Entah tidak disadari atau justru disengaja, banyak pasangan yang mengumbar kemesraannya di dunia maya. Mereka tak segan untuk saling mention dengan bumbu kemesraan (yang berlebihan). Seperti tak memiliki aplikasi chat pribadi, mereka lebih gemar bertukar kemesraan di ruang terbuka.

Kamu sering gak sih menemukan hal ini? Atau justru kamu sendiri sering melakoninya? Jika iya, ini 6 alasan yang akan meyakinkanmu bahwa pamer kemesraan justru akan berpengaruh buruk bagi hubungan.

Kalau kamu ingin dunia tahu apa yang sedang kalian lalui, yakinkah kamu tidak sedang insecure dengan hubungan yang dijalani?

Seringnya mereka yang pamer kemesraan menginginkan pengakuan terhadap hubungan yang saat ini sedang dijalin dengan pasangan. Mereka ingin tahu apakah jalinan asmara yang saat ini tengah dijalin benar-benar baik-baik saja atau tidak. Pamer kemesraan di media sosial sama artinya dengan ingin menunjukkan pada dunia bahwa saat ini kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang dan hubungan kalian tengah kalian baik-baik saja.

Getol update status dan me-mention nama pasangan hingga mengucapkan selamat pagi dan selamat tidur melalui media sosial. Bukankah perilaku ini merupakan bukti bahwa kalian justru sedang insecure dengan hubungan yang dijalani? Sungguh, pamer kemesraan bukanlah prestasi, hal ini tentu juga bukan pencapaian yang patut dipamerkan dan dibanggakan di kalangan kawan-kawan.

Makin banyak orang yang tahu kondisi hubungan kalian, makin besar pula kemungkinan mereka ikut masuk dan merunyamkan hubungan.

Advertisement

Kamu dan pasangan mungkin justru menikmati kebiasaan kalian pamer kemesraan di dunia maya. Namun, tanpa kalian sadari hal ini justru bisa menjadi bumerang bagi kalian sendiri. Mempertontonkan keadaan hubungan kepada orang banyak dapat membawa dampak negatif bagi hubungan.

Secara tidak langsung kamu sudah menginfokan keadaan ‘naik turunnya’ hubungan kepada banyak orang. Dan ini bisa membuat mereka yang tidak menyukai hubungan kalian bisa masuk ke dalamnya. Mereka bisa menyelinap ke dalam hubungan ketika dirasa kondisimu dan pasangan sedang renggang. Kalau sudah begini, siapa yang merugi?

Meski banyak orang membaca, yakin deh cuma sedikit saja yang ikut bahagia. Sisanya pasti akan bilang “Iyuuuuuhhh” dalam hatinya.

Tak bisa dipungkiri bahwa kamu dan pasangan terkadang ingin membagi kebahagiaan yang sedang dirasakan sekarang ini. Kalian membaginya melalui saling mention di dunia maya dan menambah bumbu kemesraan di dalamnya.

Tapi yakinkah kamu bahwa semua orang juga turut merasakan kebahagiaan seperti yang sedang kalian rasakan? Berapa perbandingan orang yang turut senang dengan orang yang justru merasa geli? Bukankah lebih menyenangkan rasanya ketika kamu dan dia saling bertukar kebahagiaan melalui pesan pribadi?

Pamer kemesraan sama saja dengan pencitraan. Kamu tentu tak mau jika kemesraan yang kalian buat hanya sebatas kepura-puraan.

Mungkin pertama kalinya pamer kemesraan di media sosial merupakan sikap spontan yang dilakukan bersama pasangan demi menunjukkan besarnya cinta kalian. Namun, kemudian hal ini bisa berganti posisi menjadi suatu kebanggaan. Ketika hubunganmu dan pasangan sebenarnya sedang tak baik-baik saja, kamu dan dia ingin membuat seolah-olah kalian baik-baik saja di depan umum. Hasilnya, romantisme yang diciptakan di dunia maya pun hanya sebatas kepura-puraan belaka.

Kamu dan pasangan memiliki privasi. Dan bukankah akan lebih indah jika kebahagian itu hanya kalian yang menikmati?

Hubungan asmara yang tengah dijalin sekarang ini tercipta karena adanya kamu dan pasangan. Dan tentunya hubungan ini dinikmati juga oleh kalian sendiri. Tak perlu getol menyatakan cinta melalui media sosial supaya orang tahu. Tak perlu pula saling bertukar kabar dan merencanakan kencan di akun media sosial supaya banyak juga orang yang membaca dan tahu bahwa kalian sedang bahagia-bahagianya. Nikmatilah kebahagiaan kalian berdua saja, dan itu justru akan terasa lebih bermakna.

Jika nantinya jalinan cinta kandas di tengah jalan, bukankah malu rasanya mengingat segala kemesraan yang telah kalian umbar di depan banyak orang?

Kamu dan pasangan hanya menjalani cerita yang sudah diplotkan oleh Sang Pencipta. Kalian tentu tak bisa mereka atau menduga akan bermuara ke mana hubungan yang tengah dijalani kini. Memang mungkin kalian berharap hubungan ini akan membahagiakan dan berakhir di pelaminan. Namun, sekali lagi kita hanyalah manusia, kita hanya bisa merencanakan. Hasil akhir tetap berada di tangan Empunya Semesta.

Kamu dan dia tak tahu akan seberapa lama hubungan yang akan dijalin ini. Mungkin memang kalian saat ini tengah di mabuk cinta dan tenggelam dalam euforia. Tapi, bukankah jika nantinya hubungan ini kandas dan tak seperti yang direncanakan, kalian akan merasa malu dengan kemesraan yang terlanjur diumbar di media sosial?

Terlanjur mencantumkan nama pasangan di bio hingga selalu mengunggah foto berdua. Kemudian yang bisa dilakukan hanyalah menekan tombol delete ketika kalian tak lagi bersama. Mungkin memang setelah dihapus akan hilang dari dunia maya, namun bukankah hal ini tetap melekat di benak orang-orang yang – mau tak mau – telah memantau hubungan kalian berdua?

Berbagi kebahagiaan di dunia maya dengan pasangan tentu boleh saja, namun kalian juga mesti bijak dan mampu mengukur seberapa porsi yang bisa dinikmati banyak orang dan seberapa porsi yang memang hanya diperuntukkan bagi kamu dan pasangan. 🙂