5 Makna Ucapan ‘Kamu Terlalu Baik’. Alasan Putus yang Nggak Masuk Akal Kalau Dipikir-pikir Lagi

Kamu terlalu baik

Ketika hubungan sudah nggak memberikan kenyamanan bagi yang menjalani maka pilihannya adalah udahan. Untuk apa meneruskan kalau sama-sama sering kecewa. Buat apa lanjut kalau jadi duri dalam hati dan pikiran. Masalahnya tinggal bagaimana cara mengakhirinya. Banyak orang melakukan dengan cara yang tepat dan nggak bikin sakit hati. Tapi ya banyak juga yang memutuskan hubungan pakai kalimat ‘kamu terlalu baik’ yang jelas bikin kita sakit hati.

Advertisement

Siapa yang nggak jengkel diputuskan pakai alasan itu. Alasan yang membingungkan. Bukankah orang menginginkan pasangan yang baik? Yang diputusin pasti bingung, masa pacaran bersikap jahat ke pasangan? Untuk menjawab kebingunganmu, Hipwee Hubungan kali ini akan membantu menjelaskan makna di balik kalimat “kamu terlalu baik” Cekidot!

1. Dia menganggap kamu sudah berubah. Coba introspeksi apa yang udah kamu lakukan

Introspeksi via www.unsplash.com

Sadar nggak sih orang semakin lama menjalin hubungan maka semakin apa adanya? Nggak ada lagi yang ditutup-tutupi karena pasangan terlihat memaklumi. Ketika pacarmu minta putus bisa jadi karena kamu memang sudah berubah, baik secara sikap maupun penampilan. ‘Kamu terlalu baik’ hanya alasan saja biar kamu nggak marah. Coba deh introspeksi? Kali aja masih ada yang bisa diperbaiki.

2. Bisa juga karena kamu memang terlalu baik untuknya. Dia jadi minder dan nggak nyaman sendiri karena nggak bisa mengembalikan kebaikan itu

Jadi minder via www.unsplash.com

Menjalin ikatan perasaan itu ibarat main layangan. Kamu mesti tahu kapan harus menarik, kapan harus mengulur. Terlalu sering ‘menarik’ pasti bikin pasangan nggak nyaman. Sedangkan terlalu sering ‘mengulur’ rentan bikin pasangan lepas.

Advertisement

Alasan ‘kamu terlalu baik’ bisa jadi memang ada kaitannya dengan sikap baikmu ke dia. Selama ini kamu telah memberikan segalanya buatnya. Dia sampai nggak enak sendiri. Dia ingin membalas namun ngerasa nggak akan pernah bisa. Akhirnya ia jadi nggak nyaman sendiri karena keminderan itu dan memutuskan mundur dengan sendirinya. Padahal kan bisa jadi sifat baikmu ini tulus tanpa meminta balasan darinya, tapi di titik ini dia menganggap kebaikanmu sebagai beban yang memberatkannya. Hmm… Memahami cara kerja hati itu nggak pernah mudah. Susah dilogika.

3. Bisa jadi alasan itu sebenarnya hanya rekaan semata. Bahwa sebenarnya sudah ada orang lain yang mengisi hatinya

Orang ketiga via www.unsplash.com

Seringkali mereka yang menggunakan kalimat ‘kamu terlalu baik’ cepet dapat penggantimu. Kasus itu membuka kemungkinan bahwa sebenarnya sebelum putus mantanmu sudah PDKT dengan orang lain. Saat ia tahu kalau orang yang didekatinya bisa untuk diajak jadian, barulah dia minta putus denganmu. Jahat banget memang. Jangan kaget, orang begini banyak. Meski sakit, beruntung kamu bisa lepas darinya. Orang begini nggak pantas untuk dipertahanin.

4. Dia baru sadar bahwa kamu nggak cocok dengan model pasangan yang diingankannya. Dia salah menafsirmu

Baru merasa nggak cocok via www.unsplash.com

Bicara tentang hubungan, bicara soal kecocokan. Yang baik hati belum tentu cocok dijadikan pasangan. Bisa jadi dia adalah sosok yang menganut mazhab ini. Nah yang menjadi keliru adalah ketika ia baru menyadarinya setelah jadian. Perihal cocok atau enggak seharusnya dicari tahu sebelum menjalin hubungan. Kalau sudah begini kan sulit, rasa cintamu ke dia sudah menancap. Susah untuk mencabutnya kembali. Akan ada rasa perih yang terasa.

Advertisement

5. ‘Kamu terlalu baik’ sejatinya hanya kiasan. Bisa jadi dia merasakan kebosanan namun nggak berani blak-blakan mengatakannya kepadamu

Besar kemungkinan pacarmu sudah bosan denganmu. Dia hanya nggak mampu untuk mengatakannya karena nggak mau menyakitimu. Sebenarnya dia masih sayang, namun hubungan itu nggak bisa lagi jalan karena dia sudah bosan denganmu. Dia juga merasakan sakit karena kandasnya hubungan. Meski jelas lebih sakit kamu sih.

Secara nalar kalimat ‘kamu terlalu baik’ sudah nggak masuk akal. Mana ada orang nggak mau sama orang baik. Cara paling baik memahami kalimat putus itu adalah dengan menganggapnya sebagai alasan semu yang menutupi penyebab putusmu yang sebenarnya. Semoga kita semua dijauhkan dari alasan putus yang nggak masuk akal kayak gitu.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE