Katanya merindukan seseorang itu menyenangkan. Konon katanya pula, rindu menjadi bukti nyata seberapa kuat ikatan hubungan kamu dan dia. Tapi hingga saat ini, kamu sendiri tak pernah merasakan betapa menyenangkannya merindukan seseorang. Dalam banyak hal, rindu justru jadi penghalangmu untuk menjalani hari. Tak bisa melihat dan merengkuhnya setiap waktu menjadi tantangan yang setiap hari harus kamu lalui.

Tapi demi masa depan yang selalu kamu dan dia harapkan bisa segera terwujud, kamu harus rela rindumu tertahan dalam jangka waktu tertentu. Kamu dipaksa menjadi pribadi yang penyabar. Meski kamu seringkali kesal jika koneksi internet pada ponselmu tiba-tiba berjalan lambat. Namun untuk urusan rindu kamu berubah menjadi pribadi dengan penambang sabar yang lebih besar.

Ketika bilang rindu semakin membebani, kamu memilih menunggu lebih lama lagi

Ada saat kamu merengek manja kepadanya meminta bertemu. Sesekali waktu..

Sesekali waktu, kamu merengek manja via www.logancoleblog.com

Kamu tak beda jauh seperti banyak gadis lainnya. Sesaat setelah melihat punggungnya pergi menjauh, kamu sudah merengek manja kepadanya. Menghujaninya dengan ribuan kata rindu. Padahal kamu tahu kepergiannya demi kewajiban yang tak bisa ia tinggalkan. Belum lagi kamu yang selalu berharap untuk segera dihalalkan. Kepergiannya ini jelas demi membangun masa depan.

Advertisement

Ada waktu kamu mandiri sekali. Hingga dia tak tahu harus membantumu dalam hal apa, seakan semua sudah terselesaikan dengan baik oleh tanganmu. Namun kamu juga tak kehilangan sisi dirimu yang lain. Rindu sesekali mengubahmu menjadi pribadi yang egois. Merengek meminta bertemu meski kamu tahu hal tersebut belum memungkinkan untuk diwujudkan. Kamu makin memberatkan langkahnya untuk pergi, padahal kamu sudah janji bisa lebih kuat dari ini.

 Terlalu lama menahan rindu, membuatmu menjadi pribadi yang meragu. Sementara kamu tak bisa melakukan apa-apa selain menunggu

Membuatmu menjadi pribadi yang meragu via www.logancoleblog.com

Kamu dan dia sebenarnya sudah punya list rencana jangka panjang yang menanti untuk diwujudkan. Obrolan tentang KPR rumah yang semakin mahal tiap tahunnya tak pernah absen menjadi topik obrolan. Atau tentang bagaimana kalian menyusun rencana, sebaiknya kapan kedua orangtua dipertemukan. Semua seperti sudah terencana dengan matang.

Namun sematang apapun rencana yang sudah kamu dan dia susun, bukan berarti mampu menjaga keraguan jauh-jauh dari kamu. Justru ada masanya kamu tiba-tiba merasa sangat ragu dengan hubungan yang saat ini kamu dan dia jalani. Rindu yang lebih banyak tertahan dibandingkan tersampaikan membuatmu sering membayangkan, bagaimana kalau kamu dan dia akhiri saja. Sampai persoalan jarak tak lagi mengganggu.

Nyatanya, nyali yang kamu miliki tak pernah sebesar itu. Kamu sadar tak ada hal lain yang bisa kamu lakukan selain menunggu

Saat logika dan kewarasan kembali bertemu, rindu akhirnya jadi hal yang paling menguatkan. Ketika jarak belum juga bisa kamu kalahkan

Jadi yang paling menguatkan via www.logancoleblog.com

Kamu dan dia sudah pernah saling berjanji, untuk saling menguatkan dalam kondisi apapun. Keraguan yang sempat menghantui pikiran cukup jadi batu kerikil yang membuatmu sedikit tersandung. Ketika logika sudah kembali dan kewarasan kembali terjaga, rindu akhirnya jadi hal yang paling menguatkan. Dengan rindu, kamu sadar ada dia disana yang harus terus kamu perjuangkan. Rindu juga mengajarkanmu pada perasaan yang sebenarnya, bagaimana hati tetap saling terpaut di saat tangan tak bisa saling menggenggam.

Selama jarak belum bisa juga kamu kalahkan, setidaknya ada rindu yang mengingatkanmu soal ketulusan menanti. Ada rindu yang menjaga hatimu tetap meremang hangat setiap kali mendengar suaranya. Serta ada rindu yang selalu membuatmu menyebut namanya dalam setiap doa yang kamu panjatkan.

Katanya kamu yang selalu membuatnya ingin pulang. Sedangkan dia jelas jadi alasanmu untuk bertahan

Dia yang membuatmu terus bertahan via www.logancoleblog.com

Bagi dia, kamu seperti rumah. Tempatnya untuk pulang dan menuntaskan rindu. Kamu adalah penawar dari segala penat yang dia rasakan selama berada di perantauan. Untuk itu, kamu sadar diri untuk tidak bisa keras kepala lagi. Menahan diri untuk tidak selalu menuntut ini itu.

Sementara dia jelas harapan bagimu, yang membuatmu terus bertahan. Dia yang paling bisa menguatkan, ketika ada beban yang tak sanggup kamu topang. Kalian berdua tumbuh bersama menjadi manusia dewasa. Saling menopang jadi kewajiban yang harus tetap kalian lakukan. Memilih bertahan dan tidak saling memberatkan.

Sabar sebentar lagi saja. Sampai tiba waktunya kamu dan dia bisa mengalahkan jarak.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya