Semakin kamu tumbuh dewasa, semakin luas juga lingkungan yang akan kamu jelajahi. Kamu pun sudah pasti jadi kenal banyak orang baru saat ada di lingkungan barumu, seperti dalam lingkungan perkuliahan, lingkungan organisasimu, suatu event yang diselenggarakan, atau bahkan di tempat magang. Mengenal banyak orang memang banyak manfaatnya, entah menambah pengalamanmu atau memperkaya sudut pandangmu dalam menilai sesuatu.
Dunia seakan terlalu kecil saat orang yang kamu kenal ternyata juga berteman dengan teman-temanmu yang lain. Bukan dunia yang kecil, tapi dunia pertemananmu mungkin yang luas. Kenal banyak orang sana-sini dan temanmu juga ada dimana-mana, tapi kamu masih juga sering ngerasa kesepian. Sampai pada akhirnya kamu menyadari banyaknya teman bukan hal yang penting, tapi yang penting adalah teman-teman yang berkualitas. Ini alasannya kenapa kamu harus punya satu atau dua sahabat yang paling berkualitas

1. Berelasi dengan banyak orang bukan berarti kamu bisa menjadikan mereka sahabat

nggak semua kenalan bisa dianggap sahabat via www.pexels.com

Advertisement
Punya lingkup pertemanan yang luas itu bagus, lho! Orang-orang yang kamu kenal dan teman-teman yang selama ini ada di sekitarmu punya perannya masing-masing, kamu nggak bisa bohong kalau ternyata kamu pun mempunyai porsi masing-masing untuk mereka.
Kamu tau kemana harus berlari saat curhat masalah pribadi, kamu tau kemana harus berlari saat bosan dan butuh hiburan, kamu tau kemana harus berlari saat butuh motivasi mengerjakan urusan perkuliahan. Itu enaknya punya banyak teman, tapi tetap saja kamu nggak bisa membuat mereka semua menempati posisi sahabat baik di hidupmu karena dari semua teman-temanmu belum tentu mereka semua akan nyaman dan cocok saat sedang bersamamu.

2. Toh punya banyak teman dekat nggak menjamin mereka akan selalu siap memahami keadaanmu

Nggak jamin semuanya memahami kamu via www.pexels.com

Advertisement
Punya banyak inner circle itu enak sih, hidupmu jadi keliatan rame. Keliatannya sih begitu, tapi belum tentu jiwamu nggak merasa kesepian. Setiap orang punya caranya masing-masing dalam merespon keluh kesahmu saat kamu ingin di dengarkan, ada yang bisa memberi solusi baik, ada yang hanya bisa mendengarkan dengan sabar dan memelukmu, ada yang cuma sekedarnya mendengarmu karena iba.
Kamu nggak bisa memaksa mereka untuk memahami keadaanmu, karena mungkin sebenarnya merekalah yang sedang butuh dipahami. Setidaknya kalau kamu punya satu atau dua sahabat terbaik yang memang sudah all in one, kamu nggak perlu bingung-bingung lagi harus kemana kamu berlindung

3. Terima saja kenyataannya jika teman-temanmu menghilang perlahan, dengan begitu kamu jadi tau siapa yang tetap ada di titik terendahmu

Kamu jadi tau yang mana sahabat baikmu via www.pexels.com

Kamu punya banyak teman dekat, tapi waktu yang mereka punya sudah pasti bukan hanya untuk kamu. Mereka juga ingin berkembang dengan cara mereka sendiri, kamu nggak bisa menyalahkan mereka saat mereka sibuk dengan urusannya ketika kamu sedang benar-benar membutuhkan bantuan. Terima saja kenyataannya bahwa saat ini kamu dan mereka juga sama-sama sedang menjadi dewasa.
Seiring kamu dewasa kamu juga semakin bisa memaknai mana yang tetap ada di sampingmu saat mereka sedang sibuk berkembang tapi nggak pernah meninggalkanmu dan membiarkanmu merasa sendirian. Begitupun kamu, kamu nggak akan meninggalkan sahabatmu yang tulus ada untukmu saat kamu membutuhkan mereka. Itulah, pertemanan sesungguhnya.

4. Karena ada saatnya kamu hanya akan merasa nyaman dengan satu atau dua orang teman terdekatmu

hanya nyaman dengan dua orang via www.pexels.com

Lo lagi, lo mulu, lo terus
Dari sekian banyak teman yang kamu punya, belum tentu mereka punya pikiran yang sejalan denganmu, belum tentu mereka pun merasa cocok dan nyaman saat sedang bersamamu. Akan ada saatnya kamu semakin mengenal mereka dan tahu seperti apa mereka sesungguhnya, baik dan buruknya.
Saat dirasa kamu tidak juga berkembang ke arah yang lebih baik dengan mereka, nggak ada salahnya kamu menarik diri perlahan dari lingkungan tersebut. Kamu berhak mendapatkan teman yang baik dan mendukungmu mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi. Pada akhirnya kamu hanya merasa nyaman dengan satu atau dua orang temanmu, apapun masalahmu dan sebahagia apapun kamu, dia lah orang yang akan kamu tuju.

5. Bukanya pemilih dan jadi tertutup, hanya saja yang kamu inginkan bukan sekedar kuantitas tapi juga kualitas

yang penting kualitas via www.pexels.com

Kemudian kamu pun merasa lebih baik saat punya sahabat terbaik dengan jumlah yang sedikit, kamu jadi nggak perlu bingung lagi harus ngajak hang out siapa, harus curhat sama siapa, dan harus berbagi kebahagiaan dengan siapa. Selain bisa leluasa menjadi diri sendiri, kamu pun nggak lagi perlu bertopeng untuk membuat mereka menyukaimu.
Mereka sudah hafal, menjadi sahabatmu tandanya mereka juga menerima apapun yang ada dalam dirimu tanpa pengecualian, begitu juga kamu. Kalian memang nggak selalu sama, tapi kalian selalu punya cara baik untuk menghadapi perbedaan yang kalian punya. Nggak perlu kamu pilih-pilih teman pun waktu sendiri yang akan memilihkan mana yang terbaik untukmu.

6. Meski nggak banyak, tapi sahabat yang berkualitas akan tetap solid saat terpisah jarak atau dihadang kesibukan

bisa tetep solid via www.pexels.com

Jarak dan kesibukan nggak pernah jadi halangan untuk persahabatan yang berkualitas, batin kalian seakan sudah menyatu saking nyamannya. Nggak pernah ada asa canggung meski dipisahkan jarak atau kesibukan yang membuat intensitas pertemuan kalian nggak bisa terlalu sering. Kamu dan sahabatmu nggak pernah kehabisan bahan obrolan. Justru dengan kesibukan kalian masing-masing, kamu dan dia jadi punya banyak hal untuk diceritakan. Baik kamu ataupun dia tetap bisa menunjukan rasa peduli serta dukungan meskipun kalian semakin dewasa dan jadi sibuk sendiri.
Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya