Apa kabar para pebisnis online Indonesia? Semoga limpahan rezeki selalu bersama kita semua. Sebelumnya, apa aja sih duka-dukanya bergelut dalam dunia bisnis online? Mungkin ada yang pernah kena tipu pembeli, dipermainkan pembeli, dikhianati pembeli sampai dibuat patah hati sama pembeli dan seabreg tingkah-polahnya pembeli. Yah, namanya juga usaha nggak senikmat ngorek upil di pagi hari kan, ya? Duka-duka memang  selalu ada. Maka dari itu, tulisan kali ini bakal mengganti duka-duka itu setidaknya menjadi suka-duka. Apa aja? Check it out.

1. Beri kode etik pada rekening

Rekening Pribadi

Rekening Pribadi via https://www.google.com

Fake buyer selalu membuat bukti transfer palsu untuk melancarkan aksinya. Maka sebaiknya kita beri kode etik pada nama rekening. Misalkan nama rekening sebenarnya "Arik Amanatus Z", katakan pada pembeli "Arik Amanatus". Jika pembeli tersebut adalah fake buyer maka dalam aksi kebohongannya ia akan menyerahkan bukti transfer atas nama "Arik Amanatus" saja . So, langsung deh keliatan korengnya.

2. Cermati barang-barang yang dipesan

Berjualan Online Cerdas

Berjualan Online Cerdas via https://www.google.com

Advertisement

Penjual mana yang tidak bahagia jika ada pembeli yang memborong dagangannya, pasti bahagia banget-lah karena dagangannya laris. Tapi wait!! Jangan bahagia dulu, justru yang seperti ini perlu dicurigai apakah dia real buyer atau fake buyer. Kalau kita tidak teliti lalu terlanjur bahagia, dan eh ternyata dia adalah fake buyer. Sadis sekali tidak jadi untung banyak malah rugi banyak banget.

3. Kepo-in ‘Siapa sih pembeli kita’

Pelayanan Ramah

Pelayanan Ramah via https://www.google.com

Sebagai penjual yang cerdas, cara beramah-tamah dengan pembeli beraneka ragam. Beda produk yang dijual beda pula penanganannya. Missal anda adalah penjual produk (maaf) kondom maka, beramah-tamah dengan menanyakan umur pembeli sangat penting agar produk yang kita jual tidak di salah gunakan alih-alih malah merusak moral anak bangsa. Tapi, kalau kita penjual kolam karet anak maka, tidak perlulah menanyakan umur segala, bahkan malah tidak sopan itu.

4. Cek jumlah saldo secara berkala

Manage Rekening

Manage Rekening via https://www.google.com

Telaten nggak telaten nih, penting banget mencermati atau sedikitnya hafal dengan saldo, pemasukan terakhir dan pengeluaran terakhir rekening. Kebanyakan owner shop langsung percaya begitu saja setelah tanda bukti transfer dikirim oleh pembeli. Kalau ternyata fake buyer, walaupun bukti transfer sudah dikirim saldo pasti nggak juga nambah, kan bisa bikin pecah tuh pembuluh darah otak.

Advertisement

5. Block atau abaikan saja bila benar-benar mencurigakan dan mengganggu

Merasa Terganggu

Merasa Terganggu via https://www.google.com

Pembeli yang sudah benar-benar terlihat dan terbukti kebohongannya jangan tunggu waktu lama lagi, langsung block saja. Baik pula jika berkenan berbagi informasi kepada sesame owner onlineshop tentang ‘penipuan merajalela’.

Bersikaplah solidaritas dan sportif. Jikalau berhadapan dengan pembeli yang terlihat hanya main-main, bertanya ini-itu tapi tak ada tanda-tanda keseriusan membeli maka, abaikan saja. Mereka tak jauh beda dengan playboy hanya saja playbuy.

Jadi, bukan hanya pembeli yang harus cerdas dalam berbelanja online, penjual pun juga harus cerdas dalam membangun toko online. Sekianlah kiat-kiat jadi owner shop cerdas dari saya dan pengalaman saya, semoga bermanfaat.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya