“Tuhan memang satu, kita yang tak sama”

Bukan hanya datang tiba-tiba tapi cinta juga bisa datang dalam perbedaan, rasa sayang yang datang membuat kamu merasakan indahnya saling berbagi. Namun perbedaan yang ada diantara kamu dan dia membuatmu merasakan suatu penghalang tak terlihat yang sulit sekali ditembus, apalagi kalau bukan agama? Cinta tapi beda agama memang sebuah persoalan yang cukup rumit.

Advertisement

Nggak sedikit pasangan yang beda keyakinan harus mengikhlaskan kisah mereka ke jalan yang berbeda. Sulit memang, tapi rasa sayang yang ada justru mengalahkan perbedaan yang ada dan membuatmu tetap menikmati kebersamaan kalian. Perbedaan tak jadi halangan untuk menunjunjukan rasa sayang, kamu bisa kok lakukan 6 hal ini agar hubunganmu dengan dia yang tak seiman bisa tetap saling menghargai.

1. Walau iman berbeda, tapi kamu harus tetap meyakinkan dan memberi dia dorongan untuk beribadah sesuai caranya

mengingtakanya untuk beribadah via www.pexels.com

Meski beda tempat ibadah namun kalian saling menghargai waktu beribadah masing-masing, dia menunggu kamu solat di masjid atau kamu yang menunggunya beribadah dan kalian ikhlas melakukan hal itu tanpa paksaan apapun. Romantis namun pelik, tetap memegang teguh keimanan masing-masing namun tetap ingin selalu bersama.

Kalian tetap saling mengingatkan untuk melaksanakan ibadah dengan cara masing-masing, kamu tetap mengingatkannya untuk berangkat gereja dan begitupun dia yang selalu mengingatkan untuk solat saat azan berkumandang. Dengan begitu, hubungan kalian pun penuh toleransi.

2. Meski tak ikut merayakan, Nggak ada salahnya turut berpartisipasi saat hari raya agamanya, seperti sekedar makan-makan atau menyambangi rumahnya, begitu juga sebaliknya

Meski tak merayakan via www.pexels.com

Advertisement

Ramaikan suasana hari raya agamanya dengan kehadiranmu, dia juga pasti nggak akan menolak kedatanganmu kok. Justru dia juga pasti senang saat kamu bisa menoleransi dan menghargai hari raya agamanya. Toh kehadiranmu bukan disaat-saat dia beribadah dengan khidmat, tapi saat momentnya sudah tepat untuk kamu sambangi.

Misalnya saat natal kamu bisa ikut makan-makan bersama dengan keluarganya atau ikut memberinya kado natal. Begitu juga saat kamu sedang puasa, dia tidak keberatan menahan haus dan lapar dihadapanmu atau bahkan ikut buka bersama dengan keluargamu.

3. Agama itu pilihan dan urusan pribadi masing-masing, secinta apapun kamu tetap harus menghormati agamanya dan jangan paksa dia untuk pindah agama

agama itu pilihan masing-masing via idepernikahan.com

Sudah menjadi rahasia umum kalau agama adalah hal yang sensitif dan fundamental di negri ini. Jangankan urusan cinta yang picisan, urusan bermasyarakat yang menjadi umum pun sering ramai konflik. Darinya justru kamu belajar bertoleransi dan tidak memaksakan kehendak saat apa yang kamu inginkan tak sejalan dengan filosofi hidupnya.

Agama apapun yang dipeluk adalah hak pribadi, kamu dan dia pun punya cara masing-masing dalam berkomunikasi dengan Tuhan. Meski soalnya cinta sudah mencampuri perbedaan kalian, kamu tetap tidak boleh menyinggung masalah pindah agama. Hargailah jalan hidupnya dan apa yang dia pilih.

4. Jangan lupa tetap doakan yang terbaik untuknya dengan caramu

tetap doakan via www.pexels.com

Bukan hanya karena cara berdoa kalian beda, lantas membuatmu enggan mendoakannya. Jangan meragukan kekuatan doa, justru hal itu adalah bentuk kasih sayang tulus kamu untuknya. Mendoakan kesuksesannya dan kebahagiaanya atau bahkan berdoa meminta petunjuk untuk kebaikan kalian berdua.

Berdoalah dengan caramu sendiri, toh Tuhan Maha lapang dan Maha mendengarkan bukan? Setidaknya dengan berdoa tandanya kamu tetap yakin berpedoman teguh dalam memeluk agamamu meski orang yang kamu cintai tak punya Tuhan yang sama.

5. Kalian pun pasti merasa pesimis dengan hubungan ini, nikmati saja selagi kalian memang saling menyayangi

anggap saja pendewasaan via www.pexels.com

Bagaimana bisa kamu berharap banyak pada hubungan ini kalau perbedaan iman saja sudah jadi penghalang besar di hadapan kalian dan pada akhirnya keinginan untuk bersama selamanya hanya angan-angan belaka. Dengan sadar kalian juga paham bahwa hubungan ini mungkin tidak akan berhasil. Meski akhir bahagia belum tentu berpihak pada kalian.

Jalani saja apa yang ada di depan matamu hari ini, selagi kalian bisa terus saling berbagi dan mengasihi nikmati saja apa yang sedang kalian jalani. Bukankah Tuhan senang melihat hambanya saling berbagi? Percaya saja, nanti pun kamu dan dia juga akan menemukan bahagia masing-masing meski ternyata memang bukan dia orangnya. Anggap saja waktu kebersamaanmu dengannya saat ini adalah bentuk pendewasaan.

6. Jangan terlalu berharap banyak pada hubungan ini, kamu juga perlu siapkan diri untuk suatu kemungkinan terburuk

harus realistis via www.pexels.com

Hidup ini terus berjalan, baik kamu ataupun dia juga sama-sama harus berhadapan pada masa depan dan pada saat waktunya membicarakan perbedaan dalam hubungan kalian pun tiba juga. Sedari awal kamu pun bertanya-tanya kemana hubungan ini akan bermuara, namun kalian memang tidak bisa menfikan rasa yang sudah terlanjur mengisi relung hati kalian berdua.

Hubungan ini tak hanya tentang kamu dan dia, tapi juga menyangkut keluarga kalian. Kamu harus siap saat hubungan kalian berdua memang tidak bisa berlanjut pada ikatan janji suci, menerima kenyataan yang ada bahwa kata orang Tuhan kalian beda.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya