“Sebaik-baik patah hati adalah remuk yang membuat kita jadi orang yang lebih baik lagi.”

Tidak seorang pun menginginkan jalinan cintanya yang sudah berumur lama kandas di tengah jalan. Namun terkadang banyak dari kita yang mau tak mau harus mengalaminya. Merasa tak lagi sejalan, kamu dan mantan pasangan pun memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang sudah terjalin lama.

Advertisement

Memang rasa pahitlah yang akan kamu cecap. Namun sebenarnya di balik rasa sakit yang sekarang ini sedang kamu rasa, ada banyak pembelajaran yang akan kamu dapatkan.

Kamu akan belajar memasukkan ikhlas dan waktu dalam sebuah korelasi. Hatimu boleh patah saat ini. Cuma waktu yang bisa membuatnya siap kembali

waktu adalah obat manjur dari sakit hati

waktu adalah obat manjur dari sakit hati via loveizlyf.blogspot.com

Kandasnya hubungan dengan dia yang memang sudah lama mengisi hatimu tentunya akan mengguratkan luka. Mimpi serta angan yang pernah kalian susun berdua pun juga jadi hancur berantakan. Hal ini tentu saja akan memperparah luka yang saat ini sedang kamu punya. Kamu merasa tak ingin lagi membuka diri untuk orang baru. Bahkan, kamu merasa lebih baik jika sendiri saja.

Sakit hati memang akan kamu rasakan, namun sakit yang sekarang ini sedang kamu hela akan berangsur sembuh dengan sendirinya. Ya, waktu merupakan senyawa utama yang bisa menyembuhkan luka yang sedang kamu rasa. Lama kelamaan kamu pun jadi lebih dewasa serta memahami bahwa waktu merupakan obat paling manjur yang bisa menyembuhkan luka hati.

Putus dari pasangan sama saja dengan kehilangan pegangan. Kamu akan belajar berjuang, tanpa banyak mengeluarkan keluhan

kini kamu justru bisa berdiri di atas kaki sendiri

kini kamu justru bisa berdiri di atas kaki sendiri via favim.com

Advertisement

Disadari atau tidak sosokmu yang sekarang ini tak lagi seperti dulu. Jika dulu selalu ada pasangan yang bisa dijadikan pendampingan maka mulai sekarang kamu dituntut untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri. Sesungguhnya ini merupakan penempaan terbaik yang bisa kamu terima. Lama kelamaan kamu akan menemukan sosok dirimu yang mandiri dan tak lagi bergantung dengan orang lain. Bahkan, jika dulu selalu pasangan yang menjadi penentu kebahagiaanmu maka sekarang ini kamu bisa benar-benar bahagia karena dirimu sendiri.

Keadaan membuatmu belajar tersenyum di tengah berbagai todongan. Kamu memang sendirian, tapi bukan berarti tak bisa punya masa depan

kamu justru makin berani menatap masa depan

kamu justru makin berani menatap masa depan via pixshark.com

Tak sekedar menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri, sekarang ini pun kamu sedang dipaksa untuk gagah berani menatap masa depan. Banyak pertanyaan ingin tahu dari orang sekitaran mengenai hubungan percintaanmu merupakan tempaan. Tak perlu menghindar, justru menghadapi mereka merupakan cara tercepat untuk bisa pulih dari luka. Ya, tanpa disadari pertanyaan dari mereka membuatmu lebih memahami bahwa yang saat ini sedang kamu hadapi merupakan kenyataan. Pedih memang, namun justru dengan cara itu kamu akan makin terbiasa sehingga lukamu bisa pulih dengan sendirinya.

Selepas putus matamu terbuka. Keluarga dan teman tak boleh jadi figuran saja. Justru mereka yang tak pernah meninggalkanmu, apapun kondisinya

ada sahabat dan keluarga yang selalu bisa diandalkan

ada sahabat dan keluarga yang selalu bisa diandalkan via favim.com

Dulu ketika masih memiliki pasangan kamu akan mengandalkan dirinya tiap kali butuh bantuan. Namun, sekarang ini tak ada lagi sosok kekasih yang bisa dijadikan sandaran dan siap menopang. Kamu pun menyadari bahwa sahabat serta keluarga merupakan mereka yang selalu bisa diandalkan. Ini merupakan saat yang tepat untuk kembali memahami betapa besar andil sahabat serta keluarga yang selalu ada untukmu. Mereka tak akan pernah pergi meninggalkan dan mereka juga selalu ada di tiap kamu butuh bantuan.

Sesaat setelah putus kamu akan merasa tak layak dicintai. Tapi setelah sembuh nanti kamu justru lebih bisa menyayangi diri sendiri

kamu akan menemui cara untuk mencintai diri sendiri

kamu akan menemui cara untuk mencintai diri sendiri via imgbuddy.com

Setelah memutus jalinan antara dirimu dan pasangan, sesaat kamu akan merasa bahwa kamu tak layak untuk dicintai. Rasa kurang percaya diri dan menutup diri pun turut singgah sementara. Hal inilah yang kemudian membuatmu merasa tak layak lagi merasakan cinta. Namun sebenarnya justru kesendirian yang sedang kamu alami ini yang akan menuntunmu untuk kembali menemukan cara mencintai diri sendiri lagi.

Sempat meragukan kemampuanmu untuk mencintai orang baru memang akan kamu alami. Namun, setelah bertemu dengan dia yang lebih tepat, barulah kamu mengerti mengapa kisah cintamu yang kemarin harus diakhiri.

nantinya kamu akan memahami kenapa kisah cintamu harus tamat

nantinya kamu akan memahami kenapa kisah cintamu harus tamat via www.freeallimages.com

Selain sakit hati, sedikit banyak kamu juga akan mengalami trauma untuk kembali merajut hubungan dengan orang lain. Takut disakiti dan merasa tak percaya untuk menitipkan hati merupakan sikap yang wajar saja tiba-tiba kamu punya. Percayalah, di depan sana orang yang tepat untukmu sedang menunggu. Dan ketika nanti pada akhirnya kamu bertemu dengan dia, kamu baru akan memahami kenapa kisah cintamu yang kemarin memang harus kandas di tengah jalan.

Pacaran lama bukan jaminan hubungan kalian bisa melangkah ke pelaminan. Kamu jadi bisa menyadari bahwa manusia memang hanya bisa merencanakan, sementara Tuhanlah yang sebetulnya memiliki rancangan.

orang yang tepat sudah menunggumu di masa depan

orang yang tepat sudah menunggumu di masa depan via imgarcade.in

Kini matamu terbuka sepenuhnya, kamu jadi mengerti bahwa lama sebentarnya hubungan bukan merupakan penentu kualitas hubungan itu sendiri. Seberapa lama hubungan yang dijalin serta banyaknya rencana yang telah tersusun matang bukan merupakan jaminan bahwa hubungan kalian akan melangkah ke pelaminan. Di sini kamu jadi memahami benar bahwa manusia memang hanya bisa merencanakan, sementara Tuhanlah yang memiliki rancangan.

Apabila sekarang kamu sedang mengalami patah hati karena jalinan percintaan yang kandas, percayalah di depan sana rancangan Tuhan yang lebih indah sedang menunggu untuk dituntaskan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya