Punya pacar tak berarti membuat hatimu lega atau merasa jumawa. Karena belum tentu pacarmu yang sekarang pantas menjadi pasangan masa depan. Mengingat tak semua orang termasuk pacarmu ini punya tujuan yang sama dalam menjalani kisah cinta. Bisa saja kamu mencintainya dengan sepenuh hati dan harapan yang tinggi, tapi dia menjalani hubungan hanya berbekal “jalani saja dulu” atau “yang penting sekarang kalian senang”.

Terjebak pada hubungan yang tak punya masa depan jelas hanya akan membuat hatimu berantakan. Karena itu, sebelum harapanmu untuk dihalalkan semakin besar ada baiknya perhatikan lagi sikap cowokmu yang sekarang. Apakah benar dia bisa diandalkan sebagai calon suami idaman? Atau jangan-jangan dia hanya cocok jadi pacar saja?! Cermati beberapa hal di bawah ini ya.

1. Urusan materi masih selalu bergantung dengan orang tua, meski pekerjaan sudah punya

Bergantung pada orang tua via unsplash.com

Advertisement

Dia punya pekerjaan, dibilang karirnya cukup bergengsi pun bisa. Tapi kamu sendiri tak pernah tahu kenapa uang gajinya selalu habis sebelum akhir bulan datang. Dan mau tak mau hidupnya masih saja bergantung kepada orang tua. Kadang pun tanpa rasa sungkan meminta bantuan materi kepadamu. Kalau sudah begini, apa iya kamu masih bisa yakin dirinya layak menjadi tulang punggung keluarga dalam satu atau dua tahun ke depan?

2. Bersama hanya untuk bersenang-senang belaka, tapi saat kamu kesulitan seringnya dia tak ada

Ada saat bahagia, tak ada saat hatimu gundah via unsplash.com

Kembali lagi ke tujuan awal dia menjalin hubungan, kalau memang hanya jalani saja atau untuk senang-senang, kamu sudah pasti bisa merasakannya selama hubungan ini berjalan. Apakah selama ini dia selalu ada dalam segala kondisi dan situasi? Apakah dia selama ini jadi salah satu orang yang benar-benar peduli saat kamu sedang mengalami masa sulit? Karena pacaran yang sehat jelas harus saling mendukung dan ada satu sama lain entah itu dalam keadaan bahagia ataupun susah.

Kalau memang dia hanya ada saat kalian berbahagia saja. Sementara di masa-masa sulitmu dia seringnya menghilang entah kemana. Kamu sudah harus tahu, baiknya hubungan kalian diapakan.

3. Main dan nongkrong bareng teman jadi prioritas pertama. Sementara kumpul keluarga atau menikmati akhir pekan denganmu seringnya jadi yang kedua

Nongkrong dan main saja via unsplash.com

Advertisement

Bukan berharap dia selalu ada di hari sabtu dan minggumu, tapi paling tidak dirinya sudah harus paham bagaimana membagi waktu dengan adil antara keluarga, pacar dan teman. Mengingat semua hal itu harusnya punya proporsi sendiri, keluarga jelas lebih utama, teman dan kamu pun sama pentinya.

Tapi kalau dia memproporsikan teman dan urusan main-mainnya lebih besar, dibanding kebersamaan denganmu atau keluarganya, buat apa kamu menghabiskan waktu untuk membangun harapan bahwa dia kelak bisa jadi suamimu? Karena memang kenyataannya saat ini, dirimu layaknya tempat singgah ketika urusan dengan temannya selesai dan dirinya tak ada kesibukan lagi.

4. Setiap diajak berbicara soal masa depan entah itu dirinya sendiri atau hubungan kalian, dia masih belum punya gambaran

Tak bisa diajak membicarakan masa depan via unsplash.com

Tiap kali kamu tanya soal rencana karir ke depannya saja dia masih selalu gagap dalam menjawab. Apalagi saat kamu mengajak dirinya membicarakan soal hubungan. Jangankan mau nikah kapan, dia saja tak tahu apakah hubungan ini bisa terus berjalan. Kalaupun ditanya sayang, jawabnya ya pasti sayang, hanya saja tak tahu sebesar apa nilai hubungan ini dalam skala prioritas hidupnya.

5. Masih suka ikut-ikutan teman, bahkan untuk mengambil keputusan penting saja sukanya bergantung pada saran orang

kurang tegas dan bijak via unsplash.com

Cowok ataupun cewek jelas harus punya ketegasan dalam menentukan pilihan. Sementara cowok punya tanggung jawab lebih besar soal ketegasan itu, mengingat kelak dirinya akan jadi pimpinan keluarganya. Lalu bagaimana jadinya kalau cowokmu yang sekarang masih suka ikut-ikut teman atau trend di lingkungan pergaulannya? Bahkan untuk menentukan pilihan saja dirinnya msaih sering kebingunan dan mengharapkan saran dari orang.

Apa iya cowok tak punya pendirian dan kurang tegas seperti mau kamu harapkan untuk jadi calon suami idaman?

Coba pikir atau renungkan ulang, pacaranmu saat ini apakah sudah sehat dan bisa menjadi batu lompatan untuk kejenjang pernikahan? Atau jangan-jangan hanya jalan di tempat dan jadi wadah bersenang-senang saja.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya