11 Persiapan Kehamilan dari Bulan 1-9 Agar Semuanya Berjalan Sehat Namun Santai

Khususnya buat yang single atau hamil muda, penting banget nih biar nggak jadi ibu hamil yang khawatiran!

Siapa sih yang nggak pengen memiliki kehamilan yang sehat tapi juga santai menjalaninya? Yup, dari banyaknya informasi di internet dan nasehat-nasehat kiri-kanan, kamu sebagai calon ibu juga perlu punya prinsip sendiri, lho. Jangan sampai saat kamu sudah hamil nanti, kamu justru stres karena minim pengetahuan dan fokus mendengarkan omongan banyak orang.

Ingat, hamil memang kodrat tapi nggak gampang menjalaninya!

Kali ini, Hipwee Community pun punya beberapa tips buatmu yang masih bingung dan bertanya-tanya, “gimana ya cara hamil yang sehat dan minim trauma sampai proses persalinan nanti?”, berikut ini tipsnya!

1. Sebelum menikah, bicaralah empat mata dengan suamimu tentang kapan kamu akan hamil. Jangan sepelekan perencanaan ini!

yeay hamil!

yeay hamil! via https://unsplash.com

Advertisement

Nggak sedikit pasangan yang kecewa saat tahu-tahu hamil setelah sebulan menikah. Hal yang didasari karena tingkat kesuburuan keduanya baik ini pun nggak jarang menjadikan proses kehamilan menjadi kurang menyenangkan. Kan nggak lucu, dikasih anugerah kok malah mengeluh? Hmmm…

Untuk itu, coba deh renungkan kapan kamu akan hamil lalu memiliki anak. Misalnya mau langsung, ya nggak ada salahnya kamu rutin melakukan hubungan suami istri supaya makin besar peluang kehamilannya. Sebaliknya, konsultasikan pada dokter tentang program menunda kehamilan kalau kamu memang belum siap cepat-cepat punya anak.

Simpel, tapi jarang banget yang ngelakuin hal ini 🙁

Advertisement

2. Setelah tahu hamil, mulai ubah pola hidupmu; pola makan, jam istirahat dan jam main!

ubah pola hidup!

ubah pola hidup! via https://unsplash.com

“Dulu waktu hamil, aku langsung cari informasi soal pola makan yang baik buat si ibu dan janin itu gimana. Yup, ternyata banyak makan buah-buahan dan sayuran penting banget buat keseimbangan gizi si ibu dan janin, bahkan sampai si janin lahir ke dunia. Jadi nggak ada ruginya deh jaga pola makan pas tahu hamil!”

Ayu, 24th

Menjadi wanita hamil bukanlah hal mudah. Kamu sedang dalam fase 'bertapa' di mana nggak boleh sembarangan bersikap. Contoh kecilnya, kamu sangat dilarang untuk menyepelekan pola makan terutama yang sebelumnya sangat suka makan-makanan kurang sehat seperti junk food.

Advertisement

Minumlah suplemen khusus atau susu khusus ibu hamil bila perlu, demi menjaga kesehatan fisik dan kecukupan gizi buat janinmu.

Contoh lainnya, tubuhmu yang semakin mudah lelah perlu memiliki jam istirahat cukup dan teratur dari sebelumnya. Ibaratnya, kamu nggak disarankan begadang apapun alasannya!

3. Pakai prinsip trian and error saat menentukan dokter kandungan mana yang pas dan nggak. Gini nih penjelasannya…

Nggak ada salahnya kamu nyoba-nyoba dokter kandungan supaya tahu mana yang pas. Karena pada kenyatannya, nggak semua dokter kandungan itu enak diajak ngobrol alias kooperatif, jadi memang kamu dan suamilah yang harus jeli.

“Dulu hampir aja aku nurut sama dokter kalau di awal udah disuruh sesar. Padahal kandunganku sehat dan nggak ada masalah, tapi ya gitu, dokternya matre banget!”

Dina, 23th

Bukan cuma permasalahan kayak Mbak Dina di atas lho yang akan kamu alami, masih banyak hal lagi yang 'diciptakan' dokter kandungan baik itu positif atau negatif. Ituah pentingnya mengapa kamu perlu berganti dokter sekitar 2 atau 3 kali sampai bertemu yang pas.

4. Persiapakan dirimu untuk jadi ibu hamil yang modal, nggak cuma mengharapkan pemberian orangtua atau teman

modal ah!

modal ah! via https://unsplash.com

Barang-barang seperti baju hamil berbahan adem, gym ball sampai sandal jepit adalah hal wajib yang harus kamu punya. Intinya sih demi kenyamananmu sendiri, bukan buat orang lain bahkan suami. Hal kecil seperti inilah yang kadang luput dari perhatian, sehingga kamu mengandalkan pemberian dari orangtua atau teman.

Ih, jadi ibu hamil yang modal dan penuh persiapan dong ah!

 

5. Milikilah catatan pribadi yang berisikan jadwal periksa, check-list pertumbuhan janin sampai kapan kamu harus mulai senam atau ikut kelas kehamilan

Setiap ibu hamil pasti memiliki buku kontrol atau biasa disebut buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dari dokter atau Puskesmas. Inilah salah satu bawaan ibu hamil saat kontrol ke dokter kandungan untuk memonitor kesehatan si ibu dan janin. Selain itu, kamu sebagai ibu hamil yang cerdas pun masih perlu memiliki catatan pribadi sebagai pengingat.

Di dalamnya bisa berisikan pantangan saat hamil, hal-hal menakjubkan yang kamu alami sampai nomor-nomor penting pelatih senam hamil atau yoga. Ini akan sangat membantu, terutama buat wanita hamil yang juga wanita bekerja.

6. Selain ke dokter kandungan, milikilah satu atau dua partner bercerita tentang masa kehamilanmu. Nggak mau kan stres dan capek sendiri?

Nggak cuma suami, ibu kandung atau mertua pun bisa kamu jadikan partner bercerita seputar kehamilan, lho. Oh, bahkan teman dekat yang kamu percaya pun bisa kok kamu curhati tentang pengalaman-pengalaman selama hamil.

Jangan malu, justru dari sinilah kamu akan menemukan arti 'teman hidup' yang sesungguhnya!

Kalau sekiranya sudah bertemu dengan yang cocok, coba minta ke mereka untuk menemanimu di hari-H persalinan nanti. Ini penting, karena kamu akan butuh support besar demi kelancaran bertemu sang buah hati.

7. Memasuki bulan ke 6 dan 7, carilah informasi tentang lokasi senam hamil, yoga atau komunitas kehamilan yang cocok denganmu

Senam atau yoga hamil sangat diperlukan demi kestabilan fisik dan mental ibu hamil. Ibaratnya, setiap gerakan senam dan yoga akan melepaskan hormon kebahagiaan yang nantinya sebagai bekalmu menuju persalinan.

Nggak perlu yang mahal, ikut senam-senam gratis di Puskesmas pun nggak masalah, kok.

Atau, kamu bisa juga bergabung ke komunitas ibu hamil baik offline maupun online. Di sana kamu akan banyak menemukan informasi dari wanita-wanita senasib sepenanggungan, baik tentang kehamilan atau trik jitu menjaga pernikahan. Seru deh pokoknya!

8. Di masa kehamilan ini, tambahlah kedekatanmu dengan suami. Dialah yang nantinya akan menjadi pendampingmu, saat yang lain merasa ragu

close :)

close 🙂 via https://unsplash.com

Yang tadinya suka berantem-berantem, coba deh kurangin hal negatif ini mulai sekarang. Masa kehamilanmu ini adalah masa keemasan sebelum saatnya nanti dipertemukan dengan si pipi bulat menggemaskan. Dengan siapa lagi kamu akan bercerita kalau bukan dengan suamimu sendiri bukan?

