Kamu pacaran paling lama berapa tahun?

9 tahun

Waduh, 9 tahun mah bisa lunasin 2 kali cicilan motor, tuh!

Ya mau gimana lagi namanya juga sayang, walaupun putus aku yakin pasti ada hikmahnya

Menjalin hubungan hingga bertahun-tahun selalu menjadi perkara yang tak pernah mudah. Mempertahankan hubungan hingga sejauh ini butuh upaya yang lebih keras, dibanding mereka yang menjalin hubungan hanya dalam hitungan bulan. Kamu terbukti jadi pribadi yang tangguh, jika sudah punya pengalaman menjalin hubungan hingga bertahun-tahun. Segala permasalahan dan cobaan yang sering datang menerpa dalam sebuah hubungan pasti sudah khatam kamu rasa.

Kadang terasa berat, namun ada masa dimana kamu tetap memilih bertahan.

Meski pada akhirnya, ada hal yang tak bisa lagi kamu paksakan. Hubungan yang sudah kamu jalani selama bertahun-tahun harus kandas juga. Bukan selalu karena tak saling mencintai lagi, namun karena cara memandang masa depan yang tak lagi sama. Tiba-tiba kamu dan dia jadi dua orang yang berbeda, yang jika terus dipaksakan malah akan terus menyakiti.

Di awal berpisah, kamu harus rela kehilangan sosok yang dulu selalu setiap memeluk tubuhmu saat kamu merasa rapuh. Penerimaan tak datang begitu saja. Kamu harus melewati masa denial yang seakan tak pernah berujung. Lalu ada masa dimana kamu mulai menyalahkan keadaan. Namun ketika semua masa itu terlewati, kamu sadar satu hal bahwa setidaknya kamu masih bisa mendapatkan beberapa kebaikan dari sana.

Advertisement

Karena tidak pernah ada jalinan cinta yang sia-sia. Jika tak bisa terus jalan, setidaknya kamu mendapat pelajaran

1. Pacaran tahunan membuatmu tahu bahwa hidup itu tidak hanya ada suka, tapi juga duka. Segala konsekuensi harus bisa kamu terima, seberat apapun itu

Hubungan itu ada suka dan duka via i.huffpost.com

Sedih sih tapi ini kenyataan

Terlalu egois kalau kamu hanya mau yang indah-indahnya saja. Dalam setiap hubungan percintaan, selalu ada pahit dan manis. Ada ceria ada murung, ada tawa ada duka. Saat kamu menyadari bahwa setiap hubungan tidak melulu soal pertemuan, kamu juga harus tentang perpisahan. Bila kamu menerima dia menjadi pasanganmu, kamu harus siap konsekuensi jatuh dan bangun.

Tidak semua perpisahan harus ditangisi. Mungkin hikmahnya tidak datang saat ini, nanti kamu akan tahu apa arti tentang hubungan yang sebenarnya. Walau sedih mendera sedemikian lamanya.

Dengan adanya sebuah perpisahan, kamu akan tahu dunia ini punya 2 sisi. Hitam dan putih. Ingatlah, tidak ada yang perlu dikeluhkan dalam hal cinta, setiap yang bercinta pasti akan merasakan luka. Setiap hubungan yang lama tetap rentan perpisahan. Jadi, berusahalah menerima semuanya.

2. Walaupun bertahun-tahun bersama dan tahu betul harum kentutnya, kamu tetap harus bisa menerima takdir semesta sesungguhnya

PIsah via i.huffpost.com

Jodoh, maut, rezeki sudah ada yang mengatur. Jangan pernah putus asa hanya karena cinta.

Tidak ada yang bisa menjamin hubungan yang lama bisa menjadi jodoh abadi. Tidak pernah ada. Jodoh abadi sudah tercatat di langitNya. Tentang lama atau tidaknya hubungan, tidak ada yang bisa menjamin sampai ke pelaminan.

Semesta mengajarkanmu untuk mengenal arti sabar dan ikhlas. Sebab ilmu sabar dan ikhlas adalah ilmu kehidupan yang tidak diajarkan secara langsung dibangku sekolah ataupun kuliah

Bila semesta mengatakan tidak berjodoh walaupun kamu sudah cinta mati. Artinya dia memang bukan jodohmu. Belajarlah untuk bisa menerima takdir-Nya, mungkin saat ini kamu sedang sedih berkepanjangan, tapi kelak kamu akan tahu hikmah sesungguhnya itu apa. Ini berat tapi bisa kok, percayalah.

