Perpisahan Memang Menyakitkan. Tapi 5 Langkah Ini Akan Membuatnya Lebih Ringan dan Elegan

Tidak ada yang menyukai sebuah penolakan, dan ketika penolakan itu datang dari kekasih, atau mantan kekasih, rasanya hal itu seperti pil pahit yang harus ditelan. Bagian yang membuat sebuah penolakan menjadi hal yang menyedihkan adalah karena tidak ada hal lain yang dapat kamu lakukan atau katakan untuk menanggapi hal tersebut selain menerimanya.

Advertisement

Jika mantan kekasihmu memang tidak ingin bersamamu lagi, rasanya tidak adil jika kamu tetap ingin bersamanya dan meyakinkannya agar tetap denganmu. Dan ketika kamu merasa bahwa memang sudah seharusnya memperjuangkan orang yang kamu cinta – ada bagian dari mencintai yang mengharuskanmu untuk melepaskan, dan kadang menerima sebuah penolakan adalah hal yang memang harus diterima, sebagai seorang yang dewasa kamu pasti tidak akan menemui kesulitan berarti.

Dan sebaliknya, ketika kamu merasa ingin mengakhiri hubungan dengan seseorang, pastikan bahwa kamu melakukannya dengan ‘benar’. Jangan sampai kamu melakukan kesalahan sehingga perpisahanmu tidak akan terlalu menyakitkan.

Jika ingin berpisah dengan seseorang, lakukan dengan bijaksana dan profesional. ‘Penutupan’ hubungan yang benar membutuhkan pertemuan tanpa meninggalkan banyak pertanyaan.

Perpisahan yang dewasa

Perpisahan yang dewasa via nhatkyyeu.com

Ingatlah, dia adalah orang yang dulu pernah kamu cinta. Kalian berdua pernah terlibat dalam hubungan yang penuh perasaan. Dan jika kamu berpikir bahwa perpisahan adalah jalan keluar yang terbaik, setidaknya buatlah perjuangan untuk melakukannya dengan baik terakhir kalinya. Memutuskan hubungan via pesan teks rasanya tidak terlalu baik, mengingat kalian tidak saling bertatap muka dan apa yang ia pikirkan bisa saja berbeda denganmu. Bukan tentang siapa yang bersalah atau siapa yang benar, hanya saja kalian tak akan pernah menemui titik terang jika tak bertemu dan berbicara dengan benar. Usahakanlah untuk menahan egomu kali ini saja, pergilah dan bicara dengannya.

Advertisement

Mungkin putus via teks / telepon lebih membuatmu nyaman karena tidak harus menatap wajahnya. Namun secara tidak langsung kamu juga menunjukkan bahwa kamu tidak memiliki empati terhadap dia yang pernah berbagi rasa.

Perpisahan yang sehat

Perpisahan yang sehat via www.tiliasnews.com

Janganlah membiarkan ego membengkak terlalu lama. Jika kamu ingin mengakhiri hubungan dengannya, lakukanlah dengan elegan. Tidak ada yang salah dengan memulai untuk mengambil langkah jika kamu memang merasa hubungan kalian tak lagi membawa manfaat. Memang memutuskan hubungan via pesan teks akan membuatnya jauh lebih mudah. Namun paling tidak, untuk yang terakhir kalinya, jangan biarkan egomu yang bekerja. Berilah izin pada perasaanmu yang sebenarnya untuk berbicara. Seburuk-buruknya hubungan kalian sekarang, kalian berdua pernah menjadi pasangan yang mengundang banyak mata untuk memandang. Kemesraan kalian dulu rasanya tak pantas untuk dilupakan begitu saja – dan memutuskan hubungan via pesan teks akan merusak segalanya.

Selalu pastikan bahwa kamu melakukannya dengan cara yang benar sehingga dia – yang akan berpisah denganmu – nggak akan menyimpan kenangan buruk tentang kalian berdua.

Perpisahan yang sehat

Perpisahan yang sehat via itiswrittenforyou.wordpress.com

Menjalin hubungan dengan seseorang berarti pasanganmu adalah aspek terpenting dalam hidupmu. Jika kamu mampu untuk berpikir bahwa memang sudah saatnya bagi kalian untuk berpisah, maka kamu pasti akan mampu untuk membuat sebuah effort berarti bagi hubungan kalian untuk terakhir kalinya. Meskipun kamu mampu untuk membicarakannya lewat pesan teks, bukan berarti kamu harus melakukannya. Memutuskan hubungan via pesan teks secara tak langsung menjadi bukti bahwa hubungan ini tak pernah berarti bagimu.

Sebuah hubungan seharusnya dilandasi dengan kejujuran dan kepercayaan. Bagaimana kamu mengatasi masalah, bagaimana sikap dan tindakanmu ketika bersamanya, seharusnya menjadi cerminan mengenai bagaimana hubungan kalian harus berakhir. Jika hubungan kalian berakhir dengan baik-baik, maka pertemanan setelah berpisah pun masih bisa dibangun. Jadi tak akan ada lagi kucing-kucingan sama mantan ketika salah satu sahabat kalian menggelar pesta dan kalian berdua diundang. Hey, menjalin hubungan baik perlu dilakukan dengan siapa saja termasuk dengan mantan pacar. Iya, mantan. Nggak ada salahnya kan? Siapa tahu kalian bisa menjadi partner bisnis di masa depan? Who knows? 😉

Hargai juga perasaan pasanganmu dan ambil keputusan dengan bijak setelah bertemu dan membicarakan segalanya berdua. Karena itulah hal terbaik yang akan kamu lakukan untuk terakhir kalinya.

Perpisahan yang sehat

Perpisahan yang sehat via boring-dreams.blogspot.com

Dengan segala peristiwa yang terjadi dalam hidupmu, pilihan yang terbaik adalah tetap tegar. Entah itu soal pekerjaan yang tak kamu suka – atau hubungan yang tak berjalan lancar – pilihanmu untuk mengakhiri sesuatu akan menjadi kesan terakhir yang mungkin akan orang sematkan padamu. Hargai perasaan pasanganmu – dan dirimu sendiri karena memang itulah yang harus dilakukan. Meskipun perpisahan adalah hal yang paling tidak diinginkan setiap orang, namun pemikiran yang dewasa tak akan membiarkan ego berdiam diri terlalu lama dan menghilangkan semua rasa sayang yang pernah ada.

Dan setelah (akhirnya) kalian berpisah, apakah perlu untuk ‘mengenyahkan’ segala kenangan yang ada?

Perpisahan yang sehat

Perpisahan yang sehat via youqueen.com

Pastinya kalian berdua pernah berbagi banyak hal bersama. Entah itu barang-barang pemberian, liburan bersama, atau bahkan pin ATM, rasanya akan lebih bijak jika kamu tetap menyimpan kenangan itu. Tak perlulah kamu mengumbar hubungan kalian segitu luasnya ke khalayak ramai. Mereka nggak perlu tahu detail hubunganmu dengannya. Memang wajar jika rasanya kita gatal untuk membagi cerita yang menarik kepada orang lain. Namun ada kalanya juga kita perlu mengetahui seberapa batas yang wajar untuk membagi ceritamu.

Hubungan dengan teman-teman dan keluarganya sebisa mungkin harus terjaga dengan baik. Dan jika telah resmi berpisah, unfollow dan unfriend akunnya di media sosial rasanya bukan lagi hal yang patut dilakukan mengingat kalian berdua telah sama dewasanya. Lagipula kalau kamu unfriend akunnya, kamu nggak bisa lagi stalking ‘kan? 😉

Lakukan kontak lagi jika kamu dan hatimu memang sudah merasa siap. Jangan paksa hatimu untuk menghubunginya jika kamu merasa belum saatnya menjalin tali silaturahmi. Sehingga jika kamu telah merasa siap untuk menghubunginya lagi, kamu tak akan membawa urusan hati yang pernah kalian lalui.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Ailurophilia.

19 Comments

  1. #Keren gw pikir putus itu ada baiknya. silahturahmi tetep ada.. buat rekan bisnis.. 😀

  2. No good in good bye.. ;(

  3. afri berkata:

    Rasanya susah bangat pastinya.. hahaha ngak semudah bikin telor ceplok :V bagaimanapun move on itu butuh usaha keras. Selama kita masih sama-sama di dunia, sejatinya kita ngak akan merasa terpisah, kecuali Terpisah alam….. Biarpun terasa tidak menentu kita juga harus menyadari batasan-batasan kita sebagai manusia begitu pula dengan status mahluk sosialnya pada peradaban milenium ini.

  4. Suzan berkata:

    seorang yg sdh tdk bs menghargai pasangan, apa bisa diajak bicara baik2 (dgn bertatap muka)? bagi sy lbh baik diam, lalu pergi

  5. Mira Mirot berkata:

    mau putus tapi aku masih sayang:( , tpi sicowok tadipun gapeduli lagi hell me:'(

  6. Tantan Tania berkata:

    Harus nya dia yang membaca ini dan bersikap dewasa . bukan seperti bocah yg cuman berani memutuskan hanya lewat sms . di ajak bertemu tidak mau dan banyak alasan . apa kah itu dewasa ?

CLOSE