Saat pacaran, banyak harapan serta doa yang dipanjatkan kepada Tuhan. Agar hubungan yang diharapkan ini berjalan sesuai rencana. Namun tanpa disadari, kadang kita kerap termakan oleh harapan serta janji yang kita dan pasangan ciptakan. Kita lupa bahwa dalam menjalani sebuah hubungan juga perlu berpikir dengan logika.

Banyak hal yang seringkali kita anggap bisa menjamin hubungan hingga nanti. Bahwa apa yang sudah dilakukan dengan pasangan akan membuat kalian saling terikat dan tak akan terpisahkan.

Mari menepi sejenak dan kemudian berpikir jernih. Bahwa banyak hal yang belum tentu bisa dijadikan jaminan. Tanda kalau kalian jodoh tak bisa dilihat hanya karena wajah yang mirip atau telah melakukan banyak hal berdua. Jodoh atau tidaknya sebenarnya tak pernah bisa ditebak. Pun ketika akhirnya saling menemukan, kita atau dia akan bergumam , “Kok bisa ya?”.

1. Memiliki hubungan yang awet sampai menahun adalah harapan. Tapi sekali pun sudah lama pacaran, bukan berarti bisa tetap langgeng sampai pernikahan

Pacarannya udah lama via nouba.com.au

Banyak dari kamu yang masa pacarannya sudah memasuki waktu tahunan, lalu menganggap kalau hubungan tersebut bisa langgeng selamanya. Buat kamu, pacaran sampai tahunan itu rekor dan nantinya pasti akan juga berjodoh di pelaminan.

Advertisement

Padahal pacaran tahunan sama sekali bukan jaminan kamu dan dia bisa bersama selamanya. Banyak hal lain yang selalu menjadi pertimbangan, tak hanya sekadar waktu tahunan bersama. Buat apa mempertahankan hubungan yang berjalanan tahunan, kalau perasaan tak lagi terasa hangat setiap berada di dekatnya.

2. Membuka bisnis bareng pacar buat modal berdua terdengar menyenangkan. Tapi itu bukan jaminan bisa tetap melangkah berdua sampai tua

Udah buka bisnis berdua via nouba.com.au

Muncul anggapan kalau udah mulai bikin bisnis berdua bareng pacar, hubungan kalian bakalan sampai ke pernikahan. Karena kalian sudah saling terikat dengan usaha yang kalian dirikan berdua. Kalau mau putus rasanya juga disayangkan, karena tentu modal berasal dari kantongmu dan pacarmu. Di pikiranmu, pokoknya jangan sampai putus karena akan membawa dampak buruk bagi usaha yang sedang kamu dan pacarmu jalani ini.

Tapi dalam hidup, tidak ada yang tahu akan terjadi hal apa saja nantinya. Termasuk hal-hal di luar rencana.

3. Katanya kalau bersedia menemani berjuang, dia nggak akan untuk meninggalkan. Tapi tunggu dulu, jangan sampai terlena

Nemenin berjuang dari bawah via nouba.com.au

Banyak dari kita memercayai anggapan bahwa Dia yang menemani berjuang lelakinya, akan selalu dikenang dan disayang,”. Padahal, hal semacam itu masih sulit dipercaya.

Buat laki-laki, ditemani berjuang oleh seorang wanita sampai dia bisa berdiri sendiri adalah hal yang luar biasa. Tapi belum tentu ketika si laki-laki berhasil, dia tidak akan tergoda oleh lainnya. Semakin tinggi standar yang telah dicapai seorang laki-laki, kriteria soal pasangan pun akan makin tinggi. Saat dia sudah sukses, bisa jadi kamu bukan lagi tipe wanita idamannya.

Namun kalau benar memang dia jodohmu, sesukses apapun dia nantinya, dia tak akan pernah meninggalkanmu. Karena laki-laki sejati tak akan mudah berpindah dari satu cinta ke cinta lainnya. Ia hanya akan mempertahankan cinta yang telah ada dan selalu mendukungnya.

4. Bahkan ketika sudah saling mengenal kedua orangtua masing-masing, bukan jadi jaminan kamu akan menjadi menantu idaman

Belum tentu menjadi menantu nantinya via theconsciousparentblog.com

Dekat dengan orangtua pasangan memang jadi impian banyak orang. Namun kalau hubungan yang dijalani sampai sekarang belum juga punya kejelasan, dekat dengan orangtua pasangan malah bisa menjadi boomerang tersendiri.

Ketika hubunganmu tidak berjalan dengan semestinya, sementara kamu dan pacarmu sering saling mengunjungi orangtua masing-masing, tentu rasanya lebih sakit lagi bukan? Kamu sudah mulai merasa menyayangi keluarganya dan membuatmu terus berpikir ulang jika ingin meninggalkan pacarmu, padahal cinta sudah tak sebesar dulu.

Sudah saling akrab dengan orangtua pasangan juga bukan berarti kamu dan pacarmu akan berakhir di pelaminan. Toh yang menjalin hubungan adalah kamu dan pacarmu, bukan kamu dengan orangtua bahkan keluarganya. Orangtuanya memang baik padamu, namun apa kamu tetap mau menjalin hubungan kalau pacarmu saja tak bersikap baik lagi padamu?

5. Pernah ditawari hidup bahagia sampai tua dengan segera? Jangan percaya begitu saja, bisa jadi itu hanya penenang sesaat

ditawarin hidup menua dengan segera via nouba.com.au

Tunggu aku dapat kerja mapan ya, Yang. Setelah itu, kita akan nikah

Pernah diberi harapan untuk segera dinikahi oleh pacarmu? Bahagia bukan rasanya? Kemudian kamu dengan mudahnya akan percaya kalau dia memang serius menjalin hubungan dengamu. Dia adalah lelaki yang baik karena dengan tegas berani menyatakan keseriusan di depan kamu, bahkan sudah menetapkan waktu.

Jangan gampang percaya. Kalau dia nyata serius, dia tak hanya menyatakan keseriusannya padamu, tapi juga pada orangtuamu dengan membawa orangtuanya. Kalau dia memang berniat baik, tak hanya ucapan, namun juga pembuktian.

Lebih baik tak banyak ucapan dan janji, jika memang berniat sehidup semati dia akan datang dengan niat menikahi. Kalau hanya janji, semua orang pun bisa melakukannya. Waktu adalah misteri, bisa jadi sebelum dia mendapatkan pekerjaan mapan, hatinya telah tertambat pada yang lain.

6. Karena sesungguhnya dalam sebuah hubungan tidak ada jaminan. Jangan gampang termakan hal-hal manisnya saja dan tetap berpikir dengan logika

jangan gampang percaya janji via nouba.com.au

Kamu kerap terlena dengan banyaknya janji serta pengharapan yang diciptakan dirimu sendiri atau pasangan. Mulai dari harapan segera diseriusi setelah dia mencapai level kemapanan tertentu, padahal terlihat berupaya saja tidak. tapi anehnya kamu kadang mudah percaya begitu saja.

Kamu pun sering lupa untuk menggunakan logika. Bahwa jodoh tetap ada di Tangan Tuhan. Kamu hanya mampu berusaha untuk mendekatkan diri pada dia yang tepat.

Jalinlah hubunganmu dengan sewajarnya. Boleh berharap dan membuat angan bahagia berdua. Namun jangan sampai kamu terlena dan menganggapnya itu akan berjalan selamanya. Jangankan esok hari, 5 menit ke depan saja tidak yang tahu apa yang akan kamu lalui.

Jangan terlalu percaya dan jangan lupa untuk berpijak pada tanah. Kita tidak akan tahu apa yang kelak menghadang kita.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya