Serial Goblin atau Guardian: The Lonely and Great God adalah salah satu serial drama Korea yang saat ini sedang booming di dunia, termasuk di Indonesia. Hal yang membuat serial ini unik adalah karena kombinasi genre-nya, perpaduan antara comedy, romance, dan fantasy. Serial ini memiliki 4 tokoh sentral, yaitu Kim Shin a.k.a Goblin (Gong Yoo), Ji Eun-Tak (Kim Go-Eun), Malaikat Maut (Lee Dong-Wook) dan Sunny (Yoo In-Na).

Mengisahkan tentang Goblin yang hidup hingga ratusan tahun, dia mencari pengantin untuk melepaskan kutukan hidup abadinya. Cerita selengkapnya, bisa kamu tonton sendiri serialnya. Mari kita mulai ke pembahasan utamanya, berikut ini 10 pembelajaran hidup yang bisa kamu dapatkan dari serial Goblin:

 

1. Sebut saja kita bisa belajar tentang hukum sebab-akibat, guys

Perbuatan yang kita lakukan di masa lalu akan berdampak pada kehidupan kita di masa sekarang. Sedangkan perbuatan di masa sekarang akan berdampak pula pada kehidupan kita di masa depan. Masa lalu, sekarang dan masa depan saling berkaitan satu sama lain.

Saya tidak mempercayai reinkarnasi atau karma, tetapi film ini mengajarkan kita tentang Hukum Sebab-Akibat. Contoh simple-nya, seorang mahasiswa yang tidak belajar menjelang ujian. Maka, dipastikan bahwa mahasiswa tersebut akan mendapatkan nilai buruk atau lebih parahnya tidak lulus. Sebaliknya, jika mahasiswa tersebut belajar dengan tekun, maka dipastikan mahasiswa tersebut akan mendapatkan nilai bagus. 

2. Bersikap pasrah dan memaksimalkan potensi diri demi menjalani takdir dari Sang Ilahi

Kim Shin a.k.a Goblin

Kim Shin a.k.a Goblin via http://koreanhistoricaldramas.com

Seandainya saya ditanya, apakah saya percaya dengan yang namanya takdir? Ya, saya percaya. Tuhan sudah mengatur segalanya, kehidupan kita; kapan kita lahir, kapan kita menikah, kapan kita mati, kapan dunia ini hancur, dll. Meskipun begitu, Tuhan amat menyayangi kita dengan memberi kehendak bebas.

Kita sendiri yang memutuskan untuk menjadi orang jahat atau baik. Kita sendiri yang memutuskan untuk memilih jalan lurus, kanan atau kiri. Kamu sendiri yang memilih semua itu, hanya saja Tuhan sudah mengetahui semua pilihanmu itu jauh sebelum kamu memutuskan. Itulah yang disebut dengan takdir.

3. Belajar berkorban untuk sesama juga kita pelajari dari serial drama ini

Kebinasaan Goblin

Kebinasaan Goblin via http://koreanhistoricaldramas.com

Film ini mengajarkan kita untuk berkorban. Dikisahkan bahwa Goblin dikutuk oleh Dewa untuk menjalani kehidupan abadi di dunia, merasakan penderitaan melihat orang-orang yang dikasihani mati satu per satu. Hanya Pengantin Goblin yang bisa melepaskan kutukan tersebut, sekalipun harus membunuh Goblin itu sendiri.

Di kehidupan nyata, berkorban bisa dilakukan dengan berbagai cara: mengorbankan waktu kita untuk istri dan anak-anak di rumah, mengorbankan sebagian harta kita untuk yatim piatu, mengorbankan uang tabungan kita untuk membantu teman, dll. Tidak selamanya pengorbanan itu menyakitkan, mungkin saja dari pengorbanan tersebut akan berdampak pada kehidupan kita dan orang lain di masa depan.

4. Kita pun diingatkan akan sosok makhluk lain yang ada dan hidup berdampingan dengan kita

Bulan Memerah

Bulan Memerah via http://aminoapps.com

Tuhan di berbagai agama dunia memiliki konsepnya masing-masing, namun intinya film ini mengajarkan kita bahwa ada 'Sesuatu yang Besar' yang turun tangan dalam kehidupan kita. Ada Tuhan yang Maha Mendengar, Tuhan yang memberi kita keajaiban atau hukuman, dll. Film ini mengajarkan bahwa ada sesuatu yang gaib, di luar nalar pemikiran manusia dan sulit untuk dicerna. Ada sesuatu yang harus kita percayai sekalipun tak terlihat, seperti malaikat, hantu, iblis, dll.

5. Goblin ajarkan kita untuk sabar dalam menanti jodoh. Uwuwuwuw ~

Pertemuan pertama kali

Pertemuan pertama kali via http://korea.iyaa.com

Apakah kamu percaya dengan cinta sejati? Mungkin cinta sejati adalah orang yang berjodoh dengan kita, sekalipun berpisah berkali-kali, tetapi jika memang jodoh pasti akan kembali lagi. Cinta sejati tidak bisa didapatkan dengan mudah, cinta sejati harus melalui berbagai rintangan, seperti pertengkaran, air mata, perselingkuhan, sakit hati, dan lain-lain. 

Jika bisa melewati semua itu, mungkin itu bisa disebut dengan cinta sejati. Namu, tak melulu kesedihan, cinta sejati pun diliputi dengan kebahagiaan, perjuangan, kesetiaan, dll.

6. Kesetiaan itu mahal harganya; drama ini pun ajarkan kita untuk menjadi pribadi yang setia

Saling melengkapi

Saling melengkapi via http://jakpost.net

Contohlah Kakek Duk-Hwa, seorang abdi dari Goblin yang terus-menerus mengabdi dengan setia pada Goblin dari generasi ke generasi. Kesetiaan itu sulit untuk dicari, maka hal tersebut tidak bisa dihargai dengan apapun saking langkanya. Kesetiaan bisa dilakukan dengan berbagai cara: Setia terhadap satu pasangan, setia untuk membela negara (seperti halnya Kim Shin yang berperang demi kerajaannya), setia untuk berkomitmen, dan lain-lain.

Ketika kau menemukan orang yang benar-benar setia, entah itu pasangan hidup atau sahabat, jangan sampai kau lepaskan.

7. Apalah arti air mata pria? Drama ini pun dengan cantik menerjemahkannya

Malaikat maut yang menangis

Malaikat maut yang menangis via http://dramacoffee.com

Perihal air mata ini, mungkin identik dengan wanita. Namun jangan salah, pria pun bisa menangis karena beberapa hal. Selama pria tersebut masih bisa menangis, bersyukurlah karena dia masalah memiliki hati. Curigalah jika pria tidak bisa menangis, bisa saja di memiliki hati sekeras batu. Selain itu, dalam film ini kita diberitahu bahwa air mata keluar bukan hanya karena kesedihan semata, air mata pun keluar saat seseorang teramat bahagia, kesal, rindu, dll. Air mata pun bisa menunjukkan kita tentang kepedulian, rasa cinta, kasih sayang, dll. Konon pria yang menangis di depan seorang wanita, berarti pria tersebut sungguh percaya, terbuka dan nyaman dengan wanita tersebut.

8. Ingat! Lidah lebih mematikan daripada pedang, lho

Ratu, dan penasehat yang sedang menghasut raja

Ratu, dan penasehat yang sedang menghasut raja via http://couch-kimchi.com

Dikisahkan di masa lalu, terdapat seorang raja muda yang bodoh. Dia diurus dan diajari oleh seorang penasehat yang jahat dan licik. Dia menasehati raja dengan cara yang salah, menghangsut dan mengajarinya tentang keserakahan akan kekuasaan. Penasehat itu menyebabkan kehancuran bagi sang ratu, jenderal, rakyat tak berdosa dan raja itu sendiri. Film ini mengajarkan bahwa dampak dari ucapan itu sangat fatal, maka kita harus senantiasa untuk menjaga ucapan kita dari hal-hal yang kotor dan buruk.

9. 1 sahabat jauh lebih berarti daripada 1000 teman

Bromance antara Goblin dan Malaikat Maut

Bromance antara Goblin dan Malaikat Maut via http://pinterest.com

Di dalam film ini, dikisahkan persahabatan antara Goblin dan Malaikat Maut yang terpaksa harus tinggal serumah. Walaupun sering berseteru, namun keduanya memiki kedekatan yang sangat erat (bromance). Mereka berdua saling melengkapi satu sama lain, saling membantu (semisal saat Ji Eun-Tak diculik), memberi informasi (kartu kematian), dll. Keduanya bersahabat, meskipun mereka memiliki masa lalu yang berlawanan. Lebih baik memiliki 1 sahabat, dibandingkan 1000 teman.

10. Kita diingatkan pula untuk tetap pasrah dan berdoa kepada Tuhan, sesulit apapun keadaan kita

Ibu Ji-Eun Tak yang meminta bantuan pada 'dewa'

Ibu Ji-Eun Tak yang meminta bantuan pada 'dewa' via https://kjtamusings.files.wordpress.com

Terakhir adalah doa, masih ada kaitannya dengan poin Tuhan.

Dalam film ini dikisahkan bahwa ibu Ji Eun-Tak hampir mati setelah ditabrak lari oleh mobil. Goblin pun menyelamatkan dirinya, kelak anaknya akan ditakdirkan menjadi pengantin Goblin. Selain itu, Kim Shin pun bisa hidup kembali karena berdoa dari suara hatinya pada para Dewa atas dendamnya terhadap sang Raja. Dewa pun mengabulkan dan itu sekaligus sebagai hukuman atas kematian banyak orang yang telah dibunuhnya di medan perang. Jangan remehkan kekuatan doa, karena Tuhan itu Maha Mendengar.