Kiat Move on

Putus cinta salah satu hal terberat untuk dijalani. Apalagi jika hubungan itu kandas ketika kamu berusia 23 tahun. Mengingat, ada banyak hal yang mesti ditentukan pada usia tersebut, sebut saja pilihan kamu akan melanjutkan kuliah atau bekerja terlebih dahulu. Khusus untuk perempuan, usia 23 masih selalu jadi patokan kebanyakan perempuan di Indonesia untuk membangun bahtera rumah tangga.

Usia 23 tahun jadi peralihan dari fase remaja menuju dewasa. Terutama perempuan, pastilah sangat berat melalui hidup pasca putus cinta. Namun jangan lekas putus asa. Kita hendaknya move on segera. Berat bukan berarti tidak bisa di jalani. Tuhan tak akan memberi cobaan di luar dari batas kemampua kita. Sejatinya semua itu dapat kita lalui dengan mudah. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengubah mindset kita.

1. Usia ideal cewek menikah tak selalu menjadi patokan. Tenang kamu masih muda, masih punya cukup waktu untuk mencari yang lebih baik

Masih muda via unsplash.com

Advertisement

Beberapa dari perempuan sering terjebak pada patokan rata-rata usia menikah. Kerap kali mereka bingung atau bahkan sedih ketika mendapati pertanyaan “kapan nikah” dari sanak famili atau kolega. Mereka juga iri melihat teman-temannya telah dipersunting orang. Hal ini dikarenakan mereka sibuk memikirkan apa kata orang. Padahal sejatinya tiap orang punya kewajiban, keinginan, dan jalan hidup yang berbeda-beda. Tak selamanya nikah muda itu baik untuk setiap orang.

Sedih karena putus cinta itu wajar, apalagi ketika sedikit lagi kamu mencapai pelaminan. Namun tak perlu sampai berlarut-larut. Hidup mesti berlanjut. Barangkali memang Tuhan punya rencana lain untukmu. Ubah mindsetmu akan nikah muda, karena apabila ini terus dipelihara kamu akan sulit untuk move on. Kamu masih muda dan masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik dari dia.

2. Meski hubunganmu sudah dibangun bertahun-tahun lamanya dan kamu sangat mengenalnya, bukan berarti dia satu-satunya orang tepat

Di bukanlah orang yang tepat untukmu via unsplash.com

Masih banyak ikan di laut

Advertisement

Slogan ini yang seharusnya kamu pegang sebagai landasan, kalau kamu tak perlu memelihara kesedihan pasca putus cinta. Move on memang sulit, tapi kamu mesti ingat kamu pernah berhasil melakukannya dari mantan-mantanmu di masa lalu. Hal ini membuktikan bahwa kamu adalah orang yang tangguh. Jangan terlalu terpaku pada lama hubungan yang telah kamu jalani. Ingat, cinta selalu punya kejutan. Buka hatimu untuk orang baru.

3. Jangan terpaku memikirkan kenangan indah yang kamu jalin dengannya, ingat juga terhadap keburukan-keburukannya

Kelola ingatanmu via unsplash.com

Salah satu trik untuk cepat move on adalah dengan sebisa mungkin tidak mengingat hal atau momen baik tenang hubunganmu bersama mantan. karena jika kamu terfokus sama kebaikannya, keburukan-keburukan yang pernah dia lakukan kepadamu tak akan terlihat. Singkatnya kamu menjadi buta. Maka yang mesti kamu lakukan adalah yang sebaliknya. Ingat, berapa kali dia telah melukaimu.

4. Pilihan setelah lulus tak cuma menikah saja. Ada baiknya kamu merintis karir demi bekal masa depan

Jodoh mengikuti karir via unsplash.com

Tak baik jika bersedih terlalu lama. Menikah tak selamanya harus dilakukan pada usia muda. Mumpung usiamu masih muda, pergunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk meraih cita-cita. Toh banyak kasus ketika orang telah suskses meraih karirnya dia menjadi lebih mudah mendapatkan jodoh seperti yang diinginkan.

5. Jodoh di tangan Tuhan, percaya saja dengan pilihanNya, karena pilihanmu sendiri pun belum tentu tepat

Jodoh di tangan Tuhan via unsplash.com

Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa dia sosok terbaik dan tepat untukmu. Ingat jodoh di tangan Tuhan. Kalaupun memang benar dia orang yang menurutmu baik dan tepat, lalu mengapa dia meninggalkanmu. Maka dari itu lekaslah bangkit. Jalani hidup, terus berusaha dan berdoa kepada Tuhan agar kamu lekas dipertemukan dengan sosok yang terbaik.

6. Mumpung masih muda, gunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk mencari banyak pengalaman, seperti melakukan hal-hal yang kamu suka

Cari banyak pengalaman via unsplash.com

Menangisi dia yang telah pergi adalah tindakan yang sia-sia. Selain waktu, energimu banyak tersedot ketika melakukannya. Bayangkan jika waktu dan energimu kamu salurkan untuk melakukan sesuatu yang kamu suka, entah itu hobi, jalan-jalan, atau mencoba sesuatu yang baru tentu akan sangat berguna bagi hidupmu. Lekaslah bangkit, percayalah dia tak berhak menentukan bahagiamu. Kamu yang berhak melakukannya sendiri.

Putus cinta di usia 23 bukanlah akhir dari hidupmu. Usiamu masih muda, perjalananmu masih panjang. Masih banyak yang mesti kamu lakukan. masih banyak waktu yang bisa kamu pergunakan untuk kebaikan diri. Ingat, yang berhak menentukan kebahagiaanmu adalah diri sendiri, bukan orang lain.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya