5 Tipe Teman yang Harus Kamu Jauhi Sebisa Mungkin, Bukan Jahat Tapi Mencoba Untuk Menjadi Orang yang Selektif!

Menjadi selektif bukan berarti menjadi orang jahat.

Dulu waktu kecil kita merasa punya banyak teman sangat menyenangkan. Makin dewasa, semakin menyadari bahwa tiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda dan tentunya dalam berteman harus memiliki kecocokan satu sama lain. Banyak yang bilang kalau kita harus berteman sama semua orang, sayangnya pernyataan seperti ini sulit relevan dengan keadaan pertemanan saat dewasa. Karena saat dewasa kita memiliki kendali terhadap hidup kita. Jangan sampai hidup berantakan hanya karena salah dalam pertemanan. Atau jangan sampai kita jadi capek hati hanya karena kepribadian kita denan teman tidak cocok. 

Memiliki banyak teman tentu baik, namun kita harus selektif dalam memilih teman. Nyantanya, ada beberapa karakteristik seorang teman yang harus diperhatikan agar kita tidak dirugikan dalam banyak hal. Jadi seperti apakah mereka?

Advertisement

1. Dia yang terlalu fokus dengan dirinya sendiri

Photo by Keira Burton from Pexels

Photo by Keira Burton from Pexels via https://www.pexels.com

Ini yang paling bahaya karena mereka akan selalu mementingkan dirinya sendiri. Awalnya, mereka akan terkesan friendly. Senang dong kalau punya teman yang ramah dan supel? Sayangnya, semakin lama kamu mengenal dia, kamu akan mulai sering mendengar perkataan “kalau gue sih..”, “kalau dari pandanganku yaa…”, dan yang akan buat kuping kamu mau meledak “dari pengalamanku sih biasaya…”

Betul. Ia yang selalu mengeneralisasikan pengalamannya untuk bisa menyelesaikan segala macam risalah hidup kita. Ya, mohon maaf nih, memang pengalamanmu bisa secara ajaib menyelesaikan masalah kita? Memang tidak ada salahnya untuk membagikan pengalaman dirinya sendiri tapi pernah berpikir nggak kalau seberapa jauh mereka mau mendengar pengalaman kita? Most likely, nggak.

Advertisement

2. Dia yang terlena dalam materialistis

Photo by StockSnap on Pixabay

Photo by StockSnap on Pixabay via https://pixabay.com

Kalau yang ini sih sepertinya sudah biasa ya. Bahasa kerennya ialah BPJS alias Budget Pas-Pasan Jiwa Sosialita tapi bisa saja memang mereka anak gedong. Ya nggak ada masalahnya sih, kan itu uangnya mereka. Kita memang punya kontrol untuk bilang tidak saat mereka sibuk untuk menghambur-hamburkan materialnya di depan kita.

Namun bila kita idak bisa mengontrol dan malah ikut ke dalam gaya hidup yang seperti itu pasti akan merugikan diri sendiri. Nah, kalau sudah gini siapa yang susah? Pastinya bukan dia tapi dompet kita yang menggunakannya untuk hal-hal yang belum tentu menjadi prioritas.

 

3. Dia yang senang menjadi korban

Foto oleh cottonbro dari Pexels

Foto oleh cottonbro dari Pexels via https://www.pexels.com

Iya, merasa kalau hidupnya itu paling susah. Kebahagiaan itu sepertinya tidak ada di kosa katanya. Seram nggak tuh kalau kita punya teman yang outlook dalam hidupnya itu selalu negatif? Kalau kata karakter di Harry Potter itu mereka ialah Dementor alias penyedot aura positif. Hidup itu memang tidak selalu menyenangkan tapi kita selalu bisa untuk berusaha melihat hal-hal positif untuk menjalani hari kita sehingga menjadi lebih berwarna.

 

4. Dia yang bertepuk sebelah tangan

Photo by josealbafotos on Pixabay

Photo by josealbafotos on Pixabay via https://pixabay.com

Bukan hanya pacar. Teman juga bisa, lho. Gini. Semua bentuk hubungan itu membutuhkan dua arah. Kita yang memberi perhatian sehingga ada timbal balik. Ingat, bukan kita berharap untuk dibalas apapun yang kita lakukan tapi harus ada feedback dari apa yang diberikan. Kalau tidak begitu, bagaimana kita tahu pertemanan tersebut berkesan atau nggak? Kalau begitu, ya kita dong yang sibuk mengejar perhatian mereka? You should never beg for attention from others. If they choose not to give it back, then you know that they are not from you.
 

5. Dia yang tidak pernah jujur

Photo by RyanMcGuire on Pixabay

Photo by RyanMcGuire on Pixabay via https://pixabay.com

Capek nggak kalau punya teman yang tidak pernah memberi tahu kamu yang selalu memberi informasi yang tidak benar. Dalam hubungan tersebut, kamu akan sibuk untuk menerka apakah informasi yang diberikan itu merupakan yang sebenarnya atau bukan. Bagaimana kita bisa mempercayakan informasi yang diberikan jika mereka pun juga tidak sepenuh hati untuk benar-benar mendengarkan kita?

Semoga kita selalu ditemukan dengan teman-teman yang dapat diandalkan. Ada bukan hanya dalam kesenangan tapi saat kesulitan untuk bisa membuat hidup lebih bermakna. Karakteristik teman-teman di atas mungkin hanya segelintir dari berbagai bentuk manusia yang akan kita temui di dalam hidup. Kita punya pilihan untuk menentukan siapa yang bisa memberi makna dalam hidup.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE