Dia perhatian, dia selalu perhatian, dari acara makan bareng sampai kenalan dengan keluarga sudah dilakukannya, tapi kita nggak pacaran. Hubungan tanpa status ini kiranya biasa diakhiri karena dia lagi-lagi seperti nggak ada niat buat ugkapkan cinta. Teman dan keluarga bahkan sudah mengira kita pacaran, padahal cuma dianggap sekadar teman biasa. Rasa sakit pasti, tapi sakit ini tambah sakit lagi kalau tahu alasannya dia nggak mau ungkapkan cinta. Mau bertanya takut sakit, diam saja juga sama sakitnya.

Kalau harus menjalani hubungan tanpa status baiknya memang perlu ada komitmen. Komitmennya boleh berupa janji bahwa suatu saat nanti ada ungkapan cinta yang bikin sah hubungan. Kalau hanya menjalani hubungan tanpa status tanpa komitmen siap-siap saja ada kesakitan yang mendera. Teman-teman bukan tanpa perhatian mereka selalu mendorong buat jadian tapi apa guna dia selalu kukuh dengan pendiriannya. Rasanya sakit walau ada kesenangan karena dapat perhatian tapi semua terhapus saat menyadari hubungan ini nggak jelas juntrungannya.

1. Rajin banget antar jemput, kadang malah tanpa diminta dia menawarkan diri. Harusnya kita pacaran saja sekalian!

Dia rela jemput, ya ampun kenapa sih nggak ditembak sekalian. via unsplash.com

Advertisement

Bukan sekali dua kali, dia antar jempu hampir setiap hari. Mau jalan atau berangkat sekolah bahkan dia menawarkan diri. Ya, seperti layaknya orang pacaran tapi cuma sekadar teman tanpa status. Bukan hanya itu, bahkan soal boncengan, ngobrol hal lucu di jalan dan kisah romantis lainnya sudah dijalani. Tapi kita nggak pacaran.

2. Intens banget berbalas pesan, dari hal sepele sampai curhat masalah batin, tapi kenapa sih dia mati rasa!

Perhatiannya nggak kalah sama orang pacaran deh … . via unsplash.com

Balas chat rajin banget, bahkan sampai kita nggak bisa kehilangan topik menarik. Menariknya lagi kalau dia sudah ngegombal bikin hati melayang. Tapi ya demikian, nggak ada sama sekali itikad serius untuk mengungkapkan cinta. Entah dia mati rasa atau memang nggak ada niat buat ungkapkan cinta. Terserah saja semoga yang dijalani ini ada baiknya. Cuma bisa pasrah.

3. Acara jalan dan nongkrong berdua sudah biasa dilakukan, menderita banget digantungin gini

Seru-seruan bareng sudah jadi ritus tiap akhir pekan. via unsplash.com

Acara makan bareng, nongkrong asyik berduaan sudah pernah dijalani bahkan terbilang intens. Sakitnya datang juga, saat ketemuan kita nggak pernah bicara serius soal hubungan. Takut banget kehilangan dia tapi di satu sisi pengen menyudahi hubungan yang nggak jelas gini. Sering banget setiap acara makan bareng, berharap dia ungkapkan cinta yang romantis.

4. Setiap hari nunggu momen dia nyatakan cinta, rasanya capek banget nunggu hal yang nggak jelas

Tiap hari nunggu dia nembak duluan … . via unsplash.com

Advertisement

Membayangkan dia dengan pengorbanan di film romantis terus nyatakan cinta di depan mata, hanya sebuah kemustahilan. Setiap hari nunggu dia nyatakan cinta ibarat nunggu petir di siang bolong, nggak ada sama sekali tanda-tanda dia mau jalani hubungan yang nggak jelas ini lebih serius lagi. Entah kenapa, status pacaran jadi sangat penting, rasanya pengen dimiliki biar tenang dan nyaman.

5. Teman dan keluarga bahkan sudah mengira kita pacaran, padahal mereka nggak tahu hubungan tanpa status ini bikin hati perih

Semuanya ngira kalau kita pacaran … . via unsplash.com

Teman-teman dan keluarga tercinta mengira kita sudah resmi pacaran. Memang kalau dilihat kita seperti dua pasang kekasih yang selalu dekat, gimana nggak dikira pacaran kalau tiap hari selalu berduaan. Mirisnya lagi bahkan orang yang nggak dikenal kadang juga mengira kita lagi pacaran. Ya ampun, sedih banget rasanya nggak pernah dianggap sebagai pacar. Miris!

6. Sakitnya menusuk banget tiap dikenalin selalu atas nama “teman”. Teman macam apa yang sering ucapin “met bobo”!?

“kenalin nih … temen gue” via unsplash.com

Dia selalu ajak nongkrong dan bertemu dengan kawan-kawannya. Bukan sekali saja dia kenalin ke kawan-kawannya sebagai “teman” bahkan setiap kali kenalan dia nggak pernah sama sekali ngenalin diri sebagai pasangan. Padahal temannya sudah menaruh curiga kalau kita pacaran. Pengen nangis tapi percuma juga malah dikira mengemis minta disahkan.

7. Kalau memang teman harusnya dia jaga sikap biar nggak bikin baper

Jaga sikap deh jangan bikin baper terus … . via unsplash.com

Sering banget dia bikin jantung berdebar keras kala dia diam seperti ada hal yang perlu diomongin. Setelah ditungguin dianya diam saja malah nggak ada ucapan sama sekali. Perilaku dan sikapnya sudah dibilang mirip orang pacaran, bedanya ini tipikal yang mati rasa, yang pura-pura nggak tahu perasaan cewek. Gemes banget!

8. Pengen kurangi ketemuan biar nggak dikira pacaran, tapi butuh sandaran!

Jangan deket-deket dulu deh … . via unsplash.com

Lelah rasanya menjalani hubungan yang nggak jelas ini, pengen dihindari, pengen nggak ketemuan dan pergi bersama teman yang lain. Tapi nggak bisa, diri ini sepertinya butuh kasih sayang dan sandaran. walau hanya sekadar teman, buat ngisi kekosongan sih masih bisa. Tapi, saat sepi datang kesadaran mulai muncul bahwa dia bukan siapa-siapa.

Hubungan ini sepertiya nggak akan berhasil kalau hanya dengan doa. Memang harus berani menanyakan hal ini ke pasangan, biar dia paham sakit yang didera. Kalau hanya diam saja pasti nggak akan menyelesaikan keresahan, apalagi dia sepertinya mudah banget dekat dengan cewek. Semoga semua yang menjadi harapan bisa bertemu dengan kenyataan. Lebih baik berteman daripada digantung terus-terusan, batin terkoyak cinta pun enggan melekat.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya