Jangan tinggalkan. Biarkan dia menemukan jalan.

Keningmu boleh berkerut saat mendengar saran ini. Buat apa kamu tetap bertahan dengan dia yang membiarkanmu menunggu lama dalam limbo yang membuatmu merasa tidak nyaman? Katanya dia sayang, tapi kok sedikit pun dia belum pernah menunjukkan tanda-tanda mengajakmu ke arah serius?

Dunianya sepertinya dipenuhi oleh hal-hal yang lebih menyenangkan. Mengejar karir, memastikan semua to do lists nya tercapai, semua pekerjaan keras rela dia lakoni. Kecuali satu. Meneguhkan hubungannya denganmu.

Bagi beberapa orang bertahan berarti menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang tidak perlu. Kenapa tidak mencari orang baru yang bisa memberi kepastian saja? Kenapa tidak memilih pisah lalu jadi bebas dan mingle ke orang-orang menarik di luar sana?

Dangkal sekali kalau menjalani hubungan cuma untuk mencari kepastian. Kamu hanya harus terus berjalan

Kamu hanya harus terus berjalan via pixabay.com

Advertisement

Semakin dewasa harusnya hubungan bukan cuma soal mencari kepastian. Komitmen tidaklah sedangkal jalan-jalan dan nonton bersama sekian tahun, merasa sudah tidak bisa ke mana-mana, kemudian meminta dia mengajakmu hidup bersama.

Komitmen juga bukan cuma soal merasa ketinggalan karena teman-teman sudah menikah lebih dulu satu persatu. Sementara kamu masih belum punya plus one yang bisa selalu dibawa ke kondangan teman. Kamu masih lebih sering sendirian, jalan-jalan selow ke mana-mana. Lebih banyak menghabiskan uang untuk membeli buku atau menjajal makanan baru. Bukannya mencari stroller dan diapers termurah seperti yang sudah dilakukan teman-temanmu.

Ada waktu untuk segala sesuatu. Saat ini memang masih belum di situ waktumu. Berjalanlah dulu. Dalam episode sendirian ke kondangan, makan malam bersama pacar sambil tertawa-tawa main Pokemon GO tanpa bicara soal desain undangan pernikahan — kamu akan menemukan jawaban.

Bukan kebimbangan pacar yang perlu dikhawatirkan. Mungkin yang salah ketakutanmu soal kesendirian

Mungkin ketakutanmu yang salah via pixabay.com

Ada beberapa hal yang tidak bisa diubah dan harus dihadapi saja. Kebimbangan pacarmu salah satunya. Kamu tidak bisa memaksa dalam semalam dia menjadi yakin bahwa bersamamu hidupnya akan jauh lebih bahagia. Tidak ada yang bisa kamu lakukan untuk mengubah rasa sedikit cemas dalam hatinya jika kalian harus menghabiskan 24 jam bersama tanpa jeda.

Tepukan hangat, pembicaraan singkat, dan bayangan tentang masa depan bisa membuat kalian merasa lebih dekat. Tapi keyakinan untuk menjalani hidup bersama tidak sesederhana itu tiba. Perlu waktu, usaha, dan pemikiran sebelum bisa berkata Iya.

Sebenarnya bukan kebimbangan pacarmu yang perlu dikhawatirkan. Justru ketakutanmu akan kesendirian yang harusnya jadi bahan pikiran. Sebegitu insecure kah dirimu jika menjalani hidup tanpa pasangan? Apakah harga dirimu hanya sebatas punya gandengan?

Jadi apa yang harus dilakukan saat dia masih santai sementara kamu menginginkan keseriusan?

Lihat ke mana arah hidup membawamu via pixabay.com

Bertahan saja dulu. Lihat ke mana hubungan ini akan berkembang. Kamu bisa mengemas tas kemudian memilih pulang. Atau menunggu dia menemukan jawaban atas kebimbangan.

Biarkan dia menemukan jalannya. Dalam penantian itu, tak jarang kamu akan menentukan jawaban yang selama ini cuma kamu tunggu saja.