Coba juga komunikasikan jadwal demi jadwal kalian berdua. Karena jadwal periksa kehamilan atau membeli perlengkapan bayi itu memakan waktu, jangan sampai kalian berdua malah cek-cok karena terbentur kesibukan masing-masing.

9. Jangan silau dengan fase kehamilan orang lain yang kamu lihat di media sosial. Kamu ya kamu, dan sebaliknya

kamu ya kamu!

kamu ya kamu! via https://unsplash.com

“Kok aku iri ya sama Chelsea Olivia. Kayaknya tetep cantik aja tuh pas hamil. Tapi coba lihat aku, udah tambah dekil, gendut dan stretchmark di mana-mana pula. Duh, apa ini kutukan, ya?”

“Enak banget ya jadi Rachel Vennya. Pas hamil bisa tetep traveling dan belanja tanpa harus ngoyo nabung buat persalinan. Seandainya aku juga gitu…”

“Olla Ramlan sih enak pas hamil. Punya pembantu banyak, sopir juga ada. Lha aku, masih hamil aja masih kudu naik motor, masak plus ngurusin rumah. Aku kan capek!”

Jadilah ibu hamil tangguh yang nggak silau sama apa yang kamu lihat di media sosial, khususnya Instagram. Percaya deh kalau rasanya hamil itu hampir sama semua. Ya ada pegalnya, ada begahnya, plus ada saja masalah-masalah perubahan fisiknya. Santai, Ladies!

10. Kalau sudah masuk bulan ke 8, barulah membeli perlengkapan bayi supaya nggak terlalu keteteran

jangan buru-buru

jangan buru-buru via https://unsplash.com

Kamu bukan ibu hamil super yang bisa melakukan ini dan itu sendiri. Kamu butuh pembagian waktu supaya semuanya aman terkendali sampai hari persalinan nanti. Ya, kamu nggak usah terlalu pusing tentang perlengkapan bayi yang akan dibeli karena kamu bisa membelinya saat masuk bulan ke-8.

Oh ya, masuk bulan ke-8 ini kamu juga sudah harus mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke rumahs sakit, ya. Cukup 2 koper atau tas besar saja yang berisikan kebutuhanmu, calon bayi dan suami.

Tonton video ini buat referensi sebaiknya perlengkapan bayi baru lahir apa saja yang perlu kamu beli, jangan mubazir ah! Klik di sini, ya…

11. Selamat ya, kamu sudah mulai masuk bulan ke-9. Kini saatnya, kamu pasrahkan semuanya pada Tuhan dan lakukan hal-hal ini demi kelancaran…

oh my babg

oh my babg via https://unsplash.com

Masuk bulan ke-9 bisa dikatakan sebagai 'injury time' buat ibu hamil. Si bayi nan lucu bisa lahir kapan saja lewat berbagai cara; ketuban pecah dini atau kontraksi palsu menuju ke kontraksi asli. Untuk itu, kehati-hatian dan kepasrahan hati sangat kamu perlukan di sini.

Sedikit trik supaya kamu lebih nyaman menanti si bayi lahir:

  • Pasrah, ikhlas dan percaya bahwa Tuhan telah menggariskanmu untuk melahirkan sesuai kehendak janin
  • Bicarakan dengan suami, ibu atau siapapun yang akan menjadi pendamping persalinanmu nanti untuk nggak berhenti memberikan support sambil berkata, “kamu pasti bisa!”
  • Jangan stop latihan pernafasan supaya proses mengejan lebih nyaman (kamu bisa juga rutin jalan kaki, naik turun tangga dan main gym ball)
  • “Charge” tenaga dan pikiran agar kamu lebih fokus menghadapi persalinan. Kini bukan saatnya lagi kamu cari informasi sana-sini. Jalan terang sudah di depan mata, wahai calon ibu!

Itulah 11 tips supaya kehamilanmu yang berharga ini lebih terasa nyaman namun tetap sehat. Jangan lupa banyak-banyak berdo'a di samping usaha-usahamu itu, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE