Cara Tepat Membuat Standar untuk Mencari Pasangan, Biar Hubungan Sehat dan Bahagia

I’m sure, he’s the one.

Dengan mata berbinar-binar, seorang perempuan muda mengatakan kalimat itu seolah kekasihnya baru saja memindahkan gunung untuknya atau menyelamatkan dunia dari wabah zombi. Ternyata bukan itu yang dilakukan. Kekasihnya baru aja…membukakan tutup botol. Tentu saja setelah si cewek pura-pura kesusahan membukanya.

Mendengar cerita itu, kamu mungkin berpikir bahwa standar kita akan seorang pasangan sungguhlah rendah, tapi bagi penganut love language cabang act of service, hal remeh-temeh tersebut bisa saja dijadikannya standar.

Namanya standar, tentunya setiap orang boleh beda-beda, tapi beberapa hal ini mungkin bisa kamu jadikan acuan yang perlu doi penuhi biar kisah cinta kalian sehat dan jauh-jauh dari hal-hal toxic. Apa aja? Gimana cara menentukannya? Simak yuk selengkapnya!

Bedain dulu yuk, apakah daftar yang kamu buat termasuk standar atau wish list semata!

Masing-masing dapat diisi dengan daftarnya sendiri. Lalu, apa bedanya? Kita pakai contoh yuk biar gampang!

“Aku cuma mau sama cowok pebasket”

“Pokoknya cowokku tingginya harus dua meter”

“Dia harus anak tunggal keturunan konglomerat”

Kamu mungkin bisa saja menemukan seseorang dengan “persayaratan” tersebut, tapi mungkin akan terseok-seok di tengah jalan karena daftar itu lebih cocok masuk wish list.

Standar perlu dibuat lebih realistis dan mempertimbangkan konflik yang akan muncul jika nggak terpenuhi. Misalnya, jika kamu menginginkan child free, ia juga sebaiknya menganut prinsip yang sama supaya nggak timbul permasalahan di tengah jalan. Jadi, standar yang perlu dibuat sebaiknya berisi hal-hal yang sulit untuk dinegosiasikan.

Sebelum menyusun standar berarti kamu harus lebih kenal dulu dengan dirimu sendiri, apa yang disuka dan apa yang nggak bisa ditoleransi

Untuk mengetahui hal-hal yang kamu suka atau tidak, artinya kamu harus mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Beberapa daftar pertanyaan ini bisa mulai kamu tanyakan ke dirimu:

  1. Orang seperti apakah kamu?
  2. Seperti apa dirimu ingin diperlakukan?
  3. Apa hal-hal yang penting untukmu?
  4. Apa nilai dan prinsip yang kamu pegang?
  5. Hal apa yang ada pada orang lain yang nggak kamu suka?

Nah, jawaban tersebut akan berbentuk daftar panjang yang mulai mengarahkan ke hal-hal yang kamu bisa dan nggak bisa hadapi. Langkah selanjutnya adalah mengerucutkannya menjadi standar orang lain yang akan menjadi pasanganmu.

Paling tidak, ada empat kategori yang perlu dipertimbangkan untuk membuat standar

  • Bisa dinegosiasikan

Ada hal-hal yang mungkin membuatmu bingung apakah sesuatu termasuk wish list atau memang standar. Nah, kamu bisa menanyakan lagi ke diri sendiri apakah hal-hal yang kamu nggak suka yang ada di dalam dirinya bisa dinegosiasikan atau nggak. Misalnya, kamu mungkin lebih suka dengan laki-laki yang memiliki tinggi di atas 180 cm. Jika tingginya di bawahnya sedikit dan kamu nggak ada masalah, atinya standar tersebut masih negotiable. Nggak ada salahnya menjadi seseorang yang open minded untuk menentukan standar ini ya, Skuat!

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis