Ibu adalah bidadari surga yang dikirimkan oleh Allah S.W.T untuk menjaga, mendidik, dan membimbing anak-anaknya agar kelak menjadi orang yang berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Sungguh tega jika kita sebagai anak masih menyakiti hati seorang Ibu. Ibu yang sudah mengandung kita selama 9 bulan, melahirkan kita dengan perjuangan. Bertaruh nyawa antara hidup dan mati.

Maka tak heran jika kedudukan Ibu lebih mulia dibandingkan kedudukan Ayah. Terkadang seorang anak sering kesal terhadap omelan Ibu.Tetapi, omelan Ibu itu tanda bahwa beliau sayang dan cinta terhadap anak-anaknya. Rasanya perjuangan dan pengorbanan beliau tidak bisa kita balas sampai kapanmu, karena begitu besar jasa-jasa Ibu terhadap anak-anaknya. Wajar saja jika seorang Ibu dijuluki Bidadari Surga.

Banyak sekali alasan mengapa Ibu dijuluki sebagai Bidadari Surga. Mungkin Inilah 5 alasan Ibu adalah Bidadari Surga Penyayang Keluarga yang dapat mewakili dari artikel ini:

1. Ibu Bisa Jadi Tulang Punggung Keluarga

Ibu dan Anak

Ibu dan Anak via https://www.merdeka.com

Hidup di zaman modernisasi ini banyak sekali kaum wanita menjadi pelopor emansipasi wanita. Disekitar lingkungan kita sering melihat wanita menjadi tulang punggung keluarga. Seperti halnya seorang Ibu rela banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk anak-anaknya.

Kerja keras tak mengenal waktu dan usia yang semakin menua hanya demi sesuap nasi. Ketika tulang rusuk harus menjadi tulang punggung keluarga, yang terlintas dipikiran adalah seorang Ibu itu hebat. Tak pernah mengeluh dan menyerah, sesampai di rumah wajah lelahnya dihiasi dengan senyuman agar anak-anaknya tidak merasakan kelelahan terhadap apa yang Ibu rasakan.

2. Doa Ibu Adalah Penenang Jiwa

Ibu Menangis

Ibu Menangis via http://www.ammboi.com

Advertisement

Doa seorang Ibu adalah doa yang paling mustajab. Di dalam Al-Qur'an sendiri sudah terdapat perintah Allah untuk berbuat baik kepada kedua orangtua. Terdapat pada surat Luqman ayat 14 yang memiliki arti:

"Dan Kami perintahkan kepada manusia( berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu" (Q.S Luqman:14).

Sebagai seorang anak pasti pernah membantah perintah Ibu, tidak mau mendengarkan nasihat ibu. Tetapi, perlu diketahui bahwa sehabis solat atau melakukan ibadah, seorang Ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Advertisement

Meskipun sering dibikin jengkel oleh anak-anaknya, seorang Ibu tidak sedikit pun marah bahkan menyimpan dendam terhadap anak-anaknya. Sungguh cantik luar dalam hati seorang Ibu.

3. Ibu Selalu Menyembunyikan Kesedihan Di hadapan Anak-Anaknya

Ibu dan Anak Tertawa

Ibu dan Anak Tertawa via http://ceritawanitamodern.com

Ibu tak ingin menunjukkan sikap sedih dihadapan anak-anaknya. Seorang Ibu berusaha untuk tetap tersenyum, dan tegar walaupun sedang dalam masalah. Karena seorang Ibu tahu, jika beliau menunjukkan sikap sedih di hadapan anak-anaknya bisa berpengaruh terhadap kesehatan anak-anaknya juga. Tak heran jika Ibu sering disebut wanita tegar.

4. Surga Ada Di Telapak Kaki Ibu

Tangan Ibu dan Kaki kecil Bayi

Tangan Ibu dan Kaki kecil Bayi via https://moslemsunnah.wordpress.com

Pernah dengar kan kalimat "Surga ada dibawah telapak kaki Ibu". Kalimat tersebut menggambarkan bahwa surga akan terlihat bagi seorang anak yang berbakti kepada kedua orangtua terutama seorang Ibu. Maka jangan sekali-kali berkata kasar kepada Ibu.

5. Kasih Ibu Sepanjang Masa

Setuju banget kalau kasih sayang Ibu itu sepanjang masa, dan kasih sayang anak itu sepanjang galah. Karena kasih sayang Ibu akan tetap terus abadi meskipun anak-anaknya sendiri telah bertumbuh dewasa hingga menikah, dan bahkan telah memiliki keluarga kecil sendiri.

Ibu turut bahagia jika anak-anaknya bahagia bersama keluarga kecilnya. Sebaliknya, belum tentu seorang anak akan mengingat perjuangan dan pengorbanan dari seorang Ibu jika ia telah sukses. Jadi, jika kita telah sukses jangan pernah melupakan sosok Ibu. Kabari beliau jika masih punya waktu berbicara dengannya. Jangan sampai menyesal ketika beliau telah berpulang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya