Tentang urusan kisah cinta di masa lalu memang banyak sebutannya. Mulai dari terjebak nostalgia seperti lagu Raisa, cinta lama belum kelar, sampai cinta lama bersemi kembali pasti nggak asing lagi. Hidupmu akan menemui dilema saat sang mantan yang seharusnya sudah jauh-jauh di belakang datang lagi dan minta diberi kesempatan kedua. Apalagi kalau sampai sekarang kamu juga masih sendiri. Duh, galaunya bakal tingkat dewa.

Soal mantan memang nggak pernah ada habisnya. Mantan bisa menjadi kenangan buruk tersendiri, sampai-sampai tempat angker yang paling horor untukmu adalah rumah sang mantan. Tapi bisa juga mantan menjadi kenangan paling manis dalam hidupmu. Indah sih, tapi sayang cuma ada di kenangan. Tapi saat mantanmu datang lagi dan minta balikan, kenangan itu bisa saja terulang.

Advertisement

Sebelum kamu balikan sama mantan, Hipwee akan kasih kamu beberapa bahan pertimbangan biar nanti kamu nggak menyesal lagi di belakang.

1. Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Karenanya, setiap orang berhak pada kesempatan kedua

19

kasih kesempatan nggak ya

Kenapa hubungan kalian akhirnya kandas jelas ada sebabnya. Mungkin dulu mantanmu melakukan kesalahan yang akhirnya membuatmu nggak bisa bersamanya. Tapi bukankah manusia memang tempatnya salah dan lupa. Semua orang pernah melakukan kesalahan? Termasuk dirimu sendiri. Karena itulah, setiap orang juga berhak mendapatkan kesempatan kedua, termasuk mantanmu yang pernah melakukan kesalahan. Toh di dunia ini nggak ada sempurna.

2. Kembali bersama mantan, nggak menutup kemungkinan masalah yang sama terulang. Kamu bisa patah hati yang kedua, ketiga hingga keempat kali

disakiti lagi

disakiti lagi

Satu hal yang perlu kamu perhatikan saat memutuskan kembali ke pelukan mantan adalah, bahwa karena dia orang yang sama, bukan mustahil masalah-masalah yang sama akan terulang. Bagus bila mantanmu orang yang pintar dan tulus belajar dari kesalahan. Tapi kenyataannya nggak semua demikian. Saat kamu memutuskan balikan dengan mantan, biasanya nanti aka nada putus kali kedua dan ketiga. Yah, siap-siap aja ya.

3. Balikan dengan mantan memang terlihat mudah. Kamu sudah mengenalnya. Nggak perlu beradaptasi lagi, nggak perlu kikuk lagi

mantan adalah orang yang sudah kamu kenal

mantan adalah orang yang sudah kamu kenal via inyouifindproof-blog.tumblr.com

Advertisement

Mantanmu adalah orang yang sudah kamu kenal. Apalagi kalau hubungan kalian dulu berjalan cukup lama. Kamu sudah tahu kebiasaan-kebiasaan dan sifatnya. Saat dia marah, kamu tahu cara mendinginkan hatinya. Saat dia senang atau sedih, kamu juga sudah tahu apa yang akan dia lakukan. Kamu juga sudah tahu baik buruknya dia. Begitu juga dirinya yang juga sudah bisa memahamimu sepenuhnya. Intinya, kamu dan dia nggak perlu beradaptasi lagi. Hal ini akan membuatmu merasa lebih mudah daripada bersama orang baru yang berbeda.

4. Tapi bersama seseorang yang baru, merasakan hal-hal baru, bukankah akan membuatmu lebih berkembang?

dengan orang baru pengalamanmu juga baru

dengan orang baru pengalamanmu juga baru via youqueen.com

Mungkin inilah yang membuatmu enggan memulai lembaran baru dengan orang baru. Kamu enggan menghadapi orang berbeda yang mengharuskan kamu beradaptasi lagi. Apa itu sebabnya kamu selalu kepikiran mantan yang kamu anggap zona nyamanmu? Tapi begini, jika kamu bersama orang baru, yang pastinya punya perbedaan dengan mantanmu, dan dari situ kamu merasakan hal-hal baru, bukankah itu akan membuatmu semakin berkembang? Toh setiap orang punya keunikan masing-masing. Sensasi yang berbeda mungkin akan kamu rasakan jika kamu mau memberi kesempatan kepada orang baru untuk memasuki hatimu.

5. Kalau mantan kembali karena menyadari berharganya dirimu, dia memang layak ditunggu

kehilangan membuat semua orang belajar

kehilangan membuat semua orang belajar via yourpersonaljournal.tumblr.com

Ada pepatah bilang bahwa terkadang kita sering menyia-nyiakan apa yang kita miliki sekarang. Barulah saat semua itu menghilang, kita menangis dan meratapi semuanya. Nggak jauh beda dengan hubungan. Kadang berartinya seseorang baru ketahuan saat dia sudah ada. Rasa kehilangan itu akan membuat mantanmu sadar bahwa nggak seharusnya kamu dia sia-siakan. Dari situ, dia bisa belajar dari kesalahan agar nggak mengulangi kesalahan yang sama dan kehilangan dirimu lagi. Toh dia sudah tahu sakitnya kehilanganmu, masa mau diulangi lagi?

6. Tapi bisa juga dia berpikir bahwa tak apa mengulang kesalahan yang sama. Toh, pada akhirnya kamu memaafkannya

toh dimaafkan juga

toh dimaafkan juga

Nggak semua orang bisa belajar dari kesalahan. Kadang ada juga mantan yang kurang ajar. Saat kamu memutuskan untuk memberikanya kesempatan, dia malah memanfaatkannya dengan nggak tahu diri. Mentang-mentang sekarang kamu memaafkan, dia justru berpikir bahwa nggak apa-apa melakukan kesalahan yang sama, karena akhirnya kamu maafin dia juga. Dia jadi menyepelekanmu dan menganggap kamu cinta mati padanya. Jadi mau disakiti seperti apa juga, kamu akan terima. Mantan yang seperti ini harusnya diasingkan ke kutub utara aja.

7. Tanyakan ke dirimu sendiri bagaimana hidupmu setelah kalian tidak bersama? Kalau lebih buruk mungkin kamu memang membutuhkannya

bersamanya membuatmu lebih baik

bersamanya membuatmu lebih baik via graceful-at-heart.tumblr.com

Sekarang, lupakan soal bagaimana mantanmu. Fokus pada keadaan dirimu sendiri. Coba pikirkan, apakah kehidupanmu saat ini lebih baik daripada saat kamu masih bersamanya? Kalau hidupmu sekarang jauh lebih buruk dan nggak jelas dari saat masih pacaran dengannya, mungkin kamu layak mempertimbangkan untuk kembali padanya.

Kadang memang ada orang-orang yang mampu mengendalikan kita dengan begitu halusnya, saat kita melakukan hal-hal positif bukan karena terpaksa tapi memang demi cinta. Jika memang kehadirannya membawa dampak positif untukmu, kembalilah padanya dan pertahankan apa yang kamu punya.

8. Tapi jika kamu merasa lebih baik saat dia pergi, untuk apa kamu kembali ke masa lalu yang lebih buruk? Jangan sampai cinta membutakan semua

jangan sampai cinta membutakan segalanya

jangan sampai cinta membutakan segalanya

Sebaliknya, jika hidupmu kini lebih baik daripada saat masih bersamanya, ya nggak perlu berpikir dua kali untuk menolaknya. Dulu saat masih bersamanya, hidupmu tak jelas dan seperti tak punya tujuan. Maunya hanya senang-senang saja. Iya sih, dia bisa membuatmu seru. Tapi kan hidup nggak hanya butuh keseruan semata. Kalau setelah kepergianmu, kamu merasa mulai bisa menata hidupmu dan menjadi kamu yang lebih baik, untuk apa kamu kembali padanya dan mengacaukan segala sudah mulai tertata? Cinta sih cinta. Meski Agnesmo bilang cinta tak ada logika, kadang kamu harus memaksa untuk pakai logika supaya cinta nggak membuatmu buta.

9. Kembali pada mantan berarti memberikan kesempatan pada dirimu sendiri untuk berdamai dengan masa lalu

memperbaiki sesuatu di masa lalu

memperbaiki sesuatu di masa lalu

Ada kalanya setelah melakukan sesuatu yang menurutmu salah, kamu berharap pintu Ke Mana Saja Doraemon benar-benar ada supaya kamu bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahanmu. Itulah kenapa kita harus hati-hati dalam mengambil sikap atau bertindak. Karena waktu tidak pernah bisa diputar dan apa yang terjadi di masa lalu nggak bisa kamu ubah seenaknya. Begitulah hubunganmu dengan dia. Di masa lalu mungkin dia atau kamu sendiri membuat kesalahan yang membuat akhirnya hubungan kalian kandas dan kalian sama-sama terluka. Saat mantan kata balikan ditawarkan, sama artinya dengan kamu diberi kesempatan untuk ‘memperbaiki masa lalu’. Belajar dari kesalahan saat itu, kamu bisa membuat hubungan yang lebih baik untuk kalian berdua.

10. Tapi ada saatnya kamu harus berhenti. Memilih melanjutkan hidup tanpa bayangannya lagi. Kamu sendiri yang harus memutuskan ini

ada saatnya kamu tahu harus melepaskan

ada saatnya kamu tahu harus melepaskan via www.entrepreneur.com

Apa yang sudah kita lewati dan ketahui memang lebih memberikan rasa aman daripada apa-apa yang belum kita ketahui. Berpaku pada kenangan indah dan sifat optimis tanpa batas yang meyakini semua pasti bisa diperbaiki meski sudah rusak berkali-kali, akan membuatmu sakit sendiri. Meski berhubungan kembali dengan mantanmu memberikan sedikit rasa aman karena kamu sudah mengenalnya dengan baik, tapi kamu juga harus bisa memutuskan kapan kamu boleh memberikan kesempatan pada masa lalu atau menutup pintu dan menyongsong masa depan yang lebih baik. Kapan saatnya? Hanya kamu sendiri yang tahu.

Sulit memang memutuskan apakah mantan layak diberi kesempatan kedua atau nggak. Ketakutan akan kegagalan yang terulang pasti ada. Tapi optimis bahwa semua orang berhak pada kesempatan kedua juga bisa kamu jadikan pegangan. Balikan atau tidak, nggak bisa kamu tanyakan pada orang lain atau kamu cari teorinya di buku-buku panduan. Hanya kamu yang tahu apakah kamu layak balikan dengan mantan atau tidak. Toh, selama ini kamu yang merasakan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya