak mungkin” hanya akan membuatmu terlihat sebagai pribadi yang sok tahu. Selama itu tak buruk, kenapa tak diamini saja dulu. Atau paling tidak cukup tanggapi dengan senyuman. Setidaknya ketika kamu berjodoh dengan orang yang kamu pikir tak mungkin itu kamu tak perlu menanggung malu, hanya karena sudah terlanjur sering bilang “nggak mungkin”.

Toh jodoh tak punya hitungan pastinya. Kamu tak pernah tahu apa yang semesta sedang rencanakan ke depannya

Tak pernah tahu apa yang semesta rencanakan via pixabay.com

Sekali lagi, tak pernah tahu tentang apa yang semesta rencanakan untukmu. Bisakah kamu menyangka bahwa dia yang kamu suka sejak lama namun tak memberikan tanda-tanda yang sama, pada akhirnya justru menjadi orang yang paling mencintaimu. Dan memintamu menjadi teman hidup hingga akhir hari. Atau dia yang dulunya tak menarik bagimu, mungkin kini bisa mengetuk hatimu. Jodoh tak pernah ada hitungan pastinya.

Jangan terburu mematahkan harapan dengan kata “nggak mungkin”. Harapan sebaiknya kamu pelihara dengan benar. Kalau nantinya ada hasil yang dipetik, itu juga bukan sepenuhnya karena keberuntungan belaka, melainkan karena perpaduan antara usaha, doa, dan harapan yang kamu gantungkan.

Ada yang sering kamu bilang “nggak mungkin” jadi jodohmu? Coba tarik kembali pemikiran itu, kalau nggak mau rugi ke depannya.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!