Yaelah LDR beda kota doang. Masih enak!

Zaman sekarang, segala hal seakan dibanding-bandingkan untuk mencari yang lebih baik. Padahal jika dilihat lebih dalam, setiap hal memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Salah satu hal yang kerap dibandingkan adalah hubungan LDR beda kota dengan beda benua. Beberapa orang menganggap LDR beda kota tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan mereka yang menjalani LDR beda benua.

Advertisement

Sekarang mari kita tinggalkan predikat ‘beda kota atau beda benua’ terlebih dahulu. Sebab dalam dua jenis hubungan jarak jauh itu terdapat beberapa hal nggak enak yang sama. Mau beda kota yang bisa ditempuh dalam beberapa jam saja atau mereka yang dipisahkan benua, hal-hal nggak enak di bawah ini pasti akan dirasakan mereka yang terpaksa berjuang dalam jarak.

1. Saat lagi rindu-rindunya, kamu nggak bisa langsung bertemu karena jarak yang memisahkan dan perbedaan waktu

Rindu sih, tapi tetap saja tak bisa langsung bertemu via www.unsplash.com

Mau kamu di Jakarta sedangkan dia di Jogja, Atau kamu di Jakarta dan dia di Inggris, kalau rindu ya harus ditahan dulu. Tak bisa dengan seenaknya saja menemui pacarmu untuk menuntaskan rindu. Harus ada persiapan bahkan hal-hal yang perlu dikorbankan untuk menciptakan pertemuan itu. Lain halnya dengan mereka yang berdekatan, yang bisa dengan serta merta bertemu untuk menuntaskan rindu.

2. Begitu waktu untuk bertemu ditentukan, tapi terpaksa dibatalkan. Kamu hanya bisa geregetan bahkan nangis sendirian

Gagal lagi buat ketemu. Padahal udah direncanakan sejak dulu via www.unsplash.com

Saat kesempatan bertemu belum ada, ya kamu dan dia terpaksa menahan rindu. Tapi ada kalanya juga kesempatan untuk bertemu tiba-tiba gagal, karena tugas dadakan atau kejadian di luar kuasa, mau tak mau harus direlakan. Mau kalian LDRan beda kota atau beda benua, rasa kecewa dan geregetan pasti ada. Rasa sakitnya menahan rindu yang sudah bertumpuk juga tetap dirasa. Apalagi jika rindu di hati ini sudah tak kuasa kalian tahan-tahan. Duh rasanya seperti ada lubang di dalam hati tapi tak bisa diobati.

3. Menyelesaikan masalah tak semudah dulu saat masih dekat. Karena kemungkinan masalah makin melebar atau makin besar

Masalah gini doang tapi malah membesar via www.unsplash.com

Advertisement

Seberapa jauh jarak yang memisahkan, masalah yang menimbulkan pertengkaran akan tetap ada. Penyelesaian masalah yang timbul juga tak pernah mudah. Mungkin tak semudah mereka yang bisa langsung bertatap muka dan menyelesaikannya saat itu juga. Ada beberapa jarak dan waktu yang perlu kalian lalui dulu, seperti mendinginkan kepala yang sama-sama emosi sampai ­harus mengalahkan ego.

4. Jauh dari pacar membuatmu sering dikira masih sendirian. Padahal kamu dan dia sudah bersama beberapa tahun

Tolong, saya udah punya pacar. Kami hanya sedang LDRan via www.unsplash.com

Pacarnya mana? Masih jomblo ya?

Di saat teman-teman yang lain datang ke kondangan dengan pasangan masing-masing, kamu justru harus tabah datang sendiri. Mereka yang tak begitu mengenalmu pun lantas beranggapan sendiri. Dikiranya kamu masih sendiri karena tak terlihat menggandeng siapa-siapa selama ini. Awalnya kamu merasa biasa saja saat dianggap masih sendiri. Tapi lama kelamaan kamu merasa miris juga. Hubungan tahunanmu seakan tak diakui.

5. Tak peduli beda kota atau bahkan benua, LDR tetap punya godaan hadirnya orang ketiga yang mampu buatmu cemburu sekali

Godaan orang ketiga selalu ada via nouba.com.au

Bicara perihal godaan, pejuang LDR pada dasarnya punya satu kesamaan. Mau LDRan jarak dekat ataupun jarak jauh, godaan hadirnya orang ketiga sama-sama ada. Kesempatan untuk bertemu yang tak sesering dulu inilah yang membuat godaan ini tetap akan menghantui. Kalian berdua pun mau tak mau harus siap untuk menghadapi godaan ini. Apalagi saat ini tengah hangat kasus-kasus pelakor dan si lelaki yang makin tak tahu diri. Pertahanan ganda harus kamu dan dia berikan agar hubungan tetap terjaga.

6. Kelangsungan hubungan kalian selalu disangsikan orang. Karena kamu dan dia jarang terlihat bersamaan

Omongan orang yang menyangsikan buatmu kepikiran via www.unsplash.com

Menjalani LDRan juga kerap disangsikan kelanjutannya oleh orang-orang. Sebab menurut mereka, menjalani hubungan dengan jauh-jauhan ini tak akan punya masa depan. Omongan orang ini pun tak jarang membuatmu kepikiran. Bahkan sampai perlu waktu untuk memikirkan tentang kelanjutan hubunganmu sendiri. Padahal sejatinya hubungan kalian ini baik-baik saja. Tapi bisa goyah juga akibat omongan nggak enak dari orang ini.

7. Yang paling terasa adalah saat kamu lagi butuh bahu untuk bersandar. Sementara dia justru sibuk dengan kegiatannya di sana

Nggak ada tenpat bersandar. Dia justru tenggelam dengan kesibukan via www.unsplash.com

Mood-mu hari ini turun sekali. Ditambah dengan beban kerja yang seakan terus bertambah ini. Pikiranmu pun akhirnya penat. Ingin marah tapi rasanya terlalu kekanakan. Satu-satunya pelepas penat adalah bercerita dengan pacar. Tapi saat kamu dan dia tengah LDRan, hal tersebut tak bisa begitu saja dilakukan. Yang aku pengin cerita, tak lantas dia balas dengan panggilan telepon. Perbedaan jarak, waktu bahkan kesibukan ini lah yang buat momen ini miris dan akhirnya buatmu menangis.

Saat lagi butuh sekali bahu untuk bersandar, dia justru tenggelam dengan kesibukan.

Sebab yang namanya LDRan, tak ada yang lebih mudah atau lebih sukar. Mudah atau tidaknya hanya perihal sudut pandang dalam menjalani hubungan. Selamat berjuang untuk kalian yang kini tengah berjauhan. Buat kalian yang berdekatan juga selamat menikmati berjalan bersisian.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya