Percaya atau tidak, setiap hubungan pasti memiliki fase kadaluarsa yang harus dilewati oleh setiap pasangan. Bedanya ada pasangan yang mampu melewati fase kadaluarsa tersebut sehingga bisa membuat suasana hubungan lebih baru, namun tak jarang yang memilih menyerah pada fase itu. Lalu merelakan semua yang telah terajut menjadi kenangan.

Pilihan kita untuk melanjutkan hubungan dengan suasana baru atau malah merelakan sebenarnya tak ada yang benar atau salah. Semua tergantung kata hati bagi kita yang menjalani. Namun ketika kita memilih merelakan pun, harus ada banyak pertimbangan yang kita pikirkan. Agar nantinya tak membuat kita menyesal di belakang.

1. Sebelum kata pisah terucap, pastikan hal itu keluar dari mulutmu saat kondisi tak lagi emosi. Memutuskan sesuatu saat emosi hanya membuatmu menyesali

memutuskan sesuatu saat emosi hanya membuat menyesal via www.afistfullofbolts.com

Saat kita lagi terbawa emosi, secara otomatis otak jadi sulit mencerna adanya informasi dari keadaan yang sedang dialami. Sehingga, tak jarang kita akan marah atau menangis karena terbawa emosi. Sangat mungkin ada kata-kata pedas yang keluar dan menyakiti pasangan. Tak jarang kata putus pun terlontar tanpa maksud benar-benar ingin mengakhiri hubungan.

Sebelum keluar kata-kata yang nantinya akan disesali, ada baiknya kita tenang sesaat ketika emosi melanda. Pikirkan semuanya baik-baik. Sampai akhirnya ketika kondisi mulai tenang, baru keputusan penting boleh diambil.

2. Inti permasalahan seringkali tak mudah untuk digali. Sebelum mengambil keputusan besar, ada baiknya kita membuka mata lebih lebar

Advertisement

buka mata lebih lebar via elizabethwellsphoto.com

Terkadang pikiran dan hati kita semakin ruwet ketika tidak tahu sumber atau inti permasalahan yang dihadapi. Apakah masalah sebenarnya cuma ada di pikiran kita saja atau memang nyata ada di hubungan. Refleksikan sejenak penyebab pertengkaran dengan dia. Telisik lagi apakah pertengkaran disebabkan oleh hal logis atau prinsip dan tidak mungkin diperbaiki? Ataukah penyebab pertengkaran hanyalah karena kamu sedang memiliki mood yang buruk saja.

Cara paling ampuh untuk mengetahui sumber atau inti permasalahan adalah dengan mencoba merenung dan merefleksikan bagaimana awal mulanya permasalahan. Coba lagi dirunut apa penyebabnya, kapan, dan bagaimana kalian mulai bertengkar dengan masalah ini. Kamu cuma butuh membuka mata lebih lebar, agar pandanganmu bisa jauh menjangkau ke depan. Saat inti permasalahan sudah di tangan, silahkan kamu mulai menentukan keputusan.

3. Sejenak tenangkan diri dan coba saling berbicara dari hati ke hati. Mungkin dari sini kamu dan dia bisa menemukan solusi

Bicara dari hati ke hati via elizabethwellsphoto.com

Setelah mengetahui penyebab masalah pertengkaran kalian, ajak dia diskusi. Tapi jangan langsung diskusi saat keadaan masih panas, tapi tunggulah beberapa waktu kemudian ketika masing-masing amarah sudah mulai mereda. Bicarakan hal yang menjadi inti permasalahan dengan kepala dingin.

Saat kondisi ini tiba, segala yang kamu tahan dalam hati bisa kamu ungkapkan. Namun tentu saja, emosi harus terus dijaga agar tak meledak lagi sewaktu-waktu. Pun ketika dia mengungkapkan isi hati, dengarkan dengan baik. Karena dalam hubungan yang baik, kamu dan dia hanya butuh untuk saling mendengarkan satu sama lain.

4. Jika merasa hubungan ini memang harus direlakan, bisakah kamu membayangkan melewati hari tanpanya nanti?

bayangkan tanpanya nanti via elizabethwellsphoto.com

Jika permasalahan telah dibahas dan kompromi pun telah dilakukan, tapi pertengkaran tak kunjung mereda, lantas bagaimana? Coba bayangkan bagaimana esok hari sudah tidak ada dia lagi di kehidupanmu. Bayangkan kamu tanpa dia yang selalu mengisi hari.

Mampukah kita bertahan dalam kesendirian, atau ingin dengan mudah berpaling? Dan ketika kita tahu bahwa kini dialah yang terbaik, kita bisa mencoba untuk mulai bertoleransi dengannya. Bertoleransi dengan sikapnya, keadaannya, maupun dengan prinsip dia yang sebenarnya masih bisa kita toleransi.

5. Tetap tidak menemukan solusi? Maka hatimu adalah jawaban terakhirnya

cuma hati yang jadi jawaban via elizabethwellsphoto.com

Jika semua hal di atas tetap tidak bisa membuat hubunganmu dengannya membaik juga, ada jalan terakhir yang bisa ditempuh. Tanyakan langsung pada hatimu apakah kamu bahagia dengannya? Apakah hubungan ini bisa diperbaiki? Atau dirimu memang sebaiknya berdiri sendiri dulu? Dan apakah lebih baik kalian memantaskan diri masing-masing terlebih dahulu?

Intinya tak ada hubungan yang tak diisi pertengkaran. Hanya saja cuma kamu dan dia yang bisa menentukan, setiap pertengkaran terjadi mampu membuat hubungan semakin erat atau malah semakin renggang.