5 Alasan Mempertahankan Biduk Rumah Tangga yang Goyah Diterjang Badai

Kehidupan pernikahan merupakan sebuah proses panjang yang dijalani dengan derai air mata, senyuman, gelak tawa diselingi berbagai perasaan suka maupun duka. Lengkap sudah kehidupan jika sudah merasakan manis getir dalam rumah tangga, ketika biduk goyah diterjang badai, apa yang harus kita lakukan? Mempertahankannya atau …

Ujian dan godaan seakan silih berganti dalam menjalaninya, mulai dari hal sepele sampai masalah prinsip yang saling bertentangan. Bahkan godaan orang ketiga, ekonomi merosot dan tidak adanya komunikasi yang baik terkadang mematik api yang seharusnya tidak menyala.

Bagaimana cara mempertahankan sebuah biduk yang limbung diterjang badai besar?

Kita terkadang iri dengan para orang tua kita yang mampu menjaga cintanya hingga puluhan tahun menemani dan menjadi kita hingga memiliki cucu bahkan cicit. Kesederhanaan dan cara yang baik dalam mengatasi sebuah permasalahan yang juga hadir di tengah kehidupan membuat mereka mampu bertahan hingga usia senja.

Mengapa zaman sekarang banyak di antara kita yang memutuskan berpisah ketika menghadapi ujian kehidupan? Apakah tidak bisa dipertahankan? Apakah tidak ada jalan lain yang terbaik?

Kami sarikan 5 hal sederhana dari kehidupan para orang tua yang mampu menjaga cintanya hingga usia senja. Semoga 5 hal ini menjadi bermakna dan mampu mempertahankan Cinta kita dan pasangan.

ADVERTISEMENTS

1. Ingat Masa Cinta Pertama dan Janji Nikah

Ingat Masa Cinta Pertama dan Janji Nikah

Ingat Masa Cinta Pertama dan Janji Nikah via https://www.canva.com

Ketika cinta dan rasa sayang pertama kali tumbuh kemudian subur bersemi di dalam hati pasangan yang sedang memadu kasih, maka akan muncul janji serta harapan yang diinginkan dibangun bersama di masa depan nanti.

Misal, ku kan menjagamu hingga senja, cinta ini untuk selamanya, kau adalah jawaban atas do'a ku selama ini… serta banyak lagi. Silakan simak syair lagu cinta yang sedang viral saat ini. Semua syair cinta merupakan harapan pasangan yang sedang mabuk kasmaran.

Yuk… ingat lagi dan tumbuhkan lagi harapan dan do'a masa-masa indah itu. Yakinlah bahwa masih ada di dalam hati kedua hati yang sedang berkecamuk dalam berbagai permasalahan kehidupan.

Yuk… siram lagi harapan itu dan jangan dibuat pupus tak tumbuh lagi.

ADVERTISEMENTS

2. Jangan Lukai Hati Orang Tuamu

Jangan Lukai Hati Orang Tua Mu

Jangan Lukai Hati Orang Tua Mu via https://www.canva.com

Coba kita ingat sekali lagi… siapa orang yang pertama kali kita mintai doa, saran, nasihat dan membantu masa-masa indah menjelang hari pernikahan kita? Ya benar sekali… kedua orang tua kita lah yang bersuka cita dan bergembira ketika anaknya akan membina rumah tangga.

Kedua orang tua akan memberikan sumbangsih yang terbaik agar penikahan berjalan lancar dan meriah.

Bahkan hingga kita memiliki anak kemudian menghadapi berbagai masalah, saat itulah orang tua yang akan pertama membantu dan memberika jalan terbaik.

Maka ketika biduk rumah tangga kita goyah…. orang tua jua yang akan merasakan kesedihan dan kepedihan, apalagi jika harus berpisah.

So jangan buat orang tuamu bersedih… pikirkan kembali dan pilih jalan terbaik sebelum membuta orang tua kita menangis karena kesedihan.

ADVERTISEMENTS

3. Lihat Anak Kita, Jangan Biarkan Dia Bimbang

Lihat Anak Kita Jangan Biarkan Dia Bimbang

Lihat Anak Kita Jangan Biarkan Dia Bimbang via https://www.canva.com

Hal paling sulit adalah menjelaskan masalah orang dewasa kepada seorang anak yang masih belia. Apakah ada narasi paling mudah? Tidak ada. Apalagi jika hal ini menyangkut permasalahan yang dialami kedua orang tuanya.

Banyak orang tua dahulu menyatakan salah satu pengikat rasa cinta pasangan suami istri adalah anaknya. Demi anak maka menjaga keutuhan rumah tangga adalah sebuah tujuan bersama.

Agar anak menjalani kehidupan bersama orang yang saling menyayangi dan menghadirkan cinta secara utuh.

Jangan buat anakmu bimbang ya gaaesss…mereka masih belum tahu apa-apa. Yuk semangat membangun cinta hingga senja.

ADVERTISEMENTS

4. Jalan Masih Panjang dan Masih Ada Cara Terbaik

Jalan Masih Panjang dan Masih Ada Cara Terbaik

Jalan Masih Panjang dan Masih Ada Cara Terbaik via https://www.canva.com

Bangunlah cinta untuk masa yang panjang lalu gunakan strategi nafas panjang ketika aral melintang dan naik turunnya kehidupan karena ujian hidup.

Ketika masalah datang, pikirkan jalan keluarnya bukan malah membuat keputusan yang membuat masalah baru dalam kehidupan rumah tangga.

Banyak cara untuk menyelesaikannya, bicara dengan orang yang tepat, berdo'a kepada Tuhan yang memiliki Hati kita, merenung dan terus memikirkan lebih dalam.

Perjalanan masih panjang dan yakinlah ada jalan terbaiknya.

ADVERTISEMENTS

5. Maafkan Kesalahan dan Perbaiki Diri Bersama

Maafkan Kesalahan dan Perbaiki Diri Bersama

Maafkan Kesalahan dan Perbaiki Diri Bersama via https://www.canva.com

Siapa yang pernah berbuat kesalahan? Namun kemudian berjanji untuk tidak mengulangi lagi dan memperbaiki dirinya akan menjadi pribadi yang lebih baik.

Menjadi pribadi yang baik tentu bukan menjadi orang yang tidak pernah berbuat salah namun setelah berbuat salah dapat memperbaiki kesalahannya dan mau meminta maaf atas kesalahannya.

Berilah kesempatan untuk seseorang yang kita cintai agar mampu memperbaiki dirinya sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa.

Demikian beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan ketika biduk rumah tangga goyah diterjang badai. Pertahankan lah untuk Pelajaran masa depan.

ADVERTISEMENTS

6. Kata Penutup Agar Cinta Tetap Bersemi

Kata Penutup Agar Cinta Tetap Bersemi

Kata Penutup Agar Cinta Tetap Bersemi via https://www.canva.com

Semoga tulisan sederhana ini dapat memberi inspirasi walau tidak secara sempurna menyelesaikan permasalahan yang sedang kalian hadapi.

Kalian yang lebih memahami tentang diri kalian so… pilih sahabat yang tepat untuk mencari solusi yang terbaik.

Mari tumbuhkan kembali cinta yang mungkin telah layu!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Suka Menulis Hal yang Remeh dan Sederhana