Mau sesukses apapun karirmu saat ini, ada proses perjalanan panjang yang pasti kamu lalui. Tak jarang sepanjang perjalanan itu kamu terjatuh dan terluka, sampai-sampai kamu berpikir untuk menyerah saja. Di saat-saat seperti inilah Ibu akan selalu datang memberi pelukan hangat. Kata-katanya menentramkan dan perhatian-perhatiannya selalu berhasil membuatmu kembali semangat.

Hal itulah yang juga dirasakan oleh atlet-atlet ini. Tanpa dukungan dari sosok Ibu, mereka tak akan mampu sesukses ini. Bisa berdiri tegak dengan kalung medali bukti prestasi, semua karena jasa Ibu yang sedari dulu selalu menemani.

1. Peran besar Ibu sangat dirasakan peraih medali emas Olimpiade 2016, Liliyana Natsir. Mulai dari urusan gizi hingga motivasi!

Butet dan keluarga via www.youthmanual.com

Advertisement

Sejak putrinya masih kecil dulu, Ibu Olly Maramis selalu mendukung dan mengarahkan Liliyana agar menjadi atlet yang berprestasi. Mulai dari menyiapkan makanan bergizi hingga menjadi motivator ketika Liliyana merasakan pedihnya kekalahan.

Kegagalan itu berarti dia harus berlatih lebih keras lagi, masih banyak kekurangan yang harus ditutupi.”

Kalimat dari sang Ibu itulah yang selalu menjadi pelecut semangat Liliyana hingga berhasil menjadi pemenang di level dunia.

2. Perjuangan Ibu dari Richard dan Reinard membuahkan hasil manis. Kedua putranya berhasil menjadi atlet kebanggaan DKI dan Indonesia

Bangga bersama kedua anaknya via www.radarcirebon.com

Advertisement

Selama 10 tahun Elbriani Sinaga tak pernah absen menemani kedua putranya berlatih. Meski hidup serba pas-pasan, Ibu Elbriani selalu menyisihkan waktu menemani Reinhard dan Richard berlatih renang di sela-sela waktunya berjualan kopi demi membelikan peralatan renang terbaik serta memenuhi gizi kedua anaknya.

Pada akhirnya hasil tak mengingkari perjuangan. Ketika Reinhard meraih 2 medali emas dan sang adik Richard menggondol perunggu pada kejuaraan PON 2016 di Jabar, Ibu Elbriani menyambut keduanya dengan pelukan hangat serta air mata bangga. Kedua kakak beradik tersebut kini menjadi atlet renang andalan DKI Jakarta.

3. Darah sebagai atlet memanah mengalir dalam dirinya. Bagi Dellie Threesyadinda, sang Ibu adalah panutan sekaligus saingan

Urusan prestasi, keduanya sama-sama juara! via wolipop.detik.com

Tak mudah menjadi atlet yang lahir di tengah keluarga atlet berprestasi pula. Hal itulah yang dialami Dellie Threesyadinda, atlet panahan andalan Indonesia. Sang Ibunda adalah Lilies Handayani, atlet panahan legendaris Indonesia yang dijuluki sebagai salah satu dari “3 Srikandi” Indonesia karena berhasil menjadi perebut medali pertama Indonesia di ajang Olimpiade Seoul 1988 silam.

Atas jasa sang Ibu, Dellie dikenalkan dalam dunia panahan sejak usia 5 tahun. Tak jarang keduanya berkompetisi. Bahkan pada ajang Asian Gran Prix 2007 silam, Dellie dan Ibunda bertarung sengit memperebutkan medali emas. Meski pada akhirnya Dellie kalah dengan selisih 1 poin, namun pengalaman itulah yang membuatnya terus berjuang hingga sekarang.

4. Dukungan Indah Pennywati sangat berarti bagi Rio Haryanto. Atas jasa sang Ibu, Rio bisa berlaga di ajang balap level dunia!

Sang Ibunda sangat berjasa dalam karir seorang Rio via www.bola.com

Jasa sang Ibunda tak akan pernah dilupakan Rio Haryanto. Ibu Indah Pennywati turut berjasa dalam setiap prestasi yang ditorehkan pembalap ganteng kebanggaan Indonesia ini. Sejak Rio terjun di dunia balap di usianya yang waktu itu masih berusia 6 tahun, sang Ibu tak pernah absen mendampinginya.

Ibu Indah Pennywati jugalah yang dulu tak kenal lelah mencari sponsor agar Rio bisa berlaga di ajang balap bergengsi Formula 1.

5. Pesan sang Ibu selalu jadi pegangan bagi Evan Dimas, “Jangan lupa salat di mana pun kamu berada”

Ibu mana yang tak bangga anaknya dipuji Menpora via www.nu.or.id

Bagi Evan Dimas Darmono, Ibu adalah sosok penting yang berjasa dalam karirnya. Selain berjasa mendidik dan membesarkan Evan, wejangan yang diberikan oleh Ibu Ana Darmono selalu dipegang erat oleh Evan Dimas.

“Jangan lupa jaga kondisi sehatan serta jangan lupa sholat”

Begitu kata Ibu Ana Darmono setiap kali Evan pergi untuk membela panji-panji Garuda di ajang Internasional. Pesan dari sang Ibu inilah yang membuat Evan selalu down to earth meski menjadi salah satu pemain sepak bola paling hebat di Indonesia saat ini. Meski karirnya meroket tinggi, Evan tetap jadi pribadi yang sopan dan santun.

6. Dulu selalu minta diantar dan minta disuapi, perjuangan Ibunda berhasil berhasil membawa Lindswell Kwok jadi Ratu Wushu Indonesia

Ibunda dari Lindswell Kwok via www.instagram.com

Ibu Nuraini adalah sosok yang membesarkan dan mendidik Lindswell Kwok hingga menjadi Ratu Wushu Indonesia yang berprestasi hingga level dunia. Sedari Lin masih kecil, Ibu Nuraini dengan sabar meladeni permintaan Lin. Ketika Lindswell kecil rewel dan malas berangkat latihan, ialah sosok pertama yang membujuk Lin dan mengantarnya berlatih.

Ibu Nuraini rela jauh-jauh datang ke mes pelatihan hanya demi mengantarkan jus buah dan melihat sang buah hati berlatih. Perhatian sang Ibu inilah yang menjadi pendorong semangat Lin untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa.

Seperti yang kita ketahui bersama, tahun 2018 nanti Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah ajang kompetisi olahraga terbesar kedua di dunia, Asian Games 2018. Bila tahun 1962 lalu Indonesia meraih posisi kedua, semoga tahun ini kita bisa menduduki posisi pertama. Yuk, jangan sampai ketinggalan memberikan dukungan kepada para atlet kebanggaan ibu dan bangsa Indonesia pada Asian Games 2018 nanti. Cek keseruan dan info lainnya di sini.

Dan teruntuk kamu, jangan lupa untuk memeluk ibumu hari ini ya. Selamat Hari Ibu untuk semua Ibu yang ada di Indonesia. Terima kasih telah memberi yang terbaik untuk masa depan bangsa ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya