5 Tanda Hubungan Kamu dengan Dia Belum Selesai Meski Sudah Putus, Yakin Mau Mulai yang Baru?

Lamanya suatu hubungan bukan berarti dia akan menjadi jodohmu. Terkadang, hubungan yang sudah terjalin lama bisa putus dan kandas karena merasa sudah tidak lagi sejalan dan tidak adanya visi yang sama untuk melangkah ke depan. Oleh sebab itu, tidak sedikit pasangan yang merasa bahwa mengakhiri hubungannya dan menjalani hidup masing-masing dianggap sebagai pilihan terbaik. Sayangnya, walau sudah berakhir, bisa saja hubungan belum selesai.

Meskipun hubungan sepasang kekasih tersebut telah diakhiri, kebiasaan ketika masih pacaran biasanya masih terbawa dan sulit untuk dihapuskan. Sebab, mengubah kebiasaan yang telah dilakukan dalam waktu yang lama tentu tidaklah mudah. Selain perlu terbiasa dan beradaptasi, kebiasaan-kebiasaan lama ketika masih berpacaran tersebut kadang mengingatkan kita dengan si dia.

Lantas, kebiasaan apa saja sih yang masih terbawa dan sering bikin kita lupa kalau kita sebenarnya udah putus dan nggak punya hubungan lagi dengan dia? Coba simak berikut ini, yuk!

ADVERTISEMENTS

1. Saling ngasih kabar saat masih pacaran merupakan hal yang lumrah, tetapi gimana kalau sudah putus?

Masih sering kasih kabar padahal udah nggak ada hubungan

Masih sering kasih kabar padahal udah nggak ada hubungan / Photo by Ivan Samkov on Pexels

Hubungan pacaran memang tidak afdol kalau tidak memberi dan mendapatkan kabar dari pasangan kita. Kebiasaan tersebut memang sangat klise dan lumrah dilakukan oleh sepasang kekasih. Misalnya, mengabari ketika kita ingin makan, ingin tidur, atau ingin pergi agar pasangan kita tidak khawatir bila kita tidak memberinya kabar.

Nah, bagaimana kalau ternyata kita sudah putus dan tidak menjalin hubungan apa-apa lagi, tetapi masih sering kelupaan dengan memberinya kabar tentang aktivitas kita sehari-hari? Hal ini biasanya sering terjadi oleh sepasang mantan kekasih yang sudah menjalani hubungan bersama dengan sangat lama.

Pasalnya, kebiasaan memberi kabar tersebut merupakan suatu kebiasaan yang tidak pernah absen saat masih berpacaran. Ketika sudah putus, kita harus membiasakan diri untuk tidak mengirim dan menerima kabar lagi. Nah, kebiasaan yang satu ini sering kali membuat kita lupa bahwa sebenarnya kita sudah putus dan tidak lagi memiliki kewajiban untuk memberi dan mendapat kabar tentang kegiatan si dia.

Jadi, mulailah untuk terbiasa tanpa adanya notifikasi chat dari si dia, ya~

ADVERTISEMENTS

2. Masih sering kepo dengan kegiatan si dia, padahal bukan kewajibanmu lagi untuk tahu apa yang dia lakuin sehari-hari

Suka kepoin kegiatan dia / Photo by Laura Chouette on Unsplash

Suka kepoin kegiatan dia / Photo by Laura Chouette on Unsplash

Siapa yang sering caper update status di WhatsApp atau Instagram supaya dikomen sama si dia? Biasanya yang sering begini adalah kaum-kaum yang kangen mantan, tapi enggan untuk nge-chat karena kepalang gengsi yang tinggi. Nah, kalau sudah begini biasanya jalan satu-satunya adalah dengan caper di status dan berharap agar si dia komen dan berujung chat-an kembali.

Ketika sudah tidak lagi menjalin hubungan dengan si dia, maka tandanya kita juga harus terbiasa tanpa tahu tentang aktivitas atau kegiatan yang ia lakukan sehari-hari. Yang begini nih, biasanya sering bikin kangen dan selalu ngerasa ingin selalu berkomunikasi layaknya ketika masih memiliki hubungan seperti dulu.

Seharusnya, kalau sudah putus tandanya harus terbiasa tanpa adanya pesan dari si dia. Kamu juga harus terbiasa untuk tidak lagi mengetahui aktivitas atau kesibukannya seperti dulu. Jadi, kalau merasa hubungannya sudah selesai, seharusnya sih nggak caper-caper lagi untuk di-notice dia, ya :p

ADVERTISEMENTS

3. Dia adalah orang pertama yang kamu hubungi saat sedang kesulitan atau dilanda suatu masalah, siap siaga 24/7, nih~

Jadi orang pertama yang dihubungi

Jadi orang pertama yang dihubungi / Photo by Andy Vult on Unsplash

Kalau dulu saat masih berpacaran, biasanya cuma dia yang siap siaga ketika dimintai bantuan 24/7, maka kali ini sudah nggak ada lagi orang yang senantiasa sigap membantu ketika kita lagi membutuhkan. Nah, ketika sudah putus, tetapi masih sering meminta bantuan atau masih saling membutuhkan, tandanya hubunganmu dengan si dia belum selesai, lo.

Ketika kita sedang dilanda masalah yang urgent, orang yang satu-satunya terpikirkan untuk kita hubungi pertama kali pasti si dia. Sebab, ketika masih berpacaran, dialah orang nomor satu yang selalu ada buat kita. Selain itu, dia juga yang biasanya ada untuk kita di saat kita butuh atau kita ingin sesuatu.

Nah, ketika kamu masih membutuhkan dia di hidupmu, tandanya hubungan belum selesai. Sebab, kamu masih menganggap bahwa hanya dia adalah orang yang selalu ada buat kamu dan dia adalah orang yang dengan sigap dan selalu datang ketika kamu sedang membutuhkan bantuan.

ADVERTISEMENTS

4. Masih menganggap bahwa dia adalah orang terbaik untuk berbagi masalah dan orang yang paling memahami kamu

Dia adalah orang yang paling memahami kamu

Dia adalah orang yang paling memahami kamu / Photo by Tamara Bellis on Unsplash

Pacar yang baik adalah pacar yang bisa jadi segalanya buat kamu, termasuk jadi teman curhat yang dapat dipercaya. Nah, tapi bagaimana jika pacar yang bisa dipercaya tersebut sudah tidak lagi menjadi milik kita?

Ketika kamu sedang dilanda rasa sedih atau sedang dihadapkan dengan suatu masalah, menghubungi si dia adalah hal yang pertama kali kamu lakukan. Kamu tidak tahu ingin bercerita kepada siapa lagi karena kamu menganggap bahwa tidak ada lagi orang yang memahami kamu lebih daripada dia yang mampu memahami kamu.

Bercerita atau membagi masalah dengan orang baru memang tidaklah mudah. Tidak semua orang bisa dipercaya sebagai tempat bercerita atau berbagi masalah, tetapi si dia sudah jelas bisa dipercaya dan bisa menjadi pendengar yang baik ketika kita sedang tidak baik-baik saja. Selain itu, memiliki hubungan lama dengan si dia artinya adalah dia telah mengenal kamu lebih dalam dan memahami bagaimana dirimu yang sebenarnya.

Lantas kalau seperti ini, apakah nggak ingin buat balikan aja? :p

ADVERTISEMENTS

5. Rasa pedulinya masih ada, meskipun hubungannya sudah nggak ada. Hmm, ini yang bahaya

Masih peduli padahal bukan siapa-siapanya lagi

Masih peduli padahal bukan siapa-siapanya lagi / Photo by Mart Production on Pexels

Terbiasa bersama dalam kurun waktu yang sangat lama membuat tumbuhnya rasa peduli terhadap si dia yang kerap kali tidak kita sadari. Meskipun hubungannya sudah berakhir, tapi rasa peduli kepadanya ternyata masih ada, nih.

Seharusnya, kalau hubungannya sudah selesai sih, nggak perlu repot-repot buat mikirin gimana kabar dia, gimana keseharian si dia, atau gimana dia sehari-harinya. Kan, hubungannya sudah selesai. Harusnya kebiasaan untuk peduli tersebut berarti selesai juga, dong?

Nah, kalau memang beneran hubungan kamu dengan si dia sudah selesai, tandanya kamu nggak perlu repot-repot lagi mengurusi dan mencari tahu soal dia. Kalau kamu masih sering ngepoin si dia, tandanya kamu belum berhasil move on dan masih terbayang-bayang dengan hubungan kamu bersama dia.

Meskipun kamu dan dia sudah menjalani hidup masing-masing, beradaptasi tanpa adanya si dia memang butuh waktu dan juga butuh proses. Sebab, mengubah kebiasaanmu tanpa dia tentu tidaklah mudah.

Jadi, kalau memang ngerasa hubungannya sudah berakhir dan sudah diselesaikan dengan baik, tandanya kamu harus segera move on. Namun, kalau masih terbayang-bayang dengan si dia, apa yakin akan memulai hubungan yang baru dengan kondisi ini?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini