Teruntuk Sahabat Terbaikku, yang Kini Enggan Bertegur Sapa Denganku

Aku dan kamu adalah sepasang sahabat yang punya hubungan erat. Tapi tak bisa dipungkiri, kita pun pernah saling menyakiti hingga sekarang enggan bertegur sapa lagi.

Advertisement

Hubungan kita ibarat seutas benang yang semakin berusaha diurai, semakin kusut. Setelah beberapa lama, tak inginkah kamu memperbaiki hubungan kita? Mengulang waktu dan semua momen indah yang pernah dilalui bersama? Mencoba saling memaafkan dengan mulai dari sekadar bertegur sapa?

Tak pernah kusangka kita akan tertimpa masalah sampai harus terpisah. Hingga kini, kita saling sibuk menuduh satu sama lain sebagai pihak yang salah

I'm sorry, okay?

I’m sorry, okay? via claritywithcharity.com

Semuanya masih baik-baik saja. Sampai suatu ketika aku bersikap terlalu kekanak-kanakan hingga membuatmu kesal. Kita berdebat hingga tak segan saling bertukar kata-kata kasar. Aku dan kamu sama-sama tak sadar bahwa kita sudah saling menyakiti. Kita melakukan apa yang seharusnya tak terjadi pada sepasang sahabat sejati.

Tapi setelah pertengkaran hebat ketika itu, aku mantap sejenak menjauh darimu. Aku butuh waktu untuk berpikir dan menelisik segala yang terjadi antara aku dan kamu. Awalnya, aku tetap merasa jadi pihak yang benar. Meski sikapku kekanak-kanakan, setidaknya kamu bisa sedikit bersabar seperti biasanya. Memilih untuk tak terbawa emosi saat menanggapiku, lalu membuatnya semuanya membaik lagi.

Advertisement

Aku tepekur diam. Walau di luar biasa-biasa saja, sebenarnya aku selalu mengingat momen yang kita lalui bersama sebelum pertengkaran

aku yang meremang dalam diam

aku yang meremang dalam diam via www.chickensmoothie.com

Aku sadar bahwa setiap masalah tidak akan bisa selesai dengan sendirinya. Kita harus sama-sama berusaha memperbaiki keadaan untuk bisa kembali pada hubungan kita yang sebelumnya. Tanpa salah satu dari kita yang mau melangkah lebih dahulu, kita akan terus terjebak dalam hubungan yang buntu.

Di titik ini, aku tak lagi memusingkan siapa salah dan siapa yang benar. Apakah aku yang terlalu kekanak-kanakan atau kamu yang kelewat emosional. Aku paham bahwa dalam pertengkaran kita tak ada kalah dan menang. Meminta maaf lebih dulu bukan berarti menyerah dalam peperangan. Toh siapa juga yang berperang, kita hanya sedang terjebak dalam salah paham, bukan?

“Aku mantap melangkah ke arahmu. Memberanikan diri menyapamu lebih dulu meski dengan gerak tubuhku yang kaku.”

Advertisement

Memaafkan memang tak mudah. Tapi, setidaknya aku ingin berusaha untuk tak cepat menyerah

tapi aku tak akan mudah menyerah

tapi aku tak akan mudah menyerah via favim.com

Aku hafal betul sikap dan sifatmu. Bertahun-tahun jadi sahabatmu, aku cukup tahu bahwa kamu bukan orang yang mudah memaafkan. Ketika seseorang melakukan kesalahan terhadapmu atau menggoreskan sakit di hatimu, kamu akan baik-baik mengingat hal itu. Kamu memang tak menyimpan dendam, tapi bukan berarti pula semua mudah dilupakan.

Meski kecil kemungkinan kamu akan menyambut baik permintaan maafku, setidaknya aku lega lantaran sudah berusaha. Aku pun lebih lega lagi karena sudah melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Bagiku, persahabatan kita terlalu berharga jika dibiarkan terjebak dalam salah paham lalu berakhir tanpa penyelesaian.

Hubungan kita bukannya tak bisa dibangun ulang. Aku dan kamu dapat kembali berteman asal mampu berdamai dengan keadaan.

kita hanya harus berdamai dengan keadaan

kita hanya harus berdamai dengan keadaan via rebloggy.com

Kesalahpahamanan dan emosi yang tak terkendali berhasil mengantar kita di titik ini. Menciptakan jarak yang begitu asing antara aku dan kamu yang bahkan sebelumnya tak pernah berjarak sama sekali.

“Apakah hubungan kita sudah benar-benar hancur? Mungkinkah tak bisa diperbaiki? Haruskah aku dan kamu sama-sama mencari sahabat yang lain lagi?”

Jujur aku tak rela merelakan semuanya. Kamu sudah kuanggap sebagai saudara meski kita tak lahir dari rahim yang sama. Kamu adalah kakak atau adik yang tak dipilihkan Tuhan untukku, melainkan kupilih sendiri. Jika akhirnya kita sampai dalam kondisi seperti ini, aku hanya berharap agar kamu segera menemukan jalan untuk pulang kembali.

Usahaku tak akan putus-putus untuk kamu, sahabat terbaik yang pernah kumiliki. Aku berjanji untuk menyapamu lagi setelah hari ini, mungkin besok atau lusa nanti

sampai kita bertemu lagi

sampai kita bertemu lagi via photography.widenhuge.com

Aku akan memilih bersabar, alih-alih menyerah dan menganggap hubungan kita sudah bubar. Meski sampai hari ini permintaan maafku belum diterima dan kalimat-kalimat sapaan dariku belum juga mendapat jawabannya, aku tak akan menyerah begitu saja.

Aku yakin bahwa jauh dalam lubuk hatimu ada niat yang sama baiknya. Walaupun belum bisa kamu utarakan, suatu saat akan tiba waktumu mengabarkan. Kamu akan bilang,

“Aku sudah memaafkanmu, kuharap kamu pun memaklumi sikapku.”

Dari aku, orang yang berharap bisa terus jadi sahabatmu

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Automotive. Geekstuff. Techfreak. Health.

43 Comments

  1. Cintia Amarta berkata:

    Teruntuk sahabat baikku.. yang bahkan enggan untuk menatapku DAN.

  2. Teruntuk sahabat baikku.. yang bahkan enggan untuk menatapku …maafkan semua kesalahanku

  3. Winny Aulia berkata:

    Teruntuk sahabat terbaikku, kini kalian enggan menyapaku walaupun hanya sekedar “say hallo” maafkan kesalahanku yang lalu.

  4. Meylisa Basrie berkata:

    Sekarang aku mengalami masalah seperti ini..
    3tahun merasa asing bersamanya…
    Aku ingin seperti dulu lagi..
    Teruntuk sahabat ku TIARA GANTI..
    I LOVE YOU

  5. Tuk sahabat qu….shrusna mslh tak dpt memisahkan kita palagi mslh prsaan….hati tak bsa dipaksakan tuk hrs sprti yg kmu mau…smga suatu saat kta brtmu lgi dngn kadan yg lbh baik….

  6. Persahabatan kita berjarak karna kesibukan kita masing2 teruntuk sahabat q Nurul dan Riva
    Ak rindukan kebersamaan kita yg slg cerita sblm tidur bersama kalian

  7. Tamela Pratiwi berkata:

    teruntuk sahabat terbaikku yang kini enggan bertegur sapa denganku..
    6 tahun berlalu sperti orang asing, aku rindu kamu yang dulu #R.A

  8. waktu meet up kelas ngalamin banget ngga enak banget, ane dateng ngga lama dia pulang temenan di sosmed tapi kalo ketemu kaya orang ngga kenal, pengen nyapa tapi raagu ragu,ngomong dikit aja engga :” *curhat wkwk

  9. pertengkaran ini tidak keinginan ku tapi kata maaf pun tidak kamu terima dari ku.
    kini kamu yang minta berpisah dan aku hanya ingin bilang maaf atas kesalahan ku.

  10. Inoi berkata:

    Teruntuk sahabatku, aku tak peduli mereka berkata apa. Aku percaya padamu sama sperti dulu. Meski mereka tak berkata begitu

CLOSE