Artikel ini terinspirasi dari kisah@fajarrani. Pemenang hari #30HariTerimaKasih Challenge. Hayo, sudahkah kamu cukup bersyukur hari ini?

Semakin dewasa, beberapa hal mengalami pergeseran makna yang cukup signifikan. Bukan, ini bukan cuma perkara pasangan ataupun perasaan. Hey, hidup tak sekadar tetek bengek hati saja ‘kan? Jika mau melirik dalam, pergeseran makna juga terjadi di urusan pertemanan.

Ikatan yang satu ini boleh jadi tak sesering itu diperhatikan. Namun, selalu ada yang menarik untuk diangkat, dibicarakan, kemudian dimasukkan dalam kompartemen penuh kenangan. Di akhir hari, kita akan sepakat bahwa pertemanan adalah soal siapa yang akhirnya bertahan — setelah dihadapakan pada berbagai keadaan.

Orang bilang perkawanan adalah keluarga yang kita pilih sendiri. Mereka yang rela mendampingi tanpa banyak pretensi

Perkawanan adalah keluarga yang kita pilih sendiri

Perkawanan adalah keluarga yang kita pilih sendiri via studybreakscollegemedia.com

Advertisement

Tidak semua orang beruntung ditempatkan dalam pertemanan yang membangun. Ikatan yang bukan cuma sekadar berisi kumpul-kumpul, tapi juga membuat otak dan semangat mengebul.

Perkawanan yang baik memberi kita ruang hangat baru selekat keluarga. Tempat kita bisa diterima, didorong, kemudian berkembang sebagai manusia. Tidak berlebihan rasanya jika kemudian perkawanan dilabeli sebagai ikatan keluarga yang bisa dipilih sendiri. Sebab di sini dukungan selekat saudara sendiri bisa datang dari berbagai sisi.

Entah bagaimana jala-jala hidup membuat dekat begini rupa. Tanpa perlu berkirim pesan tiap waktu, tanpa berlu bertatap muka di setiap akhir minggu, tanpa agenda pasti bertemu

...tapi mereka akan tetap jadi teman-teman terbaikmu

…tapi mereka akan tetap jadi teman-teman terbaikmu via ince254.blogas.lt

Pertemuan yang ala kadarnya tidak menyurutkan ikatan yang ada. Jika ditanya siapa orang terdekat dalam hidupmu yang keluar adalah nama-nama mereka. Beberapa cerita juga hanya bisa dibagi pada orang-orang ini saja. Dengan sabar mereka akan mendengar keluh kesah dan impian-impian anehmu tanpa mengernyitkan alis mata.

Advertisement

Mungkin kalau tiba-tiba kamu beralih profesi menjadi penulis kacangan yang karyanya tak pernah dimuat mereka juga akan jadi pendukung utama yang paling memahaminya. Ada beberapa rencana dan impian yang hanya bisa kalian wujudkan bersama. Tak mungkin di lingkaran pertemanan lainnya. Sekedar pergi ke luar kota dan menginap beberapa malam saja. Terlihat sederhana memang, tapi siapa yang bersedia menjadi pengendara layaknya sopir bus antar kota? Siapa yang bisa tetap asyik walau hanya makan kurang dari 10 ribu rupiah tiap kalinya? Orang tua mana yang tenang anaknya pergi dengan lelaki yang bukan muhrim bila bukan dengan sahabat lelaki yang menjaga dan terpercaya?

Bersama mereka, persahabatan bukan soal presensi semata. Tak perlu mesin absen canggih seperti di kantor-kantor ibukota

Persahabatan bukan cuma soal presensi semata

Persahabatan bukan cuma soal presensi semata via www.pinterest.com

Kamu tak perlu ada setiap waktu bagi sahabat yang kau cintai dan mencintaimu. Jala persahabatan lah yang akan melekatkan kalian, saat rindu sudah mulai bertalu.

Terima kasih Tuhan, telah kau tempatkan kami dalam jala macam itu.

Adakah rasa syukur lain yang ingin kamu ungkapkan pada sahabat-sahabat terbaikmu? Jika ada, yuk bagikan kisahmu lewat #30HariTerimakasih Challenge bersama Hipwee di Instagram!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya