Kapan terakhir kamu punya pacar? 1,2,3,4,atau 5 tahun lalu? Atau malah kamu lupa karena sudah saking lamanya kamu nggak punya pacar. Nggak cuma lupa kapan terakhir kamu pacaran, mungkin kamu juga lupa rasanya pacaran itu kayak apa. Kalau sekarang akhirnya bisa punya pacar lagi pasti akan ada keanehan-keanehan yang kamu rasakan, apalagi kalau kamu baru punya pacarnya di usia 20-an. Usia dimana orientasi cintamu sudah nggak sama dengan yang orang pacaran kebanyakan pikirkan.

Usia kepala dua selalu punya visi yang lebih jelas dalam hubungan percintaan. Bukan lagi menye-menye seperti anak-anak remaja kebanyakan, hubunganmu di usia 20-an selalu berbicara tentang masa depan. Tapi mungkin akan berbeda kalau pacaranmu di usia 20-an terjadi setelah sekian lama kamu nggak pernah pacaran lagi. Kamu sebenarnya ingin gaya berpacaran yang elegan, tapi di sisi lain kamu tak bisa menahan rasa cinta berlebihan yang kadang membuatmu agak alay.

1. Pas dia manggil sayang rasanya aneh sekaligus seneng nggak ketulungan

Memanggil sayang pada ia yang tersayang

Memanggil sayang pada ia yang tersayang via hdwallpapersrocks.com

Advertisement

“Sayang, semangat kerjanya ya! Jangan lupa tetap rindukan aku”

Aneh banget sekarang pesan yang masuk ke smartphone-mu lebih banyak yang diawali kata sayang, bahkan mungkin kontaknya memang kamu namai “Sayang”.  Tapi jujur, seneng banget sih baca dan dengernya. Kamu pengen tetep stay cool tapi tetep nggak bisa nahan senyum, senyummu seolah ingin terus terkembang di bibir setiap saat mendengar kata “Sayang”.

2. Malam minggu emang udah nggak lagi kelabu, tapi kok rasanya jadi kurang seru

Malam minggu yang kurang seru

Malam minggu yang kurang seru via wholeparent.com

“Malam mingguku kini sudah jadi malam minggu kita, tapi kenapa aku tak begitu bahagia?”

Advertisement

Nggak ada lagi namanya berdoa agar hujan turun di malam minggu karena malam minggumu kini sudah indah tanpa ada kelabu. Tapi nggak tahu kenapa kamu juga mendadak rindu pada masa-masa jomblo yang rasanya kok lebih seru. Pergi bareng temen deket yang selalu seru kini udah nggak sebebas dulu lagi karena sudah ada dia yang harus ditemani. Kalau pacaran kan paling cuma romantis-romantisan, kalau sama teman kan bisa ketawa-ketawa seru bareng.

3. Setiap ada masalah pengennya nyelesaiin sendiri, lupa kalau ada bahu yang bisa disandari

Bersandar di bahumu

Bersandar di bahumu via treeofrootedthoughts.com

“Selamat malam gadisku yang tengah diliputi sendu, kemarilah bersandar di bahuku”

Kebiasaan menyelesaikan masalah sendiri sejak bertahun-tahun sebelumnya, kebiasaan itu pun sulit diubah walaupun kini sudah punya pasangan lagi. Rasanya selagi bisa menyelesaikan sendiri, kamu enggan untuk meminta bantuan orang lain termasuk dia. Kamu nyaman menjadi mandiri, kamu nyaman hidup dengan dirimu sendiri. Padahal bahunya sudah siap untuk disandari.

4. Kalau dulu tersiksa karena galau menunggu, sekarang tersiksa karena menahan rindu

Menahan rinduku padamu

Menahan rinduku padamu via theodysseyonline.com

“Yang, sampe kapan ada kerjaan di luar kota? Aku kangen!”

Dulu kamu selalu bertanya-tanya kapan Tuhan akan mengirimkan jodoh padamu. Rasa galau pun tak pernah lepas dari hati dan pikiranmu. Kini galaumu ternyata juga belum usai walaupun sudah punya pacar lagi. Tapi alasan rindunya sudah beda, kalau dulu karena belum ada yang dirindukan, kini rindu itu sudah nyata dan dalam hati kamu berkata “Oh ini rasanya rindu” ~

5. Harus ngasih kabar tiap hari kadang bikin kamu sebel sendiri. Kayak ngga ada kerjaan lain lagi

Selalu memberi kabar padamu

Selalu memberi kabar padamu via hdwallpapersrocks.com

“Apa kabar? Lagi ngapain? Udah makan? Sama siapa? Yang?”

Sekarang yang nanyain kamu kabar bukan cuma facebook, twitter, dan media sosial lainnya. Sudah benar-benar ada seseorang yang menanyai kabarmu secara nyata. Sebel sih kadang harus repot-repot ngasih kabar tiap hari, udah kayak laporan ke atasan aja rasanya. Tapi kadang juga, kamu merasa lebay sendiri karena sebenarnya kamu suka ditanyain gitu. Tiap ada sms dari dia, diam-diam kamu hebooh di hati sambil senyum-senyum sendiri.

6. Dulu galau kalau ngomongin soal kenangan, sekarang galaunya kalau lagi ditinggal kesayangan

Jangan tinggalkan aku

Jangan tinggalkan aku via the-open-mind.com

“Kenanganmu kini telah hilang tertelan oleh cinta yang baru saja datang”

Galau karena kenangan udah nggak lagi jaman, kini ada si kesayangan yang lebih bikin galau. Sehari nggak ketemu aja rasanya rindu minta ampun. Mau bilang segan tapi nggak bilang juga nggak bisa nahan. Kenangan-kenangan lama mah udah dibuang nggak tahu kemana. Lagian ngapain juga kan mikirin hal-hal yang nggak penting kayak gitu. Move on!

7. Kadang males juga tampil cakep tiap hari, rasanya pengen bebas dan nggak diatur-atur lagi

Aku suka kemejamu "gulung"mu

Aku suka kemejamu “gulung”mu via lmt-lss.com

“Honey, kamu cakepnya kalau pakai kemeja terus lengannya digulung gitu deh”

Setelah sekian lama nggak memperhatikan penampilan kini kamu disibukkan dengan memadupadankan pakaian. Mencari apa yang harus kamu pakai hari ini udah sama kayak menyiapkan gaun pengantin suatu hari nanti. Semuanya karena kamu ingin tampil sempurna di depan si dia. Walaupun lama-lama  kamu bosan juga dan ingin lepas sebebas-bebasnya, tanpa  ada yang mengatur tanpa ada yang memintamu melakukan ini dan itu.

Mungkin kamu pernah juga berkata pada dirimu sendiri “Eh aku punya pacar ding sekarang, lupa!”. Sering lupa kalau harus menemaninya juga jadi hal yang biasa awalnya. Yah namanya juga terlalu lama sendiri, wajar kalau kamu lupa dia sekarang sudah ada disisi. Tapi dari semua kekesalan yang kamu alami, tetap ada rasa bahagia yang meresa di hati.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya