5 Momen yang Membuatmu Kembali Percaya Cinta, Meski Sebelumnya Kamu Sering Dikecewakan Olehnya

Percaya pada cinta

Kandasnya hubungan bikin orang jadi sedih. Hari-hari yang sebelumnya indah berubah jadi gelap. Hidup rasanya nggak enak lagi buat dijalani. Perlahan-lahan kebencian tumbuh dalam jiwa, teralamatkan kepada dia yang lebih memilih orang lain. Meski sudah pernah mengalaminya, patah hati selalu meninggalkan luka yang susah ditahan.

Advertisement

Dikecewakan cinta nggak pernah mudah dilewati. Meski kita sudah memaafkan pelakunya namun kekecewaan itu masih tetap tinggal. Kita jadi sulit untuk percaya pada cinta. Orang-orang yang datang mendekati sengaja kita jauhi karena takut dikhianati lagi. Sikap ini sungguh menyiksa diri. Di satu sisi kita butuh orang lain untuk mendampingi, di sisi lain kita takut disakiti. Sampai akhirnya momen itu datang. Momen yang mengubah segalanya.

1. Melihat ibu dan ayah saling mengasihi membuatmu sadar bahwa cinta sejati itu ada

Cinta sejati via unsplash.com

Setelah dikecewakan mantan pacar kamu jadi penyendiri. Beberapa insan menghampiri namun kamu malah lari. Kamu takut akan patah hati lagi jika memaksa menjalin hubungan. Ketidakpercayaanmu akan cinta ini perlahan-lahan terkikis setelah melihat ibu dan ayahmu. Mereka terbukti mampu menjaga cinta dan saling mengasihi selama berhatun-tahun. Kini kamu percaya cinta sejati itu ada.

2. Kamu sudah nggak betah hidup sendirian. Kebutuhan akan teman hidup membuatmu kembali mencoba membuka perasaan

Nggak betah sendirian via www.unsplash.com

Menjalani hidup sendiri awalnya mengasyikkan. Tak ada aturan dan kekangan dari siapapun. Mau main sama teman bebas. Sampai suatu ketika teman pergi satu persatu. Ada yang pulang ke kampung halaman, ada juga yang berkeluarga. Kesepian itu datang juga. Di momen inilah kesadaranmu akan hidup berpasangan tumbuh. Kamu merasa butuh teman hidup untuk menemani hari-hari. Kelamaan sendiri itu nggak nyaman.

Advertisement

3. Menjalani hidup yang penuh cobaan ini dengan sendirian itu susah. Memiliki pasangan bisa sedikit mengurangi beban hidup

Beban hidup bisa terbagi via www.unsplash.com

Selain karena teman, masalah yang datang bertubi-tubi membuat hidup kian terasa susah. Kamu yang dulu sanggup mengatasinya sendiri kini kerepotan. Adakalanya kamu ingin menyerah saja untuk hidup. Tapi kamu berpikir bahwa menyerah bukan pilihan yang bijak. Lalu muncul kesadaran bahwa mungkin dengan mencari pasangan beban hidup akan terbagi. Hidup akan lebih mudah dijalani.

4. Terlalu rapat menutup diri membuat banyak orang yang datang padamu kecewa. Sudah waktunya untuk membuka hati sekali lagi

Nggak mau mengecewakan orang lagi via www.unsplash.com

Sejak kamu memilih untuk sendirian, beberapa orang datang menghampiri. Mereka menunjukkan ketertarikan. Kamu menolak. Orang-orang baru datang lagi dan mengetuk pintu hatimu. Rasanya ingin menolak lagi tapi nggak sanggup. Kamu tahu itu akan menyakiti banyak orang. Sudah sepatutnya kamu memilih pasangan agar tak menyakiti orang lain lagi.

5. Seseorang datang membawa cinta yang lain. Kehadiran ini membuatmu yakin bahwa masa lalu yang kelam nggak akan terulang.

Advertisement

Sosok yang tepat datang via www.unsplash.com

Seseorang datang. Sosok yang berbeda dari yang lainnya. Perlakuannya kepadamu begitu manis dan sempurna. Kehadirannya seperti air yang membawa kesejukan. Mengairi hati yang telah lama kering dan gersang. Kamu bisa melihat secercah harapan dari kehadirannya. Perasaan yang telah lama nggak dirasakan, kini mulai perlahan datang.

Barangkali setiap orang pernah mengalami fase ini dalam hidup. Kekecewaan membuat sebagian orang meragu pada hubungan. Sampai akhirnya momen itu datang. Sebuah titik balik yang membuatmu kembali percaya pada sebuah hubungan. Sesuatu yang indah itu bernama cinta. Entitas rasa yang bisa mengubah hati jadi bahagia. Hari-hari yang tadinya kelabu jadi terang-benderang.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE