Sebuah hubungan harusnya mengajarkanmu nilai-nilai kehidupan. Dan tentunya memberimu kebahagiaan. Bukan sebaliknya membuat hidupmu lebih sulit. Saat melihat hubungan yang lalu, kamu akan melihat apa saja kesalahan yang terjadi. Kamu akhirnya memahami kenapa hubungan tersebut tak sanggup bertahan.

Tapi sayangnya, kamu sadar setelah hubungan itu berlalu. Kebanyakan orang seperti itu. Mereka baru tahu bahwa ada sesuatu yang salah di hubungan tersebut ketika hatimu sudah patah dan berdarah-darah. Akibatnya? Jelas. Kamu hanya membuang-buang waktumu percuma. Untuk itu, Hipwee Hubungan akan mencoba merangkum apa saja yang menandakan bahwa hubungan yang kamu jalani nggak seperti yang kamu angankan. Jangan sampai hubunganmu kandas sia-sia karena satu atau dua hal sepele tapi nggak kamu kira akibatnya. Sayang ‘kan?

1. Tak ada angin tak ada hujan, pasanganmu tiba-tiba berbeda dari biasanya dan ingin sendiri tanpa ada penjelasan

Mulai diam tanpa sebab dan ingin menyendiri via idealist4ever.com

Dalam sebuah hubungan mungkin wajar saja jika ada satu waktu di mana kamu nggak ngerasa bahagia. Ini wajar dan sangat masuk akal. Beberapa dari kita memilih mengabaikan ini demi kelanjutan hubungan. Tapi karena pengabaian-pengabaian itu, kamu bisa saja melewatkan hal penting. Kamu mengabaikan bahwa pasanganmu dalam keadaan “tidak baik-baik saja”.

Jika dia mulai berbeda dan seakan ingin menjauhkan diri plus tidak bicara padamu soal apa yang dia rasakan ini adalah lampu merah. Kalau pembicaraan macam ini tidak bisa ringan dibicarakan di awal, mau dibawa ke mana sebuah hubungan?

2. Kamu lebih sering merasa nggak merasa nyaman dengan pasanganmu. Ngobrol aja sering kaku

Advertisement

Setelah resmi pacaran, kamu justru nggak merasa nyaman via www.radioone.fm

Saat masa pendekatan dulu, kamu dan dia begitu bahagia. Semuanya terasa menyenangkan. Hingga akhirnya kalian menjadi satu pasangan. Tapi lama kelamaan ada sesuatu yang rasanya mengganjal di hatimu. Kamu terkadang merasa nggak nyaman. Lebih nyaman malah saat kalian belum menjadi pasangan. Kamu nggak bisa menjadi dirimu sendiri setelah kamu berpacaran. Kamu mulai meragukan hubunganmu apakah akan berjalan sesuai keinginan atau malah berkebalikan. Jika hal ini mulai mengganggumu, segera bicarakan. Karena sebuah hubungan yang baik adalah perasaan tanpa tekanan yang membuatmu dan pasanganmu bisa menjadi diri sendiri tanpa harus khawatir.

3. Menyimpan sesuatu jadi hukum baru dalam hubungan. Kamu tidak bisa sepenuhnya terbuka dengan pasangan

Lebih baik disimpan sendiri via static.independent.co.uk

Hal ini mungkin pernah atau sedang dirasakan olehmu. Sebenarnya banyak hal yang berkecamuk di pikiranmu. Kamu ingin berbagi dan menyelesaikan itu dengan pasanganmu. Namun, karena takut pembicaraan itu akan berdampak pada hubungan, kamu lebih memilih untuk diam. Hal ini sama sekali nggak benar. Sebagai pasangan, kamu harus membagi apa yang kamu rasakan. Bukannya “nanti didiemin juga bakal baik-baik aja”. Hubungan adalah sebuah pembelajaran. Dan masalah ada untuk membuat hubunganmu tumbuh dan berkembang. Ingat itu.

4. Hubungan ini membuatmu kehilangan antusiasme. Semua jadi lempeng dan datar

Hal-hal menyenangkan yang biasa kalian lakukan, ternyata hanya manis di awal via www.theearthchild.co.za

Jika kamu berpikir bahwa sebuah hubungan memang manis di awal, itu adalah sebuah kesalahan. Hubungan yang baik adalah hubungan yang manis di awal dan manis selamanya. Meskipun nggak bisa dipungkiri ada “bumbu-bumbu” lainnya yang sejatinya menjadi pelengkap dalam hubunganmu. Tapi jika saat ini kamu merasa seperti itu, bahwa hubunganmu hanya manis di awal, maka pantaslah itu kamu pertanyakan. Hubungan bukanlah perlombaan yang membuatmu menggebu-gebu pada saat akan memenangkannya saja. Tapi hubungan adalah jalan panjang yang mengujimu untuk tetap saling membahagiakan.

5. Kamu nggak bisa melakukan apa yang kamu suka, semenjak dirimu yang sendiri sudah menjadi berdua

Kamu merasa tak lagi bebas melakukan apa yang kamu suka via 1.bp.blogspot.com

Setelah menjalani hubungan, biasanya kamu mulai mengesampingkan hal-hal yang berkaitan dengan kesenangan dirimu sendiri. Misalnya hobi atau kegiatan favoritmu. Mungkin mengurangi intensitas saat melakukan hobi atau hal yang kamu suka adalah wajar. Karena saat ini kamu nggak sendiri lagi. Tapi jika tiba-tiba kamu merasa nggak bisa lagi dan harus berhenti melakukan semua hal yang sebelumnya adalah sesuatu yang kamu suka? Apakah itu baik-baik saja? Jawab sendiri ya 🙂

6. Waktu yang kamu habiskan bersama orang lain lebih terasa berarti daripada waktu dengan pasangan yang kamu lalui

Ketika kehadiran orang lain jauh lebih penting dibanding dia via d1xenuxjgcz4dx.cloudfront.net

Memiliki percakapan dengan pasangan awalnya adalah hal yang paling menyenangkan. Di manapun dan kapanpun, sebuah percakapan bisa hadir dengan sendirinya. Nyaman adalah kata yang bisa menggambarkan segalanya. Tapi semakin lama, percakapan semakin berkurang intensitasnya. Mungkin karena kesibukan masing-masing atau percakapan dengan pasangan udah nggak penting lagi. Kamu malah merasa obrolan-obrolan dengan orang lain menjadi yang utama untuk saat ini. Hati-hati, hal yang kamu kira biasa ini, bisa jadi penyebab hubunganmu dan dia berakhir.

7. Tak peduli lagi dengan pasangan adalah hal yang paling ditakutkan. Dan jika sudah kamu rasakan, mungkin hubunganmu benar-benar tak sesuai lagi dengan harapan

tak lagi peduli dengan pasangan, membuat hubunganmu yang indah hanya menjadi angan via i.ytimg.com

Hal yang paling menakutkan dari sebuah hubungan adalah ketidakpedulian. Kamu nggak peduli lagi dengan pasanganmu atau sebaliknya. “Silahkan melakukan apapun yang kamu mau” adalah kata yang menyakitkan. Kamu nggak peduli lagi keadaannya, apa yang dilakukannya, atau sedang bersama siapa dia. Awalnya, “ah sudahlah, aku ‘kan nggak boleh melarang-larang dia” akan berakhir “ah sudahlah, itu ‘kan dirinya sendiri. Dia yang tahu apa yang baik dan nggak baik”. Menyedihkan bukan?

Untukmu yang mulai merasakan hal-hal ini, sadari secepatnya dan cari jalan keluarnya. Hubungan bukanlah hal untuk membuang waktu, tapi membuat waktumu yang ada menjadi berarti.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!