Dia serius nggak ya? Kok nggak juga ngasih kepastian

Pertanyaan ini yang sering menghantuimu. Apalagi sudah pacaran lama dan usiamu bisa dibilang sudah layak untuk menikah. Kamu diliputi banyak kekhawatiran, takut kalau dia hanya ingin sekadar main-main saja dan membuatmu harus membuang banyak waktu yang berharga.

Namun sebelum mengambil keputusan terlalu dini : dia tak serius (hanya) karena belum juga memberi kepastian, baiknya coba melihat lebih dalam saat menilai pasangan. Siapa tahu ada hal-hal yang belum kamu sadari. 4 hal ini semoga bisa membantumu untuk melihat bagaimana upaya dia berjuang yang sebenarnya.

1. Kalau sudah ada batas waktu yang dia tentukan, kamu hanya perlu bersabar

Apa salahnya bersabar via unsplash.com

Menjalin sebuah hubungan kadang bisa menjadi sangat fleksibel sekali. Ada satu waktu kamu dan dia memilih santai dalam menjalani hubungan ini. Kata “Jalani saja” kamu dan dia sepakati menjadi hal yang tak perlu dipermasalahkan. Memang saat ini kalian ingin menjalani saja.

Advertisement

Sementara di waktu yang lain, setelah hubungan ini berjalan hingga tahunan, mulai ada batasan waktu yang dia tentukan. Batasan dimana kata “Jalani saja dulu” tak lagi berlaku dalam hubungan yang kalian rajut ini. Saat batasan waktu itu telah ditentukan, kamu hanya perlu bersabar saja. Artinya, dari sekarang hingga nanti batas waktunya habis, dia sedang merancang masa depannya yang nanti akan kamu dan dia jalani.

Kalau kamu memang cinta, kenapa harus tak mau menunggu sampai waktu itu datang? Kamu tidak sedang digantung dalam ketidakpastian. Kamu dan dia hanya diberikan waktu sedikit lebih banyak untuk mempersiapkan diri, agar layak untuk saling memiliki.

2. Ada perjuangan yang tak dia ceritakan. Ke’klik’an di hati yang akan membuatmu merasakan apa yang sedang dia upayakan

Kalau ada klik di hati, kamu seharusnya mengerti via www.sincerelykinsey.com

Dia mungkin adalah tipikal orang yang tak ingin sesumbar dalam banyak hal. Termasuk perjuangannya mempertahankanmu untuk tetap di sisinya. Agar kamu tak merasa diabaikan atau digantungkan, lalu pergi begitu saja memilih yang lain. Ada perjuangan yang dia lakukan dalam diam. Tak bisa dipungkiri, sebelum perjuangan ini benar-benar berhasil, dia perlu meyakinkan dirinya sendiri. Sebelum harus meyakinkanmu tentang masa depan bersamanya.

Kalau hati kalian sudah terpaut begitu dalam, kamu pun seharusnya merasakan keyakinan yang sama. Kamu memang belum sepenuhnya tahu, namun bunyi klik dalam hatimu sendiri ini bisa menjadi dorongan bahwa kamu hanya butuh percaya padanya. Kamu seharusnya mengerti, meski dia tak banyak kata.

Kalau selama ini kebimbangan masih kamu rasakan, mungkin kamu tak sebaik itu mengenalnya. Jangan-jangan kamu memang tak secinta itu padanya. Hingga memberi ruang dalam hati untuk merasakan sebuah keraguan.

3. Mungkin ketakutanmu soal tak juga diberi kepastian yang salah. Bukankah komitmen juga sepaket dengan kesabaran?

Komitmen sepaket dengan kesabaran via unsplash.com

Hubunganmu dan dia sejak awal sudah pasti dibuat dengan sebuah komitmen. Komitmen pun seharusnya bukan hal yang bisa berubah seiring dengan suasana hati. Kalau sejak awal sudah ada komitmen yang disepakati, maka seharusnya tak ada alasan untuk mengingkari.

Kalau sedari awal sudah ada komitmen yang kamu dan dia buat, kamu dan dia semestinya belajar untuk bisa menghargai. Misal dia ingin menyelesaikan pendidikannya S2 dulu, sebelum akhirnya melamarmu. Tentu ada alasan di balik komitmen itu diambil. Hubungan yang sehat tak senaif soal pemberian kepastian saja, meski ini juga penting. Namun dalam hubungan yang sehat juga seharusnya ada upaya untuk saling mendukung apa yang menjadi mimpi pasangan. Kamu dan dia tentu tak ingin menjadi orang yang sama selama-lamanya ‘kan? Jelas ada perubahan lebih baik yang kalian inginkan.

Inilah makna dimana komitmen itu sebenarnya. Bahwa keberadaan komitmen harus sepaket dengan kesabaran untuk terus menjalaninya. Kalau kamu masih saja khawatir dengan kepastian yang tak kunjung datang meski komitmen sudah dibuat, mungkin pola pikirmu yang selama ini salah.

4. Jangan langsung judge ini itu. Siapa tahu dia memang sedang diam-diam mendoakanmu, sembari mencari waktu yang tepat untuk melamarmu

Mendoakanmu dalam diam via www.sincerelykinsey.com

Kamu akan menyesal jika langsung menilai dia tak serius, hanya karena lamaran yang belum kunjung datang. Kadang pikiran itu datang hanya karena kamu yang tak sabaran saja. Seharusnya kamu sudah mengenal dengan baik bagaimana pasanganmu ini. Tentang dia yang memang tak suka mengobral banyak janji manis.

Diam-diam dia lebih suka mendoakanmu. Sambil menyerahkannya pada Tuhan, bahwa semoga jalan kalian dipermudah. Dia tak ingin keputusan yang diambil hanya karena perasaan yang sedang membuncah. Keputusan menikah harus diambil dua orang yang sudah mampu menjernihkan logika.

Karena dia yang benar-benar mencintaimu adalah dia yang selalu mendoakanmu diam-diam.

Barangkali keempat hal ini bisa memberi jeda pada dirimu sejenak untuk berpikir lebih tenang. Jangan keburu bimbang dulu kalau dia tak juga melamarmu. Kecuali kamu memang tak ingin lebih lama bersamanya dan memilih dia yang kamu anggap lebih mapan. Namun toh masa depan tak ada yang tahu. Pilihan sepenuhnya ada di tanganmu, termasuk dengan konsekuensinya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya