5 Keunikan Proses Upacara Grebeg, Salah Satu Tradisi di Keraton Yogyakarta

Upacara Gunungan yang selalu menjadi tradisi setiap tahunnya di Yogyakarta

Kota Daerah Istimewa Yogyakarta memang selalu menjadi salah satu kota yang masih kental akan tradisinya maka tidak heran kota Yogyakarta ini pasti selalu dikunjungi oleh para wisatawan setiap tahunnya baik dari anak – anak sekolah, turis mancanegara dan masih banyak lagi. Salah satu tradisinya yang diselenggarakan juga setiap tahun yaitu “Upacara Garebeg” atau gunungan yang berlokasi di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini adalah tradisi yang cukup unik juga untuk disimak.

Advertisement

1. Parade oleh Para Pasukan

Photo by @adeliakustari on Instagram

Photo by @adeliakustari on Instagram via http://www.instagram.com

Sebelum nanti para pasukan ini akan mengawal selama gunungan berlangsung biasanya yang muncul terlebih dahulu adalah para prajuritnya yang diikuti oleh banyak sekali pengikutnya. Para prajuritnya pun ada cukup banyak sekitar ada 10 pasukan yang sebelumnya akan berkumpul dulu di Bangsal Kraton lalu akan mengawal gunungan tersebut di Alun–alun Utara.

2. Beraneka ragam Gunungan yang akan diarak

Photo by @kratonjogja on Instagram

Photo by @kratonjogja on Instagram via http://www.instagram.com

Jadi di dalam proses “Upacara Grebeg” ini diidentikan dengan “Gunungan” yang sebetulnya itu merupakan sayur–mayur ataupun bahan makanan yang disusun lalu menyerupai bentuk gunung. Nah biasanya di dalam proses upacara tersebut akan ada 7 gunungan yang akan diarak dari Siti Hinggil Keraton Yogyakarta. Dalam setiap 7 gunungan itu juga ternyata memiliki sebutan masing–masing dan setiap gunungan memiliki bentuk yang berbeda dan isian yang berbeda juga. Macam–macam nama gunungannya ada; Gunungan Jaler, Gunungan Estri, Gunungan Darat, Gunungan gepak, Gunungan Pawuhan, dan Gunungan Picisan.

Advertisement

3. Proses diaraknya 7 Gunungan

Photo by @kratonjogja on Instagram

Photo by @kratonjogja on Instagram via http://www.instagram.com

Setelah semua 7 gunungan sudah dipersiapkan dari Bangsal Siti Hinggil Keraton lalu nanti akan diarak bersama para pasukan yang  melewati Alun–alun Utara  dan semua gunungan tersebut akan diserahkan di halaman Masjid Gedhe Keraton. Selama proses pengarakan memang biasanya pasti banyak para warga yang datang untuk menyaksikan jalannya proses pengarakan “Upacara Grebeg” ini. Karena tradisi ini memang selalu diadakan disaat hari besar jadi pasti banyak sekali anak–anak yang sangat antusias berdatangan.

4. Para Warga yang akan Memperebutkan Gunungan

Photo by @kratonjogja on Instagram

Photo by @kratonjogja on Instagram via https://www.instagram.com

Setelah proses pengarakan semua gunungan oleh para pasukan ke halaman Masjid Gedhe Keraton, yang ditunggu–tunggu oleh para warga yaitu proses perebutan gunungannya. Memang biasanya juga disaat perebutan gunungan ini berlangsung sering juga ditemukan ada banyak wisatawan asing dan domestik yang ikut berebutan mengabadikan momen pada saat itu karena proses ini juga yang sebagai penutupan dari proses Upacara Grebeg tersebut. Jadi mengapa banyak para warga yang memperebutkan gunungan, karena dipercaya semua bagian dari gunungan tersebut akan membawa berkah bagi kehidupan mereka.

5. Upacara ini dilakukan 3 kali dalam setahun

Advertisement
Photo by @kratonjogja on Instagram

Photo by @kratonjogja on Instagram via http://www.instagram.com

Ternyata Upacara Grebeg atau Gunungan ini tidak hanya dilakukan sekali dalam setahun melainkan sebanyak tiga kali, yang memang selalu diperingati setiap hari raya besar Islam, berikut ini tiga macam Upacara Grebeg yaitu;

  1. Grebeg Maulud :atau Upacara Grebeg yang diperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW
  2. Grebeg Syawal :atau Upacara Grebeg dilakukan saat hari raya Idul Fitri.
  3. Grebeg Besar :atau Upacara Grebeg yang diperingati untuk hari raya Idul Adha

Jadi itu dia beberapa keunikan dalam proses Upacara Grebeg yang menjadi tradisi di Keraton Yogyakarta. Dalam Upacara Grebeg ini memang diidentikan dengan “Gunungan” yang dianggap menjadi simbol dari kemakmuran di Keraton Yogyakarta juga sebagai bentuk wujud rasa syukur.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE