Buatmu cinta yang riuh justru kurang nyaman rasanya. Cinta yang tenang biasanya bisa lebih bertahan lama. Untuk ini kamu memilih menyimpan perasaan sekian lama. Jadi pejuang cinta dalam diam.

Jika boleh memilih jelas kamu ingin bisa jadi manusia ekspresif yang bisa bilang rindu. Tapi sayang kebebasan ini tidak ada dalam kamusmu.

Ya, tak ada pilihan untuk mencintai secara terang-terangan. Dia ada tapi tak tersentuh. Hanya kamu yang bisa merasakan bagaimana rasanya cinta yang dirahasiakan.

1. Kamu nggak rela melihatnya dekat dengan gadis lain, tapi kamu sadar betul tak ada kuasa untuk melarangnya

Kamu nggak rela saat dia dekat dengan yang lain via static.pexels.com

Meskipun dia bukan milikmu, tapi hatimu tak rela melihatnya dekat dengan gadis lain. Ibarat gadis yang cemburu pada kekasihnya yang dekat dengan perempuan selain dirinya. Tapi mereka bisa melarang dan nyatanya kamu tidak. Tak ada kuasa setitikpun untuk mengatur dengan siapa dia dekat dan dengan siapa dia akan jatuh cinta. Karena kamu, gadis yang hanya mencintainya dari satu sisi saja. Tak ada cinta yang terungkap, meskipun perasaanmu berteriak di dalam.

2. Jika seseorang sedang membicarakan atau sekadar menyebut namanya di dekatmu, hatimu berdesir dan kamu bisa salah tingkah dibuatnya

Advertisement

Cukup mendengar namanya, hatimu langsung berdesir via static.pexels.com

Jika dia berada satu lingkungan denganmu, mau nggak mau juga berada dalam irisan percakapan yang sama. Nggak jarang, teman-temanmu suka membicarakan tentangnya, lelaki yang kamu cinta di dalam hati saja. Dan jika mereka membicarakannya di dekatmu, tanpa disengajapun hatimu langsung berdesir. Bahkan hanya dengan membaca postingannya di media sosial, kamu bisa salah tingkah dibuatnya. Ya, seperti itulah cinta. Meski tak bisa kau sampaikan, namun selalu bisa kau rasakan.

3. Melihatnya semakin berhasil dan sukses membuatmu bahagia dan bersyukur, meskipun tak ada sedikitpun sangkut pautnya denganmu

Melihatnya berhasil sudah membuatmu bahagia via static.pexels.com

Ada segaris senyum terukir di wajahmu saat kamu melihatnya berhasil atau sukses atas apa yang dilakukannya. Ketika dia merasakan bahagia, saat itu juga kebahagiaanmu berlipat ganda. Meskipun tak ada sangkut pautnya dengan dirimu secara fisik, tapi secara emosi kamu benar-benar merasa dekat. Mungkin kesuksesannya juga menjadi bagian dari pintamu dalam doa. Ya, dia yang selalu hadir di setiap aminmu ­čÖé

4. Perasaan rindumu hanya sebatas tetesan air mata, karena kamu paham bahwa di antara kalian nggak ada hubungan apa-apa

Pelerai rindumu hanya air mata via static.pexels.com

Dari semua perasaanmu, hal inilah yang paling berat dan selalu membebanimu ketika ia melanda. Perasaan rindu yang tak tahu harus kemana akan kamu labuhkan. Dan kamu tahu betul, bahwa hanya air mata yang mampu melerai kerinduanmu padanya. Dia yang tak bisa kamu salahkan atas perasaanmu yang sama sekali dia tak tahu. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana perasaan ini berakhir. Apakah Tuhan membuatmu menunggu, atau segera membukakan jalan agar kalian bisa bersatu.

5. Saat dia menyunggingkan senyum untukmu, hatimu berkata-kata. Apakah dibalik senyum itu ada arti, atau hanya sebatas basa-basi

Senyumnya padamu malah bikin kamu bertanya-tanya via static.pexels.com

Melihat dia tersenyum kepadamu pastilah menjadi hal yang paling membuatmu bahagia. Sayang, kebahagiaan itu selalu diiringi pertanyaan. Apakah senyumnya berarti perasaan yang sama denganmu, atau hanya sekedar sapaan tak berarti. Tapi yang jelas, apapun maknanya, senyumannya selalu kamu tunggu dan rindukan. Seperti siang yang menunggu malam, yang tak bisa bisa duduk dahulu sejenak untuk sekedar bercakap-cakap.

6. Kamu tak bisa memilih untuk mundur, melangkah maju, atau tetap bertahan. Karena hatimu tak bisa menerka jawaban atas perasaan yang selalu kau pertanyakan

Kamu bimbang harus bagaimana via static.pexels.com

Bagaikan makan buah simalakama, cintamu bingung. Tak tahu apa yang semestinya kamu lakukan. Apakah menyerah dengan perasaanmu yang entah kapan bisa kamu ungkapkan ini, atau bertahan dengan keadaan saat ini tapi hanya merasa sakit sendiri. Sering kamu bertanya pada hati, apa sebenarnya yang diinginkan. Tapi, sama seperti cinta, hatimu juga tak tahu jawabannya.

Dan di sinilah kamu, terombang ambing di kapal perasaan yang takut akan hempasan gelompang tapi sudah kepalang berlayar.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwe di mig.me!