Pertemuan yang tak pernah kamu sangka akhirnya membawamu pada perasaan cinta. Diawali dengan perkenalan lalu mulai mencoba saling memahami satu sama lain membuatmu merasa bahwa dialah jawaban atas segala doa. Dan tak butuh waktu lama untuk mengerahkan semua hati dan perasaanmu untuk benar-benar jatuh cinta padanya.

Tapi layaknya bunga teratai yang hanya mekar sebentar, hubungan kamu dan dia pun tak berlangsung lama. Harapanmu  kandas begitu saja di saat kamu sedang cinta-cintanya. Bagaimana rasanya? Sekuat apapun kamu jelaskan mereka tak akan pernah mengerti, karena dalam skenario ini hanya kamu yang melakoninya.

1. Hidupmu runtuh begitu saja. Meski menolak untuk mempercayai apa yang terjadi, kamu tak bisa lepas dari perasaan hancur dan patah hati

Hidupmu terasa runtuh via i.huffpost.com

Tak percaya. Setelah semua yang sudah dilewati bersama-sama, dengan mudah dia pergi begitu saja. Alasannya karena sudah tak ada rasa. Lucu sekali bukan? Padahal kamu sedang cinta-cintanya. Dan setelah dia meninggalkanmu, tak hanya perasaanmu yang hancur berantakan, tapi juga hidupmu yang seakan luluh lantak. Rasa sakit mendera seluruh tubuhmu meski tak ada luka yang kasat mata. Kamu merasa dikhianati oleh cintamu sendiri, cinta yang selama ini sudah kamu semai dan tumbuhkan setiap hari.

2. Setiap apa yang kamu lakukan mengembalikan memori tentangmu dan dia. Tak terasa, air matamu mengalir begitu saja

Dia selalu hadir di pikiranmu setiap saat via idealist4ever.com

Advertisement

Mencoba tetap bertahan dan seakan baik-baik saja. Tapi tetap tak bisa. Setiap apa yang kamu lakukan, memorimu bersamanya selalu muncul dalam pikiran. Sekuat apapun kamu mencoba untuk menghilangkannya dari ingatanmu, sekuat itu pula kenangan bersamanya bersarang di benakmu.

Dan kenapa hal-hal yang manis tentang dia lah yang muncul ketika perasaanmu hancur berantakan seperti saat ini? Kenangan yang membuat air matamu mengalir tak terbendung lagi.

3. Kamu sejenak ingin lari dari kehidupan nyata. Tak ingin melakukan apa-apa ataupun bertemu siapa-siapa

Lari dari kenyataan mungkin bisa jadi jalan keluar via tango.image-static.hipwee.com

Kebahagiaan yang kamu punya selama ini seakan direnggut tanpa ampun. Kamu sama sekali tak pernah menyangka hal ini akan terjadi. Ketidaksiapanmu menghadapi perpisahan yang begitu mudahnya terjadi membuatmu ingin lari saja dari kenyataan.

Kamu ingin bersembunyi dari hiruk pikuk kehidupan. Kamu ingin lari dari semua pertanyaan tentang kenapa hubunganmu dan dia berakhir begitu saja. Pertanyaan yang sama sekali kamu tak mengerti jawabannya. Ya, andai saja kamu bisa, kamu ingin menghentikan waktu yang berjalan, hingga perasaanmu yang pecah berkeping-keping menyatu kembali.

4. Penyesalan pun menjadi hal yang kamu rasakan saat itu juga. Kenapa harus bertemu dan jatuh cinta dengannya

Tahu berakhir seperti ini, kamu lebih memilih untuk tak mencintainya via i.huffpost.com

Penyesalan pun tak terhindarkan. Andai saja kamu tahu akan berakhir seperti ini, tentu kamu tak akan memilih untuk membuka hati. Jika saja kamu tahu akan sesakit ini, tentu kamu tak akan mencintainya secara menyeluruh dan sepenuh hati.

Mengapa kamu harus mempercayakan cintamu kepadanya? Kenapa harus dia yang menjadi tumpuan rindumu. Kenapa hatinya yang kamu jadikan tempat untuk berlabuh. Ya, penyesalan yang tak akan bisa kamu ulang jalan ceritanya.

5. Kamu pun mulai mempertanyakan apa yang telah Tuhan lakukan. Kamu merasa dipermainkan

Kamu merasa dipermainkan via dylandsara.com

Sakit dan luka yang kamu rasakan pada akhirnya menghasilkan sebuah pertanyaan. Pertanyaan yang mengisyaratkan tentang keraguanmu pada Tuhan. Kamu mulai mempertanyakan tentang apa yang telah Tuhan lakukan. Apakah Tuhan suka mempermainkan perasaan? Mengapa Tuhan mempertemukanmu dengannya jika akhirnya tak bisa bersatu? Mengapa Tuhan menumbuhkan rasa cintamu pada dia jika akhirnya harus berpisah? Tak adil. Kamu merasa Tuhan berlaku tak adil padamu dengan semua yang telah kau usahakan.

6. Berharap bahwa itu semua hanya mimpi, atau sekalian hilang ingatan tentang hubungan yang pernah dilalui

Berharap ini hanya mimpi via www.pexels.com

Dan jika inilah yang Tuhan inginkan, perpisahan antara kau dan dia, maka kamu hanya punya satu permintaan. Berharap cinta dan hubungan yang telah kamu usahakan hanya sebatas mimpi saja. Sehingga ketika kamu bangun tak ada perasaan sakit dan terluka.

Jika Tuhan tak berkenan ini hanya mimpi belaka, maka kamu meminta agar ingatanmu dan dia, semua kenangan yang telah kamu ciptakan bersamanya, dihapuskan segera. Ya, agar kamu tak pernah merasakan sakitnya kehilangan di saat kamu sedang cinta-cintanya.

Dan atas semua yang telah terjadi, kamu tak bisa berbuat apa-apa. Kamu tak bisa mengatur jalan hidupmu dengan sesukanya. Setiap apa yang terjadi selalu tersembunyi makna. Apakah itu menjadi sesuatu yang bisa kamu miliki, atau sekadar pelajaran untuk hati.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!