3. Jangan berkata menyesal, darinya kamu belajar memahami dasar-dasar ilmu cinta sebelum naik ke level cinta sesungguhnya

Sebelum naik level via i.huffpost.com

Darinya kamu belajar pahit manis hubungan, dan darinya pun kamu belajar untuk setia bertahun-tahun. Jangan pernah menyesal, sebab itu tidak ada gunanya. Kamu tentu ingat, saat bagaimana rasanya disayangi sedemikian dalam, saat dicemburui sedemekian dalam. Gejolak-gejolak perasaan seperti itu termasuk dasar-dasar ilmu cinta yang nantinya akan terpakai saat kamu berumah tangga.

Saat berumah tangga, level cintamu sudah naik. Teknik dasar sudah kamu kuasai. Kamu tinggal menjalani hubungan saja. Jadi, jauhkan kalimat penyesalan yang berlebihan di hatimu.

4. Kamu mendapat ilmu secara cuma-cuma tentang sikap lapang dada, dewasa, dan menjadi tegar

Lapang dada! via tripologer.com

Bertahun-tahun saat kamu menjalani hubungan bersamanya, tentu banyak perubahan terjadi. Dari sifatmu seperti anak kecil yang sulit diatur, sampai sifat positifmu menjadi dewasa. Saat bersamanyalah kamu belajar untuk menjadi seseorang yang dewasa.

Menerima kekurangannya dan memuji kelebihannya

Seharusnya, kamu banyak berterimakasih pada hubungan yang bertahun-tahun dijalani. Bukan karena apa-apa, tapi hubungan yang lama menghasilkan ketegaran dan sikap dewasa tanpa kamu sadari. Persoalan demi persoalan tersebutlah yang membuatmu menjadi dewasa dengan elegan. Hm, tentu baik bukan untuk hidupmu?

Ilmu ikhlas bisa didapatkan oleh mereka yang pernah merasakan sakit sedalam-dalamnya kemudian membiarkannya menjadi kenangan

5. Dari hubungan ini kamu belajar, bahwa perubahan memang tak bisa terelakkan. Tujuan hubungan pun bisa kapan saja berubah arah

bertemu pribadi lain yang lebih baik via images.lifescript.com

Kamu dan dia dulunya seakan jadi dua orang yang menyatu. Masa depan terasa mudah kalian gapai bersama. Namun kamu lupa, perubahan bisa kapan saja terjadi. Karena tak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.

Dia yang dulunya menggenggam erat tanganmu agar bisa jalan berdampingan, perlahan mulai melonggarkan genggamannya hingga akhirnya memilih melepasnya. Ketika kamu dan dia sudah ada dalam persimpangan ini, mungkin tak lagi ada alasan untuk tidak merelakannya. Perubahan bisa terjadi kapan dan pada apa saja, termasuk soal perasaan.

6. Akhirnya kamu tahu, sesungguhnya cinta itu tidak hanya butuh gombalan semata, tapi juga kepastian

Aku ingin melamar kamu, boleh? via cdn0-a.production.liputan6.static6.com

Selama apapun hubungan tanpa kepastian adalah hubungan yang sia-sia. Ingat umurmu. Banyak hal lain yang perlu kamu raih di dunia ini.

Kepastian adalah hak semua orang saat menjalani hubungan, kenapa? Ya, karena setiap hubungan punya visi, misi dan tujuan. Tentu juga ada kepastian. Mau di bawa kemana hubungan ini tanpa kepastian?

Jadi, bila hubunganmu kandas karena tidak ada kepastian, tidak masalah. Toh, kamu harus ingat umurmu. Jangan terpaku hanya karena mencintai satu orang dengan bermodal gombalan semata.

Satu kepastian lebih penting dibanding sejuta kata gombalan

7. Jangan lagi membuang waktu pacaran lama-lama. Kalau sudah ada yang sreg, lebih baik langsung diseriuskan. Daripada pergi lagi?

Tenang sayang, abang di sini via thinkingofrob.files.wordpress.com

Nggak mau kan jatuh pada lubang yang sama?

Di sini kamu harus belajar, pacaran yang terlalu lama hanya membuat kamu terombang-ambing tanpa kejelasan. Semakin lama kamu berpacaran, semakin lama pula keraguan itu muncul. Bisikan-bisikan memisahkan pun banyak yang datang. Ya sudahlah, jangan terlalu banyak buang waktu.

Sebenarnya itu adalah kode darinya bahwa dia tidak serius. Itu kode kebaikan yang dia berikan. Baik untuk diri kamu yang ingin keseriusan. Hubungan yang serius adalah hubungan yang tidak banyak membuang waktu tanpa kejelasan. Sudahlah, lepaskan saja. Dan kamu harus ingat, saat sudah menemukan tambatan yang lain, kamu harus segera menjadikannya pasangan halalmu. Bukan saatnya bermain-main lagi dengan cinta. Betulkan?