Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum memutuskan untuk ke pelaminan. Kalau soal resepsi sih gampang. Tinggal disesuaikan dengan bujet dan keinginan. Namun, resepsi hanyalah pintu gerbang, tanda sebuah perjalanan baru dengan masalah yang juga baru akan segera dimulai sejak hari itu.

Siap atau belum untuk menikah, memang hanya kamu yang tahu. Sebab soal yang satu ini tak bisa dipatok dengan indikator yang ajeg, seperti umur. Karena setiap orang memiliki tahap kesiapan yang berbeda-beda. Namun, tahu pasti resepsi seperti apa yang kamu inginkan tidak selalu menandakan kamu siap ke pelaminan. Justru hal-hal ini yang akan kamu pikirkan, bila benar-benar sudah siap lanjut ke pernikahan.

1. Rumah tangga perlu kerja sama. Bila sudah siap, kamu akan mulai kepikiran bagaimana koordinasi dengan pasanganmu nanti

pembagian kerja dalam rumah tangga via www.123rf.com

Advertisement

Saat muncul keinginan menikah, kamu akan mulai mereka-reka resepsi seperti apa yang diinginkan nanti. Di mana gedungnya, apa hidangannya, apa warna gaun pengantinnya, dan berapa biayanya? Wajar kok, namanya pesta pernikahan yang diharapkan sekali seumur hidup, pastinya ingin yang sempurna. Namun, bila kamu benar-benar sudah siap menikah, kamu akan memikirkan hari setelah resepsi. Apalagi kalau kamu dan dia sama-sama bekerja. Bagaimana pembagiannya agar kerjasama dalam rumah tangga bisa lancar?

2. Meski pernikahan bukan cuma antara dua orang, kamu mulai memikirkan batas-batas urusan yang boleh dicampuri orang luar

batas dengan orang luar via www.123rf.com

Pernikahan bukan cuma soal kamu dan dia. Kalian juga menyatukan dua keluarga dan dua lingkungan yang mungkin sangat berbeda dari segi kebiasaan dan budaya. Kelak dalam hidup rumah tangga, kamu dan dia akan menemui sosok mertua, ipar, dan bahkan tetangga-tetangga yang akan ikut-ikut urun pendapat soal rumah tangga. Bila kamu sudah memikirkan soal ini, berarti kamu sudah cukup dewasa untuk berumah tangga. Sejauh mana orang luar boleh ikut memberikan saran, dan apa saja yang hanya boleh kamu dan dia putuskan sendiri.

3. Punya anak langsung atau menunda dulu? Ini juga menjadi bahan pikiran jika kamu sudah benar-benar siap ke pelaminan

punya anak langsung atau nanti? via www.pexels.com

Sudah tahu kan, bahwa pertanyaan “udah isi belum?” akan segera mengikuti setelah resepsi? Karena banyak yang menganggap bahwa punya anak adalah peristiwa otomatis yang terjadi setelah menikah. Padahal soal punya anak sekarang atau nanti, adalah hal yang harus didiskusikan dan disepakati oleh kamu dan dia. Sebab, memiliki anak adalah sebuah tanggung jawab yang besar. Nah, apakah kamu sudah mulai memikirkan soal ini? Kalau sudah, well, setidaknya kamu sudah paham bahwa menikah bukan sebatas nyebar undangan.

4. Meski menikah, soal privasi harus tetap dibicarakan dengan jelas. Soal resepsi sih hanya permulaan

kapan bisa me time? via www.pexels.com

Advertisement

Menikah memang harus mengesampingkan ego dan mengusahakan kompromi. Namun, pernikahan tidak harus merengut semua hak-hak pribadi kok. Toh, kamu juga masih berhak membahagiakan dirimu sendiri. Contoh paling sederhana adalah bisakah kamu mendapatkan waktu untuk me time setelah menikah nanti? Nah, ini juga penting untuk dipikirkan. Memikirkan resepsi memang mumet, tetapi, hal-hal mendasar seperti ini juga harus dipikirkan. Supaya rumah tangga bisa berjalan lancar.

5. Bukan cuma soal katering, kamu juga akan memikirkan batas-batas yang jelas apa yang boleh dan tidak boleh kalian lakukan di luar

batas di luar via unsplash.com

Oke, dengan menikah, artinya hubungan kalian sudah diikat secara sah. Tentunya hal ini ada konsekuensi-konsekuensi yang harus kamu sepakati. Misalnya, nggak bisa lagi sering-sering hangout sampai malam dengan teman-teman. Atau nggak bisa lagi langsung cus liburan tanpa memberitahu pasangan terlebih dahulu. Bila kamu sudah menikah, hal-hal seperti ini pasti menghantui pikiranmu. Karena kamu tahu bahwa pernikahan bukan mainan. Ada sederet perubahan yang akan terjadi segera setelah kamu dan dia selesai resepsi.

6. Bukan hanya soal biaya resepsi, bagaimana pengaturan uang setelah menikah nanti juga akan mulai kamu pikirkan

pengaturan keuangan via unsplash.com

Kadangkala siap menikah diidentikkan dengan kesiapan uang untuk menggelar resepsi. Nggak heran, resepsi memang nggak murah. Banyak yang menabung mati-matian untuk bisa menggelar resepsi sesuai keinginan. Namun, yang benar-benar siap nikah pastinya mulai memikirkan juga soal pengaturan keuangan setelah menikah nanti. Bagaimana supaya bisa mencicil KPR, membeli kendaraan, menyiapkan dana pendidikan untuk anak, dan lain sebagainya.

Ingin menikah dan siap menikah adalah dua hal yang berbeda. Yang ingin menikah, belum tentu sudah siap menikah. Sama seperti setiap orang ingin segera wisuda, tapi belum tentu skripsi atau tugas akhirnya sudah siap diuji di persidangan.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya