Mereka bilang kecupan di bibir itu pertanda cinta, sentuhannya akan meninggalkan getar dalam jiwa. Ada rasa nyaman saat kamu melihat tatapan matanya setelah kalian berciuman. Sorot matanya berbinar dan penuh dengan gairah. Pada detik itu, mungkin kamu akan merasa bahagia telah membiarkannya mengambil kecupan di bibirmu.

Namun bagaimana jika lelaki yang tulus mencintaimu justru adalah dia yang tak pernah keberatan menunggu untuk melumat bibirmu?

Hal-hal inilah yang jadi alasan kuat. Bahwa jika memang dia tulus mencintaimu, dia tak akan pernah memaksa melumat bibirmu sekarang.

Cinta tak harus diwujudkan dengan sentuhan fisik. Ikatan hati yang kuat tak akan menuntut kecupan mesra sebelum waktunya

Tak menuntut sebelum waktunya via laurenlovephotography.com

Cinta itu urusan hati. Sementara kontak fisik adalah urusan yang berbeda. Selama belum ada kepastian, melibatkan fisik dalam hubungan tak bisa dibilang sebagai tanda cinta. Selama belum ada kepastian, namun ikatan hati tetap kuat, seharusnya tak perlu ada tuntutan kontak fisik.

Advertisement

Cinta juga tak seharusnya memaksamu untuk melakukan hal yang nantinya justru merugikan. Dia yang tulus akan senantiasa menjagamu. Sampai nanti.

Kamu punya hak untuk menolak permintaannya untuk melumat bibirmu, sembari melihat niatnya menjalin hubungan denganmu

Sembari melihat keseriusannya via laurenlovephotography.com

Biasanya demi mendapatkan apa yang ia inginkan, cowok akan rela melakukan banyak hal. Termasuk membuatmu merasa tak enak jika sampai menolak permintaannya.

Namun biar bagaimanapun juga kamu tetap punya hak untuk menolaknya. Beranikan dirimu bilang tidak! Tunjukkan padanya bahwa kamu bukan sosok penurut yang mau begitu saja menyerahkan apa yang kamu punya sembari melihat seberapa besar cintanya padamu. Jika akhirnya dia meluapkan emosinya, berarti sebenarnya tak ada keseriusan apapun yang dia tunjukkan.

Memintamu untuk menyerahkan tubuhmu bukan bentuk cinta. Ada beda antara cinta dan nafsu belaka

Beda antara cinta dan nafsu belaka via laurenlovephotography.com

Dengan bujuk rayunya yang luar biasa, mungkin akan berat bagimu untuk menolak pintanya. Dengan kalimat cintanya yang memabukkan, ingin rasanya untuk membiarkannya melumat bibirmu. Namun kamu wajib membuka matamu terlebih dahulu sebelum mengiyakan pintanya. Apa yang dia inginkan itu bukan bentuk cinta. Tak ada cinta yang memaksa. Fakta bahwa ia memintamu merelakan bibirmu untuk dia lumat adalah bukti bahwa sejujurnya yang dia rasakan hanyalah nafsu saja. Bukan cinta seperti yang selalu ia ucapkan padamu.

Lelaki yang selalu berhasrat mencumbu, sejatinya tak pernah menaruh hati. Ia hanya tertarik dengan tubuhmu saja

Hanya fokus pada tubuhmu saja via laurenlovephotography.com

Jika dia tak bisa menunggu untuk bisa melumat bibirmu, mungkin bukan cinta yang selama ini ia tawarkan dalam hubungan kalian. Setelah kamu memberikan bibirmu, ia pasti akan meminta lebih. Detik kamu membiarkannya melumat bibirmu, ia seolah melihat lampu hijau untuk menikmati tubuhmu hingga akhirnya kamu menyerahkan segalanya.

Kamu cuma bisa menyesal nanti, ketika akhirnya dia pergi. Seolah tak terjadi apa-apa.

Sementara kesediaannya menunggu adalah wujud paling puncak dari cinta. Ia mencintamu dengan setulus jiwanya

Mencintaimu dengan setulus jiwanya via laurenlovephotography.com

Namun jika lelaki yang bersamamu ini adalah sosok yang tepat bagimu, ia tak akan keberatan saat kamu memintanya untuk menunggu. Ia tahu betul bahwa ia tak punya hak apa-apa atas tubuhmu. Ia lebih memilih untuk menunggu saat di mana kamu dan dia sudah sah dalam ikatan cinta.

Baginya, cinta yang ia miliki tak hanya sebatas sentuhan fisik saja. Ciuman di bibir bukanlah perkara penting bagi perasaannya untukmu. Hatinya yang sudah menyatu denganmu membuatnya melihatmu dengan cinta yang sesungguhnya, bukan hanya perkara fisik semata.

Lelaki yang menjaga tubuhmu adalah lelaki sejati, yang sudah jarang bisa kamu temui. Pertahankan dengan sepenuh hati

Pertahankan dia yang memilih menunggu via laurenlovephotography.com

Daripada mengecup bibirmu, ia lebih memilih untuk menjagamu. Ia tahu betul bahwa kamu adalah sosok yang akan menjadi pendamping hidupnya sampai takdir memisahkan kalian nanti. Untuk itu ia rela menunggu, sembari menjaga tubuhmu sampai saat kalian dihadapkan di depan penghulu.

Lelaki seperti ini adalah sosok langka yang sudah jarang kamu temui. Pertahankan dia yang bisa menjagamu. Belum tentu kamu bertemu dengan sosok seperti ini di kemudian hari.

Menunggu bukan pekerjaan yang mudah. Jika dia dengan sukarela mau menunggu, kamu sudah bersama pria yang tepat.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me