Kita tahu, ODHA (baca: Orang Dengan Hiv/ Aids) semakin tahun semakin meningkat jumlahnya. Di mana pun negaranya, tak terkecuali di negara kita sendiri: Indonesia. Bahkan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan bahwa ada sekitar 171.000 sampai 219.000 ODHA di Indonesia. Dan, data tersebut belum termasuk orang-orang yang belum diketahui statusnya.

 Dampak paling buruk dari ODHA adalah tekanan psikis dan emosional yang berujung pada depresi. Tapi, haruskah semua ODHA mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri? Padahal masih ada begitu banyak hal yang bisa dilakukan ODHA untuk merasa tetap "hidup" di dalam hidupnya, tak peduli seberapa ringkas masa mereka dapat merasakan hidup yang sebenar-benarnya “hidup”.

Berikut Hipwee akan mencoba memaparkan 5 alasan mengapa ODHA harus tetap survive.

 

1. ODHA, You’re Never Be Alone

Happy-Friendship-day-20132

Happy-Friendship-day-20132 via http://s3.amazonaws.com

Di manapun kita hidup, kita tidak akan pernah sendirian. Ada begitu banyak orang-orang yang sengaja Tuhan sediakan untuk menjadi teman kita. Tak peduli, apakah mereka senasib atau berseberangan nasib dengan kita. Bila memang sudah menjadi kehendak-Nya, mereka tetaplah akan menjadi teman kita.

Tenang, teman-temanmu tidak akan menjauhimu hanya karena kamu ODHA. Sebab, ODHA tidak akan menularkan penyakitnya hanya dengan berjabat tangan; bercakap-cakap; atau sekadar hunting bersama. Percayalah, akan selalu ada uluran tangan dari malaikat tak bersayap yang akan membuatmu merasa berhak untuk tetap hidup. Kau tidak akan sendirian, sebab mereka akan selalu ada di sandingmu.

2. Berkaryalah Untuk Tetap Merasa “Hidup”

mencari keabadian

mencari keabadian via http://salads.tripod.com

ODHA tidak akan pernah tahu kapan limit hidupnya akan menjemput. Namun, ODHA tahu bahwa kematian adalah sebuah keniscayaan. Maka, persiapkanlah apa yang perlu kau siapkan demi bekal di kehidupan selanjutnya, juga demi membuat dirimu tetap merasa “hidup”.

Ada begitu banyak cara untuk menghidupkan hidupmu. Salah satunya adalah dengan berkarya. Yakinlah bahwa setiap kita memiliki potensi untuk berkarya. Tak peduli seberapa keras ketakutan akan kegagalan menghadang, sebab dengan berpegang teguh pada keyakinan, kita akan tetap dapat mewujudkannya.

3. ODHA Tidak Akan Ditelantarkan

SDGs_tcm312-270993

SDGs_tcm312-270993 via https://alfa-img.com

Setelah ODHA mengetahui statusnya, banyak dari mereka merasakan ketakutan akan masa depannya. Tenang dan bersabarlah, ODHA tidak akan ditelantarkan begitu saja. Bahkan, dalam rumusan SDG’s, pemerintah berusaha keras memerangi penyakitmu dan berusaha semaksimal mungkin memperhatikanmu.

Setiap negara akan menjamin hak hidup; hak asasi dan fasilitas obat-obatan. ODHA memang belum dapat disembuhkan, namun masih ada penanganan secara medis yang dapat menekan perkembangan virus di dalam tubuh. Maka bersabarlah, sebab pemerintah pun peduli terhadapmu; peduli terhadap masa depanmu.

Menerima vonis sebagai pasien seumur hidup memang sangat menyakitkan, namun percayalah, ODHA tidaklah seburuk yang kauduga. Sebab di luar sana, masih banyak juga orang-orang yang senasib denganmu, atau bahkan tidak lebih baik dari nasibmu. So, Keep survive!

4. Setiap Kita Sudah Dipersiapkan Jodohnya, Pun Demikian Denganmu

Instagram Photos

Instagram Photos via https://www.facebook.com

Banyak di antara ODHA yang dihantui akan ketakutan yang berlebihan—ketakutan terbesar itu adalah manifestasi dari pikiran mereka sendiri. Seperti kecemasan akan pasangan hidupnya kelak, kesulitan dalam menemukan pasangan hidup, juga tentang masa-masa paling ditunggu yang menjelma menjadi momok menakutkan; menjadi seorang Ayah atau Ibu.

Percayalah, tidak ada yang percuma atas masa lalumu. Sebab selalu ada hikmah yang dapat kaupetik dan kaupelajari. Yakinlah pada hari setelah ini kau akan mampu membangun kehidupan yang lebih baik lagi. Tak peduli seberapa sulit untuk meraihnya, sebab setiap proses akan membuahkan hasil yang setimpal. Pun demikian dari usahamu dalam menemukan pasanganmu.

Untuk ODHA yang masih takut memiliki keturunan yang senasib denganmu, selalu berdoa dan berusahalah dalam jalan kebaikan. Menjadikan anak-anak di panti asuhan sebagai anakmu juga bukan suatu kesalahan. Barangkali, Tuhan memilihmu untuk mengasuh mereka dengan jalan yang seperti ini. Percayalah, hidup kita masih sangat berguna bagi kehidupan orang lain.

5. Percobaan Bunuh Diri Harus Segera Dihentikan

ironis-marak-kasus-bunuh-diri-di-bali-SmblgwLuik

ironis-marak-kasus-bunuh-diri-di-bali-SmblgwLuik via https://img.okezone.com

Mungkin kamu sempat kalut akan vonis yang terasa begitu kejam. Selalu mengonsumsi ARV setiap hari, seolah telah ditakdirkan menjadi pasien seumur hidup. Jalan pintas pun seakan terbuka dengan begitu lapang; bunuh diri.

Tapi, pernahkah kamu berpikir jika adanya diri kita di dunia ini adalah alasan orang lain untuk tersenyum bahagia? Orangtuamu, sahabatmu, dan orang-orang yang pernah mencintaimu, pasti akan menyayangkan sikapmu yang mudah menyerah pada cobaan hidup. Selalu ingatlah, jika cobaan dari Tuhan tidaklah pernah di luar kapasitasmu. Dan mulailah bangkit dari keterpurukan ini dalam keadaan bahagia, seolah kamu benar-benar sedang bahagia.

Sebab, kehidupan selayaknya diisi dengan kebahagiaan, saling membahagiakan dan “kebebasan”. Berhentilah mengisi kehidupan dengan keluhan dan rintihan, sebab dari lubuk hati kita yang paling dalam, kita masih yakin untuk tetap bisa hidup bahagia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya