Sisakan Sepetak Ruang Di Hatimu. Karena Tak Perlu Mencintainya Berlebihan, Hingga Saatnya Nanti Tiba

Jangan mencintai terlalu berlebihan

Cinta kadang menjadi alasan untukmu membahagiakan pasangan. Entah itu dengan barang, waktu, perasaan, atau hal berharga lainnya yang kamu punya. Tidak ada yang salah memang. Namun menjadi soal saat kamu sudah terlalu berlebihan dalam berkorban untuknya. Ketika kamu sudah menyerahkan penuh kebahagiaan hanya untuknya, yang bahkan tak kamu sisakan sedikit untuk dirimu, maka kamu bisa kehilangan dirimu sendiri.

Advertisement

Bukan hanya perkara wajar atau tidak, pengorbanan berlebih yang kamu berikan padanya menimbulkan satu tanya. Jika ternyata dia tidak berjodoh denganmu, tidakkah sia-sia segala pengorbananmu?

1. Di hari ulang tahun dia, kamu tak segan menguras tabungan demi hadiah spesial untuknya. Hingga kamu lupa juga punya kebutuhan lainnya

Kamu rela memberikan segalanya, seringkali tanpa perhitungan yang matang. Photo by freestocks on Unsplash via unsplash.com

Beberapa bulan ke depan pacarmu ulang tahun. Untuk hari spesialnya itu kamu sudah menabung jauh-jauh hari demi sebuah benda yang harganya cukup lumayan. Tapi kamu ikhlas dan nggak merasa keberatan. Karena itu bentuk ungkapan sayangmu padanya. Padahal di balik itu semua ada pengorbanan nggak biasa yang udah kamu lakukan. Yakni berlelah-lelah berhemat sampai harus mengorbankan kebutuhanmu. Nggak papa, asal dia bahagia.

2. Tak jarang janji dengan teman-teman kamu batalkan, hanya untuk mengiyakan ajakannya yang tiba-tiba. Seluruh waktumu tersita hanya untuk bersamanya

Mendahulukan segala kepentingannya, mengorbakan semua hubungan lain yang kamu miliki. Photo by Dimitri de Vries on Unsplash via unsplash.com

Suatu ketika kamu dan temanmu sudah janjian jalan bareng. Tapi mendadak kamu membatalkannya karena pacarmu tiba-tiba minta ditemani. Ketimbang kamu menolak ajakan pacar yang walaupun datangnya tiba-tiba, lebih baik kamu membatalkan janji dengan teman-temanmu. Waktu dengan pacar amat sayang untuk kamu lewatkan. Karena waktu bersamanya adalah segalanya buatmu.

Advertisement

Dalam hal ini, kamu bahkan tak punya waktu untuk dirimu sendiri. Jika memang dia adalah pasangan yang mengerti kamu, seharusnya dia tak keberatan untuk memberimu waktu sendiri. Dia belum memilikimu sepenuhnya, artinya dia juga tak berhak memiliki waktumu sepenuhnya.

3. Tak hanya berwujud benda, luka yang diam-diam kamu terima darinya juga adalah pengorbanan. Ketika dia mendua, kamu cuma bisa mengelus dada

Dia mendua pun, kamu hanya bisa mengelus dada. Photo by kevin laminto on Unsplash via unsplash.com

Tak hanya sesuatu yang berwujud benda yang kamu korbankan untuknya. Perasaanmu pun kamu korbankan. Yang ketika dia mendua kamu cuma bisa mengelus dada. Tanpa menuntut banyak penjelasan darinya. Pada akhirnya luka itu hanya bisa kamu terima diam-diam. Karena kamu masih percaya bahwa cinta memang butuh pengorbanan.

Dalam kondisi seperti ini, kamu berhak mengungkapkan sakit hatimu kepadanya. Siapa dia, yang semena-mena menyakiti hatimu. Jika dia tak melakukan pengorbanan yang sama dan hanya luka yang kamu dapat, dia memang bukan yang tepat untukmu.

Advertisement

4. Kebahagiaanmu pun kamu nomor duakan. Karena bagimu mencintainya pantang setengah-setengah. Tapi yakin, dia mencintai dengan cara yang sama?

Kebahagiaan yang kamu kejar, hanya menurut kompas kebahagiaannya. Photo by Ulyana Tim on Unsplash via unsplash.com

Segala pengorbanan yang kamu lakukan, entah berwujud benda, waktu, dan perasaan sekalipun adalah bentuk cintamu padanya. Kamu ingin mencintainya dengan utuh. Kebahagiaannya selalu kamu dahulukan. Tak apalah kamu mengalah. Pada fase ini kamu sudah tak lagi mengenal istilah mencintai diri.

Tapi sudah yakinkah kamu bahwa dia juga mencintaimu dengan cara yang sama?

5. Lalu, pernahkah terbesit sedikit dalam benakmu sebuah tanya. Tentang bagaimana jika pada akhirnya dia bukanlah jodohmu?

Bisa jadi kamu menemukan tujuan yang jauh lebih baik. Photo by Keenan Constance on Unsplash via unsplash.com

Jika seandainya kamu dan dia tidak ditakdirkan untuk berjodoh, tidakkah kamu merasa bahwa apa yang sudah kamu korbankan untuknya sia-sia? Atau mungkin kamu saja yang terlalu yakin bahwa dia pasti jadi jodohmu? Takdir seseorang memang tak bisa diterka, tapi terkadang realistis menyelamatkanmu dari perasaan terluka.

6. Hubungan yang terjalin seharusnya tak sebatas tentang cinta, namun juga melibatkan logika. Ketika dia pergi tiba-tiba, kamu masih punya kekuatan untuk kembali bangkit

Cinta yang sebenar-benarnya tidak akan membuatmu tak berdaya. Photo by shade jay on Unsplash via unsplash.com

Hubungan yang dewasa tak hanya mengenal cinta, tetapi juga melibatkan logika. Karenanya kamu harus sadar bahwa pantang mencintai dan berkorban berlebihan untuk seseorang yang belum pasti akan bersamamu selamanya. Lagi, dia tidak sungguh mencintaimu jika membiarkanmu berkorban banyak. Atau setidaknya berikan dia kesempatan untuk membuktikan cintanya padamu, juga berkorban demi kamu.

Kamu tak seharusnya berkorban banyak untuk seseorang yang belum pasti menjadi jodohmu. Karena itu hanya akan meninggalkan luka dan kesia-siaan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Belum bisa move on dari Firasat-nya Dewi Dee.

CLOSE