Beberapa dari kita kini mulai kehilangan kehidupan yang sebenarnya karena terlalu mencintai seseorang. Padahal, seseorang yang rasanya begitu ingin kita pertahankan belum tentu akan menjadi pendamping kita kelak. Beberapa hal membuat kita terkesan mengekangnya erat-erat supaya tidak lari dan kehilangan dia.

Cintai pasanganmu semampu yang kamu bisa, jangan sampai memaksakan kehendakmu sendiri yang nantinya malah akan saling melukai. Cintai pasanganmu sekadarnya dan tetap berpegangan pada pendirianmu bahwa kamu akan tetap baik-baik saja sekalipun dia pergi meninggalkan banyak harapan untuk bisa menua bersama.

1. Jangan mencintai tapi mengekang. Hidupnya juga butuh berteman dengan banyak orang

1

Jangan mencintai tapi mengekang via www.logancoleblog.com

Advertisement

Sebelum ikrar suci diucapkan, duniamu adalah tetap milikmu, dan dunianya juga masih miliknya. Tak perlu terlalu masuk dalam dunianya karena dia pun sudah cukup dewasa untuk bisa memilih mana yang baik untuk dirinya sendiri tanpa perlu kamu dikte.

Jangan ikat pasanganmu dengan cinta yang kamu miliki. Bebaskan dia berteman dengan siapapun, karena sejujurnya kamu tak memiliki hak selain mempercayakan hatimu untuk dijaganya.

Jika memang dia mencintaimu seperti kamu mencintainya, pasti tanpa kamu minta dia akan menjaga hatimu. Salah satunya dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa mengecewakanmu.

2. Cintai dia sekadarnya saja. Agar ketika kamu terluka karenannya, luka bisa cepat disembuhkan

biar tak terlalu terluka begitu ditinggalkan

Biar tak terlalu terluka begitu ditinggalkan via www.logancoleblog.com

Advertisement

Pangkal dari rasa kecewa yang terlalu dalam adalah harapan yang terlalu muluk dan kemudian dipatahkan begitu saja. Kamu terlalu sering membuat pengharapan yang sebenarnya tak bisa terjamin kebenarannya. Begitu juga kamu yang terlalu berharap akan dicintai olehnya sampai tua, sementara perihal jodoh hanya Tuhan yang tahu bagaimana ia akan bermuara.

Tetap jaga kewarasan, supaya saat hidup tak sejalan dengan harapanmu, luka yang kamu dapatkan tak terlalu parah. Dan selalu ingat, bahwa sebaik-baiknya tempat berharap adalah Tuhan. Sekalipun keinginanmu tak selalu bisa dicapai, Tuhan selalu mempunyai jalan lain yang sama baiknya untukmu, dan Dia pun tak akan memilihkan jalan buruk untuk kamu jalani.

3. Sebisa mungkin jangan terlalu banyak menuntut. Cinta sih cinta, namun biarkan dia berkembang seperti keinginannya

biarkan jalannya ia tentukan sendiri

biarkan jalannya ia tentukan sendiri via www.logancoleblog.com

Kamu mungkin memiliki niat yang baik untuk membantu mengembangkan hidupnya, lalu merasa keputusan yang kamu pilihkan untuk dia adalah yang terbaik. Kamu merasa yang paling mengenalnya, hanya karena kamulah orang yang selalu bersamanya. Padahal, orang yang paling memahaminya adalah dirinya sendiri.

Tak perlu banyak menuntut agar pasanganmu melakukan apapun yang kamu minta, atau mengharuskannya untuk menjadi seperti apa yang menurutmu baik. Niatmu memang tulus semata-mata ingin mempermudah hidupnya, tapi mengertilah bahwa hal itu justru membuat dia tak akan berkembang. Dia hanya akan selalu mengekor dibalik perintah-perintahmu. Bebaskan saja dia memilih jalannya, tapi tetaplah bersedia membantu saat dia membutuhkanmu.

4. Bukannya semakin menyayangimu. Dia justru bisa muak dan kemudian bosan menjalin hubungan denganmu

itu akan membuatnya bosan

itu akan membuatnya bosan via www.logancoleblog.com

Tak menampik jika bisa saja pacarmu akan jenuh dan bosan karena terlalu banyak kamu atur kehidupannya. Buatmu itu adalah salah satu bentuk mencintai dia dengan sempurna, tapi untuk pacarmu, itu tak lebih dari bentuk pengekangan yang akan membuatnya jadi merasa kehilangan kebebasannya.

Bukannya semakin mencintaimu, dia malah tersiksa karena kamu begitu menggenggamnya erat. Dan kemudian membuat dia berpikir untuk pergi dari kamu yang membuatnya sesak nafas.

5. Hidup dan sumber bahagiamu bukan hanya dia. Tak usah takut kehilangannya, dan cintai dia seperlunya

bahagiamu bukan hanya dia

bahagiamu bukan hanya dia via www.logancoleblog.com

Jangan habiskan waktumu untuk takut tak bisa bahagia lagi jika kehilangan pasangan. Pahamilah bahwa di luar sana banyak sekali orang yang peduli dan menyayangimu, hanya saja kamu selama ini tak melihat mereka karena terlalu banyak memfokuskan hidupmu pada pasangan.

Kamu memiliki teman, orangtua, keluarga, bahkan dirimu sendiri yang bisa menciptakan kebahagiaan-kebahagiaan lain yang selama ini tak kamu rasakan dari pasanganmu. Kehilangan dia tak akan membuat hidupmu berakhir, kok. Bisa saja kamu mendapatkan hal lebih lainnya ketika kehilangannya.

Tak usah sedih jika satu pintu bahagiamu tertutup, karena akan masih banyak lagi pintu terbuka lainnya yang menawarkan kebahagiaan tak terbatas.

6.  Jangan mencintainya karena semata-mata takut kehilangan. Sebuah hubungan tak akan berjalan lancar jika dilandasi oleh ketakutan

tetap jaga kewarasanmu

Tetap jaga kewarasanmu via www.logancoleblog.com

Kamu mencintainya terlalu dalam karena takut dia akan pergi meninggalkan kamu. Jika dia pergi, hidupmu seolah tak berwarna lagi. Bagaimana bisa kamu mencintai seseorang karena diliputi rasa takut? Karena rasa takut itu hanya akan menyebabkan hilangnya rasa nyaman.

Tak perlu menggenggamnya erat-erat, karena nanti kamu yang akan sakit terlalu dalam.

Cinta itu membahagiakan, bukan justru membuatmu takut berada di dalamnya. Jika kamu masih ketakutan karena cinta, mungkin memang bukan dia orangnya.

Pahamilah bahwa yang baik menurutmu belum tentu baik menurut orang lain, termasuk pasanganmu. Cintai pasanganmu sekadarnya saja, karena ketika menurut Tuhan dia bukan yang baik untukmu kamu tak terlalu kecewa dengan apa yang terjadi di hidupmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya