Melepaskan dan Melupakan Mantan Itu Hal yang Berbeda, Renungi Mana Jalan yang Terbaik Untukmu

Melupakan mantan

Setelah perpisahan, kamu pasti dihadapkan dengan perjalanan panjang untuk kembali memulihkan hati yang terlanjur hancur berkeping-keping. Sebaik apa pun cara kalian memutuskan untuk mengakhiri kisah, tetap saja, tak akan ada hati yang mampu bertahan utuh melewatinya. Tak perlu kisah dramatis layaknya perselingkuhan atau terhalang restu orangtua, putus cinta pasti akan selalu menimbulkan luka.

Advertisement

Lalu di tengah hiruk pikuk kehidupan yang terus berjalan, tiba-tiba kamu punya prioritas mendesak: segera melupakan dan melepaskan dia yang tak lagi berdampingan bersama…

Namun kebanyakan orang sering menyamakan dua proses penyembuhan yang sebenarnya berbeda itu. Akibatnya, banyak yang justru terjebak di antara keputusasaan ingin melupakan tapi tak pernah benar-benar bisa melepaskan.

Ingin menghapus jejak kehadirannya di dalam hidupmu, biasanya jadi permulaan dari perjuangan panjang melupakan mantan. Segala foto di galeri dan hadiah-hadiah anniversary harus dijauhkan dari pandangan

Menjauhkan pandangan tak akan bisa selamanya (Photo by ian dooley on Unsplash) via unsplash.com

‘Out of sight, out of mind’

Advertisement

Artinya – apa yang tidak terlihat mata, perlahan-lahan juga akan tersingkir dari pikiran. Pepatah itu memang tidak salah. Makanya insting pertama kebanyakan orang jika ingin melupakan sesuatu adalah menjauhkannya dari pandangan. Begitu juga halnya dalam urusan melupakan mantan.

Segala jejak kehadirannya, baik dalam bentuk foto, kado, tiket bioskop, sama mungkin teman-teman dan kenalannya di media sosial, harus dihapuskan dari pandangan. Fase ‘bersih-bersih’ ini mungkin memang diperlukan sebagai pertolongan pertama supaya hatimu bisa berhenti ‘berdarah’.

Namun kamu harus sadar, efek dari metode melupakan seperti itu hanya akan bersifat sementara. Sebab dulu dia tak hanya memenuhi ruang fisikmu, tapi juga seluruh relung hatimu

Advertisement

Tak hanya kebersamaan fisik (Photo by Allan Filipe Santos Dias on Unsplash) via unsplash.com

Akan tetapi, satu hal yang perlu disadari, efek itu tak akan berlangsung lama. Menjauhkan pandangan dari segala jejak fisik yang dia tinggalkan dalam kehidupanmu — tidak akan benar-benar menyembuhkan lukamu. Pasalnya, kehadirannya tak sebatas fisik semata.

Kamu mungkin akan lupa untuk beberapa waktu, tapi kamu tak akan bisa menghindarkan pandangan untuk selamanya. Sekalipun kamu memutuskan menjauh dari semuanya untuk melupakan segalanya, ingatan yang tertanam di hati akan terus mengikuti.

Di fase ini, kamu pun akan tergoda untuk segera menggantikan kehadirannya dengan seseorang yang baru. Hanya demi melupakan kepergian dan kekosongan yang dia tinggalkan

Kalau cuma sekadar untuk mengganti, siapa pun tidak akan cukup (Photo by Allef Vinicius on Unsplash) via unsplash.com

Ketika berusaha mengalihkan pandangan tak cukup kuat menghalangi kenangan yang terus mengintip di keheningan malam, kamu akan terdorong mencari orang lain untuk menggantikan tempat yang dia tinggalkan. Lagi-lagi, efeknya tak akan bertahan lama.

Tak hanya bersifat sementara saja, cara melupakan seperti itu hanya akan meningkatkan risikomu untuk kembali terluka — dan melukai orang lain. 

Melupakan memang bisa jadi pertolongan pertama, tapi jangan lupa untuk segera cari cara untuk melepaskan. Melepaskan segala amarah, penyesalan, dan akhirnya rasa sakit

Belajar berdamai dengan masa lalu, bukan hanya melupakan (Photo by BRUNO CERVERA on Unsplash) via unsplash.com

Cara-cara melupakan di atas mungkin memang dapat membantu perjalananmu membuka lembaran baru, tapi proses yang lebih penting adalah untuk bisa melepaskan masa lalu. Bukan melupakan, tapi melepaskan segala amarah, penyesalan, rasa sakit. Kamu mungkin bahkan tak perlu lupa, tapi bisa dengan sepenuhnya menerima dia dan segala kenangannya sebagai bagian yang telah berlalu.

Sepenuhnya merangkul kenangan dan kesalahan yang terjadi di masa lalu, adalah kunci untuk melepaskan. Hanya dengan itu kamu mampu membuka hati ke orang lain tanpa terjerat perasaan dari hubungan terdahulu

Maka dari itu melepaskan sarat hubungannya dengan proses memaafkan. Bukan hanya memaafkan kesalahannya, tapi juga jangan lupa untuk memaafkan dirimu sendiri

Meringankan langkah untuk babak selanjutnya (Photo by Allef Vinicius on Unsplash) via unsplash.com

Bagian penting lain dari upaya melepaskan masa lalu adalah proses memaafkan. Bukan hanya memaafkan kesalahannya, tapi juga mulai melihat kesalahan diri dan berdamai dengan kesalahan-kesalahan tersebut. Hanya dengan itu, kamu baru bisa kembali meringankan kaki tanpa terjerat beban masa lalu.

Melupakan berarti kamu masih berusaha melawan arus yang sebenarnya tak bisa dihindari, sedangkan melepaskan artinya kamu benar-benar sudah siap memulai babak baru dalam hidupmu. Pastikan kamu fokus mencari jalan melepaskan masa lalu, bukan hanya melupakannya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE