6 Alasan Kamu Butuh Satu Teman yang Blak-blakan. Meski Kadang Kata-katanya Menyebalkan

Teman blak-blakan

“Duh, warna lipstik kamu nggak banget deh! Kayak Tante-Tante!”

Advertisement

Punya teman yang blak-blakan memang kadang bikin makan hati. Komentar-komentarnya seringkali jleb sampai ke dalam hati. Ya walau setelah dipikir-pikir lagi, komentarnya itu ada benarnya juga sih. Malahan kamu perlu berterima kasih padanya, karena berkat komentarnya yang blak-blakan itu, kamu bisa terhindar dari momen nggak menyenangkan.

Mungkin banyak yang bilang karakter teman blak-blakan itu egois dan sering lupa memikirkan dahulu komentar yang hendak dikatakan. Mau menyakiti orang atau nggak, dia nggak peduli. Tapi, sebenarnya, dalam hidup ini kita butuh setidaknya satu orang teman yang blak-blakan lho. Kehadirannya akan memberikan banyak benefit untukmu. Misalnya beberapa hal ini.

1. Teman yang blak-blakan memang menyebalkan, tapi harus diakui mereka lucu dan selalu punya topik untuk dibicarakan

Biasanya lucu (photo by Savannah Dematteo) via www.pexels.com

Si teman blak-blakan ini biasanya nggak cuma tajam lidahnya, tapi juga punya selera humor yang tinggi. Dibalik sikap ceplas-ceplosnya itu, dia adalah orang yang jago mencairkan suasana. Kehadirannya selalu “heboh” dan “rame”, sehingga bikin suasana jadi seru dan santai. Bersama dia nggak bakal bikin kamu bosan deh, karena dia selalu punya topik untuk dibicarakan. Ya walau dengan nada ceplas-ceplosnya yang menyebalkan itu sih.

Advertisement

2. Ingin mengurangi beban pikiran dengan mengabaikan tipe teman yang-ngomongin-di-belakang? Dia yang blak-blakan bisa kamu jadikan pilihan

nggak akan ngomongin di belakang (photo by Sam Manns) via unsplash.com

Bukan hal yang baru saat ada teman yang terlihat manis di depan, ternyata ngomongin kamu di belakang. Nah, kalau kamu ingin mengurangi beban pikiran dengan mengurangi teman yang ngomongin di belakang, dia yang blak-blakan adalah pilihan yang tepat. Kamu nggak perlu khawatir dia ngomong yang jelek-jelek di belakangmu, karena kalau ada yang jelek dari dirimu, dia akan berpikir simpel dan ngomong langsung di depanmu.

3. Sikap (dan mungkin fashion-mu) akan lebih terjaga. Karena dia nggak segan-segan menegur sikapmu yang salah atau fashion-mu yang payah

mengomentari fashion dan makeupmu (photo by Pixabay) via www.pexels.com

“Ih jelek! Jangan pake baju itu! Ini aja nih, pake kemeja gue, lebih cocok dipasangin sama celana lo.”

Dia adalah orang yang akan bilang A jika kenyataannya adalah B, dan bilang B bila kenyataannya adalah B. Mungkin kadang kamu bete, karena fashion atau sikapmu dikomentari buruk. Tapi komentar negatifnya itu bukan untuk menjatuhkanmu kok, melainkan untuk memberitahumu yang sebenarnya. Dia nggak mau orang lain yang memberikan komentar buruk, karenanya dia mengingatkanmu terlebih dahulu. Dan kalau diingat-ingat lagi, setelah membuatmu sebal dengan komentar negatifnya, dia selalu menawarkan solusi bukan?

Advertisement

4. Di sekitarnya, kamu akan lebih santai tanpa takut menyakiti. Karena sama seperti sikapnya yang blak-blakan, ia juga nggak gampang tersinggung orangnya

Nggak gampang tersinggung (Photo by Tobi) via www.pexels.com

Walau harus kuat menghadapi kata-katanya yang sering pedas, teman blak-blakan benar-benar bisa meringankan bebanmu lo. Ingat tidak, terkadang kamu harus memendam kata dan kesal dalam hati terkait sahabatmu karena tak ingin dia sedih dan akhirnya kalian marahan? Nah, kamu nggak harus melakukan itu dengan teman yang blak-blakan. Sama dengan sikapnya yang no fake itu, dia juga nggak mudah tersinggung dan terbuka kok.

5. Dia adalah orang yang akan membuat kita realistis ketika harapan tak masuk akal lagi. Sekaligus orang yang akan mendorongmu untuk berani mengejar mimpi

dia membuatmu tetap realistis (Photo by Ashkan Forouzani) via unsplash.com

Akui saja, kita sering terjebak harapan yang muluk-muluk. Ya nggak ada salahnya sih berharap, toh, dengan begitu kamu akan bersemangat mengejarnya. Namun, harapan yang terlampau jauh dari realita juga berbahaya. Karena, kalau jatuh akan lebih terasa sakitnya. Inilah tugas teman yang blak-blakan, yaitu menyadarkanmu dari mimpi yang terlalu tinggi dan menyakiti dirimu sendiri.

Di sisi lain, dia jugalah orang yang akan mendorongmu berani mengejar mimpi atau sesuatu yang kamu ingini. Perannya memang ambigu, sebab dia tahu dan mengerti potensimu. Dia ingin kamu berkembang sesuai dengan jalurmu.

6. Biasanya orang yang blak-blakan juga cukup open-minded. Dia menghargai kamu apa adanya dan nggak memaksamu menjadi seperti dia

open minded (photo by Free-Photos) via pixabay.com

Mungkin nggak semua, tapi kebanyakan orang yang blak-blakan cukup open-minded dan terbuka atas perbedaan. Kalaupun dia sudah mengingatkan dan kamu ngeyel, dia nggak akan memaksamu menjadi seperti yang dia mau. Begitu juga dengan pertemanan sehari-hari kalian. Dia bukan tipe teman posesif yang maunya apa-apa sama terus. Dia menghargai posisimu, dan mendukungmu untuk berkembang, walau mungkin karakter dan kesukaan kalian berbeda.

Di balik kesannya yang menyebalkan itu, kamu bisa menemukan banyak manfaat positif dari teman yang blak-blakan. Mungkin awal-awal kamu tertekan dan kesal karena komentarnya nggak pernah disaring. Tapi lama kelamaan kamu akan terbiasa, dan jadi biasa saja, karena kamu tahu bahwa maksudnya baik. Pertemanan kalian pun lebih real dan nggak ada yang fake yang bikin tertekan. Jadi, kalau kamu sudah punya tipe teman seperti ini, pertahankan ya. Kalau toh dia keterlaluan dan kata-katanya terlampau menyakitkan, diingatkan saja. Dia pasti menerima kok~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE