Dari Para Pasangan Hospital Playlist ini, yuk Belajar Tips Pacaran Dewasa tapi Tetap Uwu~

Pasangan hospital playlist

Minggu ketiga bulan September menjadi momen yang paling dinantikan sekaligus dihindari bagi penggemar serial drama Korea Hospital Playlist. Bagaimana tidak? Kisah drama yang sudah menjadi pengobat rindu akan sahabat di kala pandemi ini, mau tak mau harus berakhir. Untungnya, ending dari season 2 yang disuguhkan bisa dibilang menyenangkan semua pihak. Tak jauh dari season pertama, Hospital Playlist 2 masih menceritakan tentang kelanjutan persahabatan antara lima dokter di dalamnya.

Menariknya, di antara banyaknya genre kedokteran yang identik dengan kehidupan hectic dan stressful, drama yang satu ini justru dikemas dengan sederhana melalui aksi dan dialog antar karakternya. Bahkan, dengan persahabatan mereka, penonton jadi bisa merasakan kehangatan seperti yang dijumpai pada serial Reply 1988. Kalau kamu juga merasa demikian, jangan heran, ya. Sebab, produser dan sutradaranya merupakan orang yang sama dengan yang menggarap serial Reply 1994, Reply 1997, Reply 1988 dan Prison Playbook. Pantas saja~

Ceritanya yang ringan dan penuh makna ini yang menjadi daya tarik bagi banyak orang. Belum lagi karakternya yang variatif dan realistis, terutama soal percintaan. Pasangan-pasangan di Hospital Playlist 2 memiliki kisah unik serta nama couple yang berbeda. Jalan cerita yang relate dengan kehidupan kita membuat penonton jadi baper dan terbawa suasana.

Nah, bicara hubungan asmara yang disisipkan dalam Hospital Playlist, kita bisa belajar memaknai cara mereka dalam mendefinisikan cinta, lo. Nggak percaya? Coba deh, simak ulasan ini.

Persabahatan lintas gender sering jadi momok yang menakutkan. Apalagi, kalau sudah sama-sama bawa perasaan

“Mustahil cewek-cowok sahabatan tanpa ada perasaan saling suka,” kata mereka yang sudah terlanjur skeptis.

Mau menolak juga dilema, lagi pula pernyataan di atas agaknya juga sesuai dengan pengalaman banyak orang. Ya gimana, sering kali anggapan seperti ini digambarkan dalam beberapa sinema. Misalnya saja hubungan persahabatan kelima dokter Rumah Sakit Yulje yang sudah terikat sedari bangku kuliah. Salah satu karakter, yakni Lee Ik-jun diam-diam justru menyukai Chae Song-hwa, satu-satunya perempuan di squad mereka.

Pria yang sudah menyicip manis pahitnya hubungan asmara tersebut sadar betul akan konsekuensi memacari sahabat sendiri. Banyak hal yang mesti diperhatikan walau mungkin kelihatan indah jika hubungan asmara berjalan lancar. Namun, jika sebaliknya yang terjadi, ia harus siap kehilangan pacar sekaligus sahabat dalam waktu bersamaan. Hal inilah yang dihindari Ik-jun, apalagi setelah ia mendengar kawan karibnya yang lain menaruh perasaan serupa ke Song-hwa.

Alih-alih langsung mengutarakan rasa cinta, ia justru memilih untuk menunggu dan bersabar. Ia tetap bersikap apa adanya dan berusaha untuk selalau ada, termasuk saat sang perempuan curhat soal cowok lain. Penyampaian di waktu yang tepat pada akhirnya mampu membuahkan hasil, ya walaupun keduluan salah satunya. Meski sikap seperti ini nggak bisa dijadikan patokan dia akan suka, setidaknya kamu sudah tulus menyampaikan perasaan lewat aksi nyata.

Sebenarnya cowok dan cewek itu bisa saja sahabatan kok. Ada yang dinamakan cinta platonik. Cinta yang benar-benar tulus tanpa mengharapkan balasan yang lebih. Cinta yang mengutamakan rasanya sendiri. Namun, yang perlu kamu yakini, jika salah satu atau keduanya saling cinta, maka mereka harus mengerti bahwa hubungan persahabatan itu nggak lagi murni.

Menjalin hubungan di usia yang matang memang dibutuhkan komitmen. Nyatanya kamu juga perlu memberikan dia waktu untuk mengejar impian

Saling mendukung dalam hubungan | Credit: Everton Vila on Unsplash

Selain cinta yang terpendam, drama Hospital Playlist juga menyajikan pasangan yang saling mendukung satu sama lain. Ibaratnya pasangan ini sudah sama-sama klik, mulai dari selera humor, tujuan menjalin hubungan, hingga mendukung perihal karier yang dijalani. Hubungan ini ditunjukkan oleh Jun-wan dan Ik-soon yang dijuluki dengan nama “Bidulgi Couple”. Mereka yang pertama kali bersemi, meski sempat kandas di tengah jalan karena salah paham.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini