Sapa hangat untuk para pembaca Hipwee. Apa cerita kamu hari ini? Apa ada yang sedang jatuh hati? Atau, sedang bersemangat mengejar mimpi? Adakah yang sedang patah hati? Atau mungkin, kamu sedang mencari jati diri? Kalau begitu, 10 kutipan ini bisa menolong kamu untuk merenung dan menemukan kembali semangat dalam diri kamu.

1. Jangan lupa…ada Tuhan di balik semua

Langit boleh tinggi, tapi Tuhan hanya sejauh doa.

[P. Sandra D.]

Tak perlu cemas begitu, Tuhan tak pernah lebih jauh dari doa. Ceritakan semua pada-Nya. Dia akan mencatat dan mengingat setiap cerita kamu tanpa ada satu pun yang terlewat. Sudah menyapa-Nya hari ini?

2. Sebab nggak ada salahnya berdoa

Advertisement

Tidak ada salahnya berdoa bagi seseorang yang diam-diam kamu cintai itu.

[P. Sandra D.]

Doakan saja dia. Cinta yang murni tak harus menuntut untuk memiliki kan? Bertemu atau tidak dirimu dan dirinya di pelaminan, yang terhebat adalah, kamu tulus berdoa untuk kebaikannya.

3. Hati adalah rumah

Hatimu adalah rumah bagi jiwamu.

[P. Sandra D.]

Advertisement

Mencari-cari seseorang untuk menemanimu hanya akan membuatmu semakin kesepian, karena manusia itu sifatnya fana. Cukup ketuk pintu hatimu dan masukilah dirimu. Hatimu punya ruang seluas semesta untuk tempatmu bermain.

4. Jadi seberapa keraskah suaramu hari ini?

Semakin keras suaramu, semakin mudah kamu tuli.

[P. Sandra D.]

Mengungkapkan pendapat itu memang baik, dan memberi opini itu hal yang cerdas. Tapi kamu harus ingat bahwa setiap orang punya cara pandang masing-masing terhadap suatu hal. Terlalu memaksakan pendapat, akan membuat kamu tuli terhadap suara hati orang lain bahkan suara hatimu sendiri.

5. Bukan boneka

Kita bukan boneka marrionatte masa lalu.

[P. Sandra D]

Kamu pernah melihat boneka marrionatte? Boneka marrionatte adalah boneka tali yang dimainkan dengan jari tangan manusia. Marrionatte selalu dikendalikan oleh manusia, dan dia tidak pernah punya kesempatan untuk mengarang cerita seperti apa yang dinginkannya. Dalam hidup, jangan sampai kamu menjadi boneka marrionatte masa lalumu. Dikendalikan oleh kegagalan, luka hati, kekecewaan, ketakutan, dan lainnya. Kamu punya kuasa dan hak untuk menentukan jalan cerita kehidupanmu, karena kamu bukan marrionatte.

6. Menjadi teman adalah salah satu penyembuh

Sembuhkanlah dirimu dengan menjadi teman baginya.

[P. Sandra D.]

Pernahkah kamu mencoba menyapa dirimu sendiri saat bercermin? Atau sekedar mengucap 'selamat pagi' saat bangun dari tidur? Terpikirkah untuk memberi pelukan bagi dirimu sendiri? Jika kamu pernah melakukannya, selamat, kamu adalah orang yang optimis, positif, dan berjiwa kuat. Tapi jika belum, coba tanya dirimu, siapa kamu di matamu sendiri? Berhargakah dirimu bagi dirimu sendiri? Apakah dirimu adalah teman setiamu? Yakinlah, satu-satunya orang yang paham siapa dirimu, adalah kamu sendiri. Satu-satunya orang yang dapat menyembuhkan akar pahit jiwamu, adalah dirimu sendiri.

7. Jangan bunuh suksesmu dengan ambisi

Pembunuh kesuksesan

Pembunuh kesuksesan via http://worldartsandra.blogspot.com

Ambisi yang tinggi adalah pembunuh kesuksesan.

[P. Sandra D.]

Kamu sedang semangat membara bekerja? Punya daftar strategi jitu untuk menjemput suksesmu? Belajar keras demi gelar cumlaude? Itu semua baik, selama tidak dalam porsi berlebihan atau terlalu berambisi. Ingat, sifat ambisius hanya akan menguras lebih cepat energimu dan membuatmu merasa kering dan berakhir lelah. Bagi seorang ambisius, kegagalan adalah racun pembunuh yang dapat membuatnya terpuruk untuk waktu yang lama dan membutakannya dari seluruh kebaikan yang pernah ia peroleh sebelumnya. Punya ambisi itu bagus, tetapi ambisius itu adalah sikap tamak yang dapat membunuh keberhasilanmu.

8. Maukah kamu jadi mentari?

Jadilah mentari yang hangat; berteman dengan semesta dan tidak membenci bayangan.

[P. Sandra D.]

Kamu seorang yang suka menolong? Kamu orang yang selalu menebar keceriaan? Apa kamu orang yang tak pernah keberatan dengan keadaan baik atau buruknya orang lain? … Tapi, mungkinkah kamu orang yang sering dikecewakan atau mungkin dimanfaatkan? Mungkinkah kehadiranmu tak selalu diterima dengan ramah? Adakah seseorang yang sering menudingmu karena keburukan kamu?

Tidak apa. Karena kamu adalah mentari. Coba simaklah mentari. Ia memberi hangat, mengusir dingin, memberi kehidupan pada tunas bumi, dan mentari tidak pernah membenci bayangan yang menyelinap di balik sinarnya. Mentari menyadari bahwa bayangan adalah realita yang menjadi bukti bahwa cahayanya bukanlah kebohongan.

Demikian juga dengan kamu, pribadi yang baik. Biarkan sinar di hatimu terus memancarkan kearifan. Jangan benci mereka yang mengecewakanmu, karena kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kebaikan hatimu adalah citra yang tidak terbantahkan.

9. Berbahagialah dengan banyak memberi

Orang yang berbahagia adalah orang yang berani memberi ruang untuk air mata.

[P. Sandra D.]

Kamu mungkin pernah mendengar atau mengalami sendiri ungkapan receh publik ini, 'Orang dewasa malu kalau menangis'. Hey, kelenjar air mata itu diciptakan bukan tanpa alasan. Ketika mencipta, Tuhan menyebut manusia itu dengan 'Manusia' dan bukan batu. Tuhan memberi manusia roh kehidupan dan menitipkan perasaanNya ke dalam hati manusia. Dengan begitu manusia terkoneksi dengan Penciptanya melalui perasaan-perasaan surgawi itu.

Air mata bukan tanda bahwa kamu lemah. Air mata adalah tanda bahwa kamu paham dirimu butuh dicintai, dimengerti, dikasihi. Kamu butuh waktu menyendiri untuk merenung atau bahkan untuk mengucap syukur. Ketika kamu kecewa, gagal, terluka, kamu akan menangis: melepas semua perasaan itu, membangun kembali tembok hatimu, menerima dirimu, mengampuni dirimu dan orang lain, kemudian bangkit kembali menjadi insan yang berbahagia.

10. Siapapun kamu, pasti punya kenangan termanis dalam hidupmu

Kemenangan termanis adalah kemenangan mengalahkan diri yang gelap.

[P. Sandra D.]

Teman terbaik adalah dirimu. Musuh terhebat juga 'lah dirimu. Manusia sejatinya membawa dua sisi: hitam dan putih. Pernah mendengar dongeng tentang 'Kisah Dua Serigala'? Ini adalah kisah dongeng kesukaanku.

Alkisah ada seorang kakek kepala suku Indian Cherokee sedang bercerita kepada cucunya.

"Cucuku, ada peperangan hebat yang terjadi dalam diri setiap manusia. Peperangan antara Serigala Hitam dan Serigala Putih. Serigala Hitam berbisik tentang Kejahatan. Dia pemarah, pencemburu, duka, penyesalan, rakus, sombong, memikirkan diri sendiri, dendam, pembohong, tinggi hati, dan egois. Sementara Serigala Putih berbisik tentang Kebaikan. Dialah kebahagiaan, kedamaian, cinta, harapan, ketenangan, rendah hati, kebaikan, empati, murah hati, kebenaran, dan kepercayaan."

Mendengar cerita sang kakek, cucunya berpikir sejenak kemudian bertanya, "Kakek, siapa yang akan menang?"

Dengan sederhana sang kakek menjawab, "Yang paling banyak kamu beri makan."

Jadi, serigala mana yang ingin kamu jaga? Serigala hitam atau serigala putih? Ingin kamu beri makan apa dirimu? Jiwa yang terang atau jiwa yang gelap? Pemenang terhebat adalah dia yang berhasil mengalahkan monster dalam dirinya.

Selamat jatuh hati kepada dirimu sendiri. Selamat jatuh hati berkali-kali dengan Tuhan penciptamu. Selamat menjadi pribadi yang hebat.